Kabaminang.com – Bukit Sundi, 28 Juni 2024, Di tengah hiruk-pikuk kemajuan teknologi dan pengaruh negatif dari luar yang semakin memprihatinkan, terutama bagi generasi muda, Grup Seni Gajah Tongga di Nagari Parambahan, Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok, tetap konsisten menjaga seni tradisi Randai.
Grup seni yang didirikan sejak tahun 1958 ini kini memasuki generasi ketiga, namun tetap teguh mempertahankan tradisi tersebut. Hal ini disampaikan oleh Ketua Grup Seni Gajah Tongga, Asmarleni, SH.
Asmarleni, yang juga seorang pengacara, mengungkapkan bahwa grup Randai yang didirikan oleh orang tuanya ini berusaha tetap bertahan sebagai salah satu tradisi yang diharapkan dapat mencegah kenakalan remaja.
RAKERDA 2026 PD Salimah Kabupaten Solok Hasilkan Rekomendasi Strategis untuk Penguatan Organisasi dan Program Berdampak05 Jul 2026›02
Kajian Penuh Makna di Masjid Raya Jabal Nur, Ustadz Wawan Syafriandi DA’I Muda Solok Kupas Cara Pandang Muslim terhadap Dunia05 Jul 2026›03
Drama 5 Gol! Argentina Susah Payah Taklukkan Tanjung Verde04 Jul 2026›“Kami berusaha untuk tetap menjaga tradisi ini agar bisa menjadi benteng bagi generasi muda dari pengaruh negatif,” ujarnya.
Pada Kamis malam, 27 Juni 2024, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok melalui Kabid Kebudayaan, Irman, SE, melakukan pembinaan terhadap Grup Seni Gajah Tongga.
Dalam kesempatan tersebut, Irman menyatakan bahwa Grup Randai Gajah Tongga merupakan salah satu grup legendaris di Kabupaten Solok yang masih eksis sampai saat ini dan sering mengikuti festival dan kejuaraan di tingkat kabupaten bahkan provinsi.
“Grup Randai Gajah Tongga telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa dalam melestarikan seni tradisi di tengah perubahan zaman.
Kami berharap, dengan adanya grup-grup seperti ini, seni bisa memperkokoh rasa kebersamaan dan sekaligus menangkal pengaruh negatif di kalangan remaja,” tambah Irman.
Lebih lanjut, Irman mengungkapkan bahwa saat ini di Kabupaten Solok cukup banyak sanggar atau grup seni yang aktif dalam beberapa tahun terakhir. Ia berharap seni tradisi seperti Randai dapat terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam membangun karakter generasi muda.
Grup Seni Gajah Tongga menjadi contoh nyata bagaimana seni tradisi dapat bertahan dan bahkan berkembang di tengah tantangan modernisasi.
Dedikasi dan semangat yang ditunjukkan oleh grup ini diharapkan dapat menginspirasi banyak pihak untuk turut serta melestarikan budaya dan tradisi lokal. (tkb)






