BERITADharmasraya

Pengalihan Rekening Guru PAI Dharmasraya Jadi Sorotan, 25 Guru Sudah Terima Tunjangan Lewat BRI

×

Pengalihan Rekening Guru PAI Dharmasraya Jadi Sorotan, 25 Guru Sudah Terima Tunjangan Lewat BRI

Sebarkan artikel ini

KABAMINANG.com – Dharmasraya. Rencana pengalihan rekening penerima tunjangan sertifikasi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Kabupaten Dharmasraya memicu keresahan di kalangan guru. Sebanyak 235 guru penerima sertifikasi mempertanyakan alasan di balik rencana tersebut karena selama ini pencairan tunjangan berjalan melalui rekening Bank Syariah Indonesia (BSI).

Situasi semakin menjadi sorotan setelah beredar berbagai isu yang mengaitkan kebijakan tersebut dengan dugaan konflik kepentingan. Bahkan muncul informasi yang menghubungkan persoalan itu dengan pekerjaan anak Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Dharmasraya yang bekerja di salah satu bank.

Menanggapi tudingan tersebut, Kepala Kemenag Dharmasraya, Masdan, membantah adanya kepentingan pribadi dalam rencana pengalihan rekening tersebut.

“Jangan dikaitkan dengan anak saya. Itu tidak ada hubungannya. Kerja sama yang berkaitan dengan keuangan maupun kepegawaian merupakan kewenangan kantor,” tegas Masdan, Rabu (3/6/2026).

Ia juga membantah tudingan bahwa dirinya memperoleh keuntungan atau fee dari kerja sama dengan pihak perbankan tertentu.

“Saya tidak ada mencari untung atau menerima fee dari pihak bank yang bekerja sama,” ujarnya.

Menurut Masdan, kebijakan yang direncanakan memang mengarah pada perpindahan rekening penerima tunjangan sertifikasi dari BSI ke bank lain karena kerja sama dengan BSI dirasa tidak nyaman. Namun ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak berkaitan dengan kepentingan pribadi maupun keluarga.

Masdan menyebut proses tersebut sudah mulai berjalan pada sebagian guru. Hingga saat ini, sekitar 25 guru diketahui telah menerima pencairan tunjangan sertifikasi melalui rekening BRI, sementara mayoritas guru penerima sertifikasi lainnya masih menggunakan rekening BSI.

Ia menjelaskan pihak Kemenag hanya membantu proses administrasi yang diperlukan guru terkait pembukaan maupun pengurusan rekening untuk pencairan tunjangan.

“Kami membantu guru dalam urusan administrasi. Tidak ada keuntungan pribadi yang dicari dalam persoalan ini,” katanya.

Masdan juga menegaskan dirinya tidak merasa khawatir menghadapi polemik yang berkembang karena tidak memiliki kepentingan apa pun dalam kebijakan tersebut.

“Saya tidak gentar dengan persoalan ini karena saya tidak mencari keuntungan,” tegasnya.

Meski demikian, sejumlah guru berharap Kemenag dapat memberikan penjelasan yang lebih rinci dan transparan terkait alasan, dasar pertimbangan, serta mekanisme pelaksanaan kebijakan tersebut agar tidak menimbulkan keresahan maupun spekulasi di kalangan penerima tunjangan sertifikasi.

Dengan semakin berkembangnya pembahasan mengenai persoalan ini, para guru berharap seluruh informasi terkait pengalihan rekening dapat disampaikan secara terbuka sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“NT”