Keluhan Warga Muncul Setelah Video Beredar
KABAMINANG.com – Dharmasraya. Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Dharmasraya menjadi sorotan setelah wali murid mengeluhkan kualitas makanan yang dinilai tidak layak konsumsi, karena ditemukan belatung dalam hidangan serta buah yang sudah membusuk di SD Negeri 21 Pulau Punjung.
Keluhan tersebut muncul setelah sebuah video menu MBG beredar luas di media sosial dan diunggah oleh Yani, Ketua Komite sekolah, sehingga memicu perhatian masyarakat yang mulai mempertanyakan standar kebersihan dan kualitas makanan yang disalurkan kepada siswa.
Yani menyampaikan bahwa awalnya tidak ada kecurigaan terhadap menu yang dibagikan kepada siswa, namun setelah dilakukan pemeriksaan lebih teliti, ditemukan adanya belatung pada makanan serta kondisi buah yang lembek dan tidak segar sehingga menimbulkan kekhawatiran.
Ia juga menjelaskan bahwa temuan belatung merupakan kejadian pertama, tetapi keluhan terkait kualitas buah yang sering ditemukan dalam kondisi tidak layak konsumsi sudah beberapa kali disampaikan oleh pihak sekolah kepada penyedia makanan.
Selain itu, ia menegaskan bahwa pihak sekolah telah berulang kali menyampaikan keluhan tersebut kepada pihak penyedia melalui jalur yang ada, namun menurutnya laporan tersebut tidak mendapatkan respons yang memadai sehingga masalah terus berulang.
Dinkes Turun Tangan dan Benarkan Temuan
Menanggapi kejadian tersebut, Dinas Kesehatan Dharmasraya bersama Dinas Pendidikan langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan memastikan kondisi sebenarnya di lapangan terkait menu MBG yang menjadi keluhan masyarakat.
Perwakilan Dinkes, Yosta Defina, menyatakan bahwa pihaknya menemukan adanya ulat pada menu telur saus asam manis yang dibagikan pada Jumat, 17 April 2026, dan temuan tersebut sesuai dengan laporan yang beredar di masyarakat.
Read More:
- 1 Wagub DKI Rano Karno Resmikan Gedung Soekarno M. Noor di UIN Bukittinggi, Dukung Status Daerah Istimewa
- 2 Wakapolda Sumbar Beri Arahan ke Polres Dharmasraya, Tekankan Soliditas dan Profesionalisme
- 3 Rapat Koordinasi Persiapan Pemberangkatan Jamaah Haji 2026, Kemenag Kabupaten Solok Matangkan Kesiapan Layani 196 Jamaah
Ia menjelaskan bahwa investigasi tidak hanya difokuskan pada sekolah penerima manfaat, tetapi juga akan dilakukan pada dapur penyedia makanan untuk memastikan standar operasional prosedur dalam pengolahan, penyajian, hingga distribusi benar-benar dijalankan.
SPPG Akui dan Hentikan Sementara Distribusi
Dapur penyedia MBG untuk sekolah tersebut diketahui berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Gizi Utama Nusantara Gunung Medan, yang saat ini juga menjadi bagian dari pemeriksaan lanjutan oleh tim terkait.
Kepala SPPG, Permadi Sukma Saputra, mengakui adanya temuan tersebut dan menyatakan bahwa kejadian ini menjadi bahan evaluasi penting agar pelayanan ke depan dapat berjalan lebih baik dan sesuai standar.
Selain itu, pihak SPPG juga memutuskan untuk menghentikan sementara penyaluran menu MBG ke sekolah tersebut sambil menunggu hasil investigasi dari Dinkes dan perbaikan sistem pengolahan makanan.
Kondisi Siswa Dipastikan Aman
Meskipun temuan tersebut menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, Dinkes memastikan bahwa kondisi kesehatan siswa yang sempat mengonsumsi makanan tersebut dalam keadaan baik dan tidak ditemukan adanya keluhan kesehatan serius hingga saat ini.
Namun demikian, kejadian ini menjadi perhatian serius karena sebelumnya juga terdapat keluhan berulang terkait kualitas menu, seperti buah yang tidak segar serta jenis makanan yang tidak sesuai dengan selera anak-anak.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat penting bagi seluruh pihak yang terlibat dalam program MBG agar selalu menjaga kualitas, kebersihan, dan standar keamanan pangan, sehingga tujuan program untuk meningkatkan gizi anak dapat tercapai secara optimal tanpa menimbulkan risiko kesehatan.
“NT”







