Liga 1 BRIOLAHRAGA

Semen Padang FC Pecat Dejan Antonic, Imran Nahumarury Langsung Bawa Kemenangan di Tengah Ancaman Degradasi

×

Semen Padang FC Pecat Dejan Antonic, Imran Nahumarury Langsung Bawa Kemenangan di Tengah Ancaman Degradasi

Sebarkan artikel ini

Padang, KABAMINANG.com Semen Padang FC tengah menghadapi situasi sulit pada kompetisi BRI Super League 2025/2026. Tim berjuluk Kabau Sirah itu masih berada di zona degradasi sehingga manajemen mengambil langkah tegas dengan memecat pelatih Dejan Antonic. Sebagai pengganti, klub menunjuk Imran Nahumarury yang langsung mencatatkan debut manis pada laga pertamanya.

Saat ini Semen Padang menempati peringkat ke-16 klasemen sementara dengan koleksi 20 poin dari 25 pertandingan, atau tepat di batas zona degradasi. Performa tim sepanjang musim ini dinilai belum konsisten, sehingga mereka harus berjuang keras untuk mengamankan posisi di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Harapan baru muncul setelah Semen Padang berhasil meraih kemenangan 2-0 atas PSBS Biak pada pertandingan yang digelar di Stadion Maguwoharjo pada 8–9 Maret 2026. Hasil tersebut sekaligus memutus rangkaian hasil buruk tim yang sebelumnya kesulitan meraih kemenangan.

Kemenangan itu juga membuka peluang bagi Semen Padang untuk keluar dari ancaman degradasi dengan sembilan pertandingan tersisa hingga akhir musim.

Pemecatan Dejan Antonic

Keputusan manajemen memecat Dejan Antonic tidak lepas dari hasil buruk yang dialami tim, terutama setelah kekalahan dari PSIM Yogyakarta pada laga kandang pekan ke-24 awal Maret lalu.

Saat itu, Semen Padang hanya mengoleksi 16 poin dan terpuruk di dasar klasemen. Kekalahan di hadapan pendukung sendiri menjadi pemicu utama manajemen mengambil langkah tegas dengan mengakhiri kerja sama dengan Dejan Antonic pada 4 Maret 2026, termasuk melepas asistennya FX Yanuar.

Dejan sebenarnya baru menangani Semen Padang sejak paruh musim, namun ia dinilai gagal membawa perubahan signifikan bagi tim.

Pemecatan tersebut juga menambah panjang daftar pergantian pelatih di Semen Padang musim ini setelah sebelumnya klub juga berpisah dengan Eduardo Almeida.

Imran Nahumarury Datang Bawa Harapan Baru

Tak lama setelah pemecatan tersebut, manajemen Semen Padang menunjuk Imran Nahumarury sebagai pelatih kepala yang baru pada 5 Maret 2026.

Imran yang memiliki pengalaman panjang di sepak bola nasional diharapkan mampu membawa energi baru bagi tim yang sedang berjuang keluar dari zona degradasi.

Kepercayaan tersebut langsung terbayar. Pada pertandingan debutnya, Semen Padang berhasil menundukkan PSBS Biak dengan skor 2-0 melalui permainan yang lebih disiplin dan strategi yang dinilai efektif.

“Ini hasil kerja keras seluruh tim. Kami fokus pada sisa pertandingan untuk bertahan di liga,” ujar Imran usai pertandingan.

Persaingan Ketat di Zona Degradasi

Meski berhasil meraih kemenangan penting, perjuangan Semen Padang masih jauh dari kata aman. Persaingan di papan bawah klasemen semakin ketat karena beberapa tim juga berusaha keluar dari zona degradasi.

Beberapa klub seperti Persis Solo dan PSBS Biak masih bersaing ketat dengan Semen Padang untuk menghindari posisi tiga terbawah.

Dengan sembilan laga tersisa, setiap pertandingan akan menjadi penentu bagi Kabau Sirah untuk mempertahankan tempatnya di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Para suporter Semen Padang berharap kehadiran Imran Nahumarury mampu membawa perubahan signifikan, bahkan mengulang keberhasilan tim yang pernah lolos dari ancaman degradasi pada musim sebelumnya.

“java”