KABAMINANG.com – Solok. Perjalanan karier birokrasi Medison, S.Sos., M.Si menjadi kisah panjang tentang pengabdian, loyalitas, dan kemampuan bertahan di tengah dinamika politik pemerintahan daerah. (9 Mai 2026)
Dari Kabupaten Sijunjung, pulang kampung ke Kabupaten Solok, hingga kini kembali berlabuh di Kabupaten Dharmasraya sebagai Sekretaris Daerah definitif.
Di tengah derasnya dinamika politik pasca Pilkada Kabupaten Solok, banyak kalangan sempat meramal karier Medison akan meredup.
Hal itu tidak terlepas dari posisinya sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Solok yang dilantik pada masa kepemimpinan Bupati Epyardi Asda.
Saat itu hubungan politik antara Bupati Epyardi Asda dengan Wakil Bupati Jon Firman Pandu (JFP) kerap menjadi perhatian publik.



Fakta Menarik
Medison memulai karier birokrasi dari tingkat kecamatan pada tahun 1994 di Pulau Punjung, wilayah yang kini menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Dharmasraya.
Bahkan, ketidakseiramaan keduanya menjadi isu yang terus berkembang di tengah masyarakat hingga akhirnya Jon Firman Pandu tampil sebagai figur kuat dan berhasil memenangkan Pilkada Kabupaten Solok saat menantang pihak yang didukung kubu petahana.
Namun di balik dinamika tersebut, sosok Medison justru tampil sebagai birokrat penengah.
Ia dinilai mampu menjaga keseimbangan komunikasi di antara dua kekuatan politik yang berseberangan dalam pemerintahan.
Kemampuannya menjaga ritme birokrasi di tengah situasi politik yang sensitif menjadi salah satu bukti kepiawaian Medison sebagai aparatur senior. Tidak mudah menjadi jembatan bagi dua tokoh besar yang memiliki perbedaan pandangan di hadapan publik, namun Medison mampu menjalankan perannya dengan tenang dan proporsional.
Kini, perjalanan panjang itu membawa Medison menuju babak baru. Pada Kamis pagi, 7 Mei 2026, ia resmi dilantik sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya oleh Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani.
Pelantikan tersebut bukan sekadar seremonial pergantian jabatan, tetapi menjadi penanda perjalanan panjang seorang birokrat yang tumbuh dari bawah hingga mencapai posisi tertinggi dalam struktur birokrasi daerah.
Medison lahir pada 9 April 1971 dan dikenal sebagai birokrat yang matang oleh pengalaman lapangan. Karier pengabdiannya dimulai pada tahun 1994 saat dipercaya menjadi Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa Kecamatan Pulau Punjung, ketika Dharmasraya masih menjadi bagian dari Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung.
Di kantor kecamatan itulah Medison ditempa memahami arti pelayanan masyarakat secara langsung. Baginya, pembangunan bukan hanya soal administrasi pemerintahan, tetapi juga tentang memahami denyut kehidupan masyarakat hingga tingkat paling bawah.
Kariernya terus berkembang secara bertahap. Ia pernah menjabat sebagai Kasubag Capil Bagian Pemerintahan Kabupaten Sijunjung, Kasubag Tata Pemerintahan Nagari, Camat Lubuk Tarok, hingga Camat Kamang Baru.
Pengalaman memimpin wilayah kemudian membawanya dipercaya sebagai Kepala Badan PMPN Kabupaten Sijunjung sebelum akhirnya melanjutkan pengabdian ke Kabupaten Solok.
Di Kabupaten Solok, Medison dipercaya menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN), kemudian Asisten II Setda Kabupaten Solok, Penjabat Sekretaris Daerah, hingga akhirnya definitif sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Solok sejak tahun 2022.
Selain pengalaman birokrasi yang panjang, Medison juga memperkuat kapasitas akademiknya melalui pendidikan di STIA LAN RI Jakarta dan Pascasarjana Universitas Andalas.
Kini, setelah perjalanan panjang dari Sijunjung menuju Kabupaten Solok, Medison kembali “pulang” ke Dharmasraya, daerah yang pernah menjadi salah satu tempat awal pengabdiannya.
Kembalinya Medison ke Dharmasraya dinilai banyak pihak bukan sekadar perpindahan jabatan, melainkan momentum hadirnya birokrat senior yang sarat pengalaman untuk memperkuat tata kelola pemerintahan daerah.
Di tengah tantangan efisiensi anggaran, reformasi birokrasi, serta tuntutan pelayanan publik yang semakin cepat dan modern, pengalaman Medison menjadi modal penting bagi Pemerintah Kabupaten Dharmasraya.
Banyak kalangan menilai kapasitas Medison sudah sangat teruji di level kabupaten. Kemampuannya mengayomi birokrasi, menjaga stabilitas organisasi pemerintahan, hingga memahami dinamika politik daerah membuat namanya disebut-sebut memiliki peluang besar untuk menempati posisi strategis yang lebih tinggi di masa mendatang, termasuk berpotensi menjadi Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat.
Adapun perjalanan jabatan Medison antara lain:
Kasi PMD Kecamatan Pulau Punjung (1994–1996)
Kasubag Capil Bagian Pemerintahan Kabupaten Sijunjung (1998–1999)
Kasubag Tata Pemerintahan Nagari Kabupaten Sijunjung (2002–2004)
Camat Lubuk Tarok (2004–2006)
Camat Kamang Baru (2006–2011)
Kepala Badan PMPN Kabupaten Sijunjung (2011–2016)
Kepala DPMN Kabupaten Solok (2016–2019)
Asisten II Setda Kabupaten Solok (2019–2021)
Penjabat Sekda Kabupaten Solok (2021–2022)
Sekda Kabupaten Solok (2022–2026)
Sekda Kabupaten Dharmasraya (2026–sekarang).
“MB”







