Kaba Minang KABAMINANG.com Terdepan Dalam Mengabarkan
DharmasrayaSUMBAR

Kekeringan Meluas, Dharmasraya Salurkan 238.500 Liter Air Bersih

×

Kekeringan Meluas, Dharmasraya Salurkan 238.500 Liter Air Bersih

Sebarkan artikel ini

Kabaminang.com – Dharmasraya. Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, menyalurkan 238.500 liter air bersih kepada warga terdampak kekeringan selama periode 18 Agustus hingga 12 September 2026.

Bantuan tersebut didistribusikan menggunakan 53 tangki ke 16 lokasi yang tersebar di 14 nagari. Penyaluran air bersih itu telah membantu 1.119 kepala keluarga serta dua sekolah yang mengalami keterbatasan pasokan air.

Kepala Dinas Kominfo Dharmasraya, Martin Efendy, mengatakan distribusi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama kemarau panjang.

“Penyaluran ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak kekeringan akibat kemarau panjang,” kata Martin di Pulau Punjung, Senin.

Distribusi Berlanjut

Pemkab Dharmasraya memastikan penyaluran air bersih akan dilakukan secara berkala. Langkah ini ditempuh agar masyarakat di wilayah terdampak tetap memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari selama kekeringan masih berlangsung.

Berdasarkan data hingga Jumat (12/9), Kecamatan Koto Baru menjadi wilayah dengan distribusi terbanyak, yakni 27 tangki. Berikutnya, Kecamatan Pulau Punjung menerima 11 tangki dan Timpeh sebanyak empat tangki.

Sementara itu, Kecamatan Sitiung dan Koto Besar masing-masing menerima tiga tangki. Distribusi di Koto Salak dan Tiumang masing-masing mencapai dua tangki, sedangkan Sungai Rumbai menerima satu tangki.

Siapkan Sumur Bor

Selain menyalurkan air bersih, Pemkab Dharmasraya juga berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk pembangunan sumur bor di wilayah yang membutuhkan sumber air.

Pemerintah daerah turut mengupayakan dukungan dari sejumlah perusahaan guna menambah armada mobil tangki. Penambahan kendaraan dinilai penting untuk memperkuat distribusi air kepada warga terdampak.

Martin menegaskan penanganan kekeringan membutuhkan koordinasi dan kolaborasi berbagai pihak, termasuk Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

“Kolaborasi penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Pemkab Dharmasraya menyatakan pendataan harian di lapangan akan terus dilakukan. Data tersebut menjadi dasar dalam menentukan wilayah prioritas penerima bantuan air bersih maupun dukungan sumber air lainnya.

“NT” HUT RI ke-81 Kaba Minang