Dharmasraya, Kabaminang.com – Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menyerahkan bantuan Tahap III Program Permakanan bagi ibu hamil dan ibu menyusui di Kecamatan Koto Salak, Selasa (21/7/2026). Program ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan asupan gizi bagi ibu dan anak sekaligus mencegah stunting sejak dini.
Pada tahap ketiga ini, bantuan disalurkan kepada 251 penerima manfaat di Kabupaten Dharmasraya. Khusus di Kecamatan Koto Salak, bantuan diterima oleh 17 orang, yang terdiri dari 13 ibu hamil dan 4 ibu menyusui.
Bupati Annisa mengatakan, program tersebut menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dalam mendukung kesehatan ibu hamil dan ibu menyusui. Menurutnya, asupan gizi yang baik sangat penting untuk melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.
Pemkab Solok Lelang 11 Unit Barang Milik Daerah Kondisi Scrap, Penawaran Dibuka Hingga 28 Juli 202623 Jul 2026›02
Baru Lima Bulan Bebas, Mahasiswa Asal Dharmasraya Kembali Ditangkap Kasus Sabu23 Jul 2026›03
MotoGP 2026 Memanas, Kondisi Marc Marquez Jadi Sorotan di Tengah Ketatnya Persaingan23 Jul 2026›“Bantuan ini diharapkan dapat melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting,” ujar Annisa.
Ia menjelaskan, pada tahun 2026 program ini masih difokuskan kepada masyarakat desil 1 dan desil 2 karena keterbatasan anggaran. Meski demikian, pemerintah daerah tetap berupaya memperluas cakupan penerima apabila kondisi keuangan daerah memungkinkan pada tahun berikutnya.
Annisa juga mengimbau ibu hamil yang memenuhi kriteria agar segera mengusulkan diri melalui pemerintah nagari, kader Posyandu, bidan desa, maupun Puskesmas. Dengan begitu, bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial P3APPKB Dharmasraya, Martin Efendi, menyampaikan bahwa program permakanan ini telah menjangkau 622 penerima manfaat di seluruh Kabupaten Dharmasraya. Dari jumlah tersebut, 549 merupakan ibu hamil dan 73 lainnya adalah ibu menyusui yang mengalami Kurang Energi Kronis (KEK).
Menurut Martin, setiap penerima memperoleh bantuan senilai Rp3 juta yang disalurkan secara bertahap sejak masa kehamilan hingga enam bulan setelah melahirkan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi ibu sekaligus mendukung percepatan penurunan angka stunting di Dharmasraya.
Program ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah daerah dalam memperkuat perlindungan terhadap kelompok rentan, khususnya ibu hamil dan menyusui yang membutuhkan perhatian gizi lebih baik. Selain membantu kondisi kesehatan keluarga, program ini juga diarahkan untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia sejak dalam kandungan.
“NT”






