BERITADharmasraya

Hebat! Nagari Sungai Duo Sulap Sampah Plastik Jadi Solar, Jadi Pelopor di Sumatera Barat

×

Hebat! Nagari Sungai Duo Sulap Sampah Plastik Jadi Solar, Jadi Pelopor di Sumatera Barat

Sebarkan artikel ini

KABAMINANG.com – Dharmasraya. Sebuah inovasi pengelolaan sampah yang unik dan bernilai ekonomi lahir di Nagari Sungai Duo, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya. Melalui Unit Usaha Gaharu Empowerment Center, limbah plastik yang selama ini menjadi persoalan lingkungan kini berhasil diolah menjadi bahan bakar minyak (BBM) setara solar.

Program yang telah berjalan sekitar dua bulan terakhir itu disebut sebagai satu-satunya pengolahan sampah plastik menjadi solar yang aktif beroperasi di Sumatera Barat. Inisiatif tersebut digagas oleh Bhabinkamtibmas Nagari Sungai Duo, AIPDA Alfajri, bersama Pemerintah Nagari Sungai Duo sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

AIPDA Alfajri menjelaskan, teknologi yang digunakan mampu mengubah sampah plastik kering menjadi bahan bakar dengan tingkat konversi yang cukup tinggi. Saat ini, mesin pengolah yang dimiliki memiliki kapasitas sekitar 65 kilogram sampah plastik per hari dan dapat menghasilkan kurang lebih 58 liter BBM setara solar.

“Selama dua bulan beroperasi, produksi yang dihasilkan sudah mencapai sekitar 10 jeriken berkapasitas 30 liter. Bahan baku yang digunakan berasal dari hampir satu ton sampah plastik yang berhasil dikumpulkan dan diolah,” ujarnya, Senin (8/6/2026).

Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Mesin pengolah diperoleh melalui swadaya bersama Pemerintah Nagari Sungai Duo dengan dukungan dari jajaran Polres Dharmasraya serta pemerintah daerah.

Selain fokus pada pengelolaan limbah, unit usaha ini juga memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat. Saat ini terdapat lima tenaga kerja yang terlibat dalam operasional pengolahan sampah plastik tersebut.

Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, pengelola tidak hanya menerima sampah plastik dari warga Nagari Sungai Duo, tetapi juga membuka peluang kerja sama dengan nagari lain di sekitar Kecamatan Sitiung dan wilayah Dharmasraya.

“Kami siap menerima bahkan menjemput sampah plastik dari daerah lain yang ingin bekerja sama. Semakin banyak sampah yang terkumpul, semakin besar manfaat yang bisa dirasakan masyarakat,” katanya.

Sistem pengumpulan sampah melibatkan kader dasawisma sebagai penghubung dengan masyarakat. Warga yang menyerahkan sampah plastik mendapatkan pembayaran sebesar Rp500 per kilogram, sementara kader dasawisma menerima Rp1.000 per kilogram dari pengelola.

Selisih nilai tersebut tidak menjadi keuntungan pribadi, melainkan dialokasikan untuk mendukung program penanganan stunting di Nagari Sungai Duo.

“Skema ini kami buat agar pengelolaan sampah juga memberikan manfaat sosial. Dana dari selisih harga digunakan untuk membantu program penanganan stunting,” jelas Alfajri.

BBM hasil pengolahan yang diberi nama Petasol saat ini dipasarkan kepada masyarakat dengan harga Rp15.000 per liter. Harga tersebut dinilai lebih terjangkau dibandingkan beberapa jenis BBM non-subsidi yang beredar di pasaran.

Tak hanya berhenti pada produksi bahan bakar, Gaharu Empowerment Center juga menjalin kemitraan dengan sejumlah pihak di luar daerah, termasuk jaringan pengelola limbah di Banjarnegara. Bahkan, pengembangan teknologi yang digunakan telah terhubung dengan lembaga dan mitra yang berkolaborasi bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional dalam pengembangan teknologi pengolahan limbah.

Wali Nagari Sungai Duo, Ali Amran, menegaskan bahwa program tersebut lahir sebagai jawaban atas persoalan sampah yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.

“Kami tidak hanya mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, tetapi juga menghadirkan solusi nyata yang memberikan manfaat ekonomi,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari Polres Dharmasraya. Kapolres Dharmasraya menyatakan apresiasinya terhadap inovasi yang dilakukan anggotanya karena mampu menggabungkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi dalam satu program yang berkelanjutan.

Menurutnya, langkah yang dilakukan AIPDA Alfajri layak menjadi inspirasi bagi para Bhabinkamtibmas lainnya dalam menciptakan inovasi yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.

Melalui program ini, Nagari Sungai Duo tidak hanya berupaya mengurangi tumpukan sampah plastik, tetapi juga membuktikan bahwa limbah dapat diubah menjadi sumber energi alternatif yang bernilai ekonomi dan mendukung kesejahteraan masyarakat.

“NT”