KABAMINANG.com – Dharmasraya. Harapan besar datang dari masyarakat dan pihak sekolah agar pemerintah segera memberikan perhatian nyata terhadap kondisi jalan akses menuju SMP Negeri 3 Sitiung, yang berlokasi di Nagari Siguntur, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya.
Keprihatinan ini mencuat lantaran kondisi jalan yang kerap tak bersahabat, khususnya kala musim penghujan tiba. Genangan air dan permukaan jalan yang licin menjadi hambatan sehari-hari bagi para siswa, dan tak jarang berujung pada keterlambatan hingga ketidakhadiran yang mengganggu kelangsungan proses belajar mengajar.
Kepala SMPN 3 Sitiung, Siska Erliani, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut sudah lama menjadi beban tersendiri bagi para siswanya.



“Mereka harus berangkat jauh lebih awal dari biasanya supaya tidak terlambat sampai sekolah. Begitu hujan turun, jalan langsung tergenang dan susah dilalui,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Lebih jauh, Siska menyebut buruknya akses jalan turut menjadi faktor yang membuat minat pendaftaran siswa baru ke sekolah tersebut cenderung rendah.
“Kami berharap ada perbaikan secepatnya. Apalagi di sini ada dua sekolah sekaligus, yaitu SMA Negeri 2 Sitiung dan SMP kami. Jadi dampaknya luas,” tambahnya.
Senada dengan itu, tokoh masyarakat setempat, Agus, menegaskan bahwa perbaikan jalan bukan sekadar urusan kenyamanan, melainkan menyangkut masa depan generasi penerus.
“Jalan yang baik itu berarti anak-anak lebih mudah dan lebih aman sampai ke sekolah. Ini soal investasi generasi, bukan cuma soal aspal,”tegasnya.
Para orang tua siswa pun tak kalah bersuara. Mereka mendesak pemerintah daerah untuk tidak menutup mata terhadap kondisi ini, mengingat dampaknya tidak hanya dirasakan dunia pendidikan, tetapi juga aktivitas ekonomi dan mobilitas warga secara keseluruhan.
“Harapan kami sederhana saja jalan diperbaiki, anak-anak bisa sekolah dengan aman dan nyaman,” ujar salah seorang wali murid.
Kabar baiknya, persoalan ini rupanya sudah sampai ke telinga pemerintah. Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Dharmasraya, Wily, membenarkan bahwa ruas jalan tersebut telah masuk dalam daftar usulan prioritas Musrenbang tingkat provinsi.
“Jalan ini sudah kami usulkan melalui skema Bantuan Keuangan Bersifat Khusus dari Provinsi Sumatera Barat. Panjang ruasnya 1,6 kilometer dengan anggaran yang diusulkan sebesar Rp5,7 miliar,” jelas Wily.
Masyarakat kini menaruh harapan besar agar usulan tersebut tidak sekadar berhenti di atas kertas, dan realisasi pembangunan dapat segera diwujudkan demi kelancaran pendidikan di wilayah itu.
“NT”







