Jakarta, KABAMINANG.com – Presiden Prabowo Subianto menyambut secara resmi kedatangan Presiden Senat Kerajaan Kamboja, Samdech Akka Moha Sena Padei Techo Hun Sen, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 5 Mei 2025.
Kunjungan kehormatan ini berlangsung hingga 7 Mei 2025 dan bertujuan mempererat kerja sama bilateral di berbagai sektor strategis, serta menguatkan kolaborasi kedua negara dalam kerangka ASEAN dan pertumbuhan ekonomi inklusif berkelanjutan .
Kedatangan dan Upacara Penyambutan
Presiden Senat Hun Sen tiba di Istana Merdeka pukul 11.10 WIB dengan iringan 70 pasukan berkuda dan rombongan motoris dari Monumen Nasional .



Setibanya, beliau disambut upacara kenegaraan yang diawali dengan pengibaran bendera Kerajaan Kamboja dan Indonesia, dentuman meriam kehormatan sebanyak 19 kali, serta prosesi inspeksi pasukan kehormatan .
Di kompleks Istana, ratusan siswa sekolah dasar turut memeriahkan penyambutan dengan melambaikan bendera Merah Putih dan bendera Kamboja, menambah semarak suasana kehormatan .
Pertemuan Bilateral dan Komitmen Kerja Sama
Usai upacara, Presiden Prabowo dan Presiden Senat Hun Sen melanjutkan pertemuan bilateral di Ruang Oval Istana Merdeka yang dihadiri Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Duta Besar RI untuk Kamboja Santo Darmosumarto .
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat kerja sama strategis, khususnya di bidang ekonomi inklusif, investasi, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan .
Presiden Prabowo juga menyambut baik rencana Hun Sen untuk menyampaikan pandangannya mengenai proses perdamaian di Kamboja dan peran ASEAN dalam forum akademik dan regional di Jakarta .
Latar Belakang Hubungan Indonesia–Kamboja
Hubungan diplomatik Indonesia dan Kerajaan Kamboja telah terjalin selama lebih dari 65 tahun sejak penandatanganan Perjanjian Persahabatan di Jakarta pada 13 Februari 1959.
Kedua negara telah bermitra erat dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kebudayaan, hingga dukungan Indonesia terhadap anggotaannya Kamboja di ASEAN pada tahun 1999 .
Perayaan 65 tahun hubungan diplomatik ini menjadi momentum memperkuat “people-to-people contact” dan pengembangan generasi muda sebagai penerus kerja sama bilateral .
Kunjungan kehormatan Presiden Senat Hun Sen ke Indonesia menandai babak baru dalam dinamika hubungan bilateral yang kokoh dan saling menguntungkan. Dengan komitmen bersama memperkuat stabilitas kawasan dan mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, kedua negara berharap kolaborasi strategis ini akan membawa manfaat nyata bagi rakyat Indonesia dan Kamboja dalam jangka panjang.
(TKB)








