KABAMINANG.com – Kementerian Pertanian menyambut gembira capaian produksi beras nasional pada musim tanam 2024/2025 yang mencapai 34,6 juta ton, tertinggi se-ASEAN dan mengungguli Vietnam serta Thailand. Angka tersebut meningkat 600 ribu ton dari proyeksi sebelumnya dan tumbuh 4,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Keberhasilan ini menurut Dirjen Tanaman Pangan tak lepas dari perbaikan infrastruktur irigasi di lebih dari 2 juta hektare lahan, penerapan teknologi benih unggul, serta pendampingan intensif bagi petani. Selain itu, kebijakan penyerapan gabah oleh Bulog yang ditingkatkan juga memastikan stok aman tanpa harus mengandalkan impor.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kunci keberlanjutan output ini adalah sinergi antara pemerintah pusat, dinas pertanian provinsi/kabupaten, dan pelaku utama di lapangan.



“Kami akan terus mendorong diversifikasi tanaman, rotasi lahan, dan peningkatan kapasitas kelembagaan petani demi menjaga stabilitas pasokan dan harga,” ujarnya.
Ke depan, Kementan akan memperluas program rehabilitasi irigasi, memperkuat sistem informasi akses pupuk dan sarana produksi, serta mempercepat digitalisasi pertanian. Dengan langkah-langkah tersebut, Indonesia diharapkan tidak hanya mempertahankan posisi sebagai produsen beras teratas di ASEAN, tetapi juga semakin mandiri dalam ketahanan pangan nasional.
(TKB)








