KABAMINANG.com – Dharmasraya. Kemunculan seekor beruang hitam di perkebunan sawit milik warga di Jorong Pandaleh, Nagari Sialang Gaung, Kecamatan Koto Baru, pada Sabtu (14/02/2026), bikin khawatir dan memaksa petani pulang lebih awal.
Kemunculan satwa liar bertubuh besar ini sontak memicu kepanikan, membuat warga dihantui rasa cemas saat beraktivitas di kebun dan sekitar permukiman.
Meski belum memakan korban jiwa, keberadaan beruang madu tersebut jelas menjadi momok yang menakutkan bagi warga saat beraktivitas di perkebunan.
Dinas PUPR Dharmasraya Mulai Rehabilitasi Jalan Simpang Tiga Sitiung Lama Pulai10 Jul 2026›02
Pelatih Karate Asal Kabupaten Solok Zelly Heryanto Bersama Dua Atlet Wakili Indonesia di Kejuaraan Asia Tenggara SEAKF 2026 di Vietnam.09 Jul 2026›03
DDII Sumbar dan RSI Ibnu Sina Gelar Bakti Sosial, Ratusan Warga Dharmasraya Terbantu08 Jul 2026›Pemilik kebun, Adwillian Hika (31), mengaku sangat terkejut saat pertama kali melihat beruang tersebut. Ia mengatakan peristiwa itu terjadi pada sore hari ketika dirinya sedang berkemas untuk pulang dari kebun.
“Saya takut bukan main, tubuhku menggigil melihat seekor beruang tiba-tiba muncul di balik pohon sawit. Jaraknya sekitar 25 meter dari saya,” ujar Adwillian saat menceritakan kejadian tersebut kepada wartawan, Minggu.
Merasa keselamatannya terancam, Adwillian langsung berlari naik ke atas pondok untuk menyelamatkan diri. Dari atas pondok, dirinya merekam kemunculan beruang tersebut menggunakan ponselnya sambil memastikan jarak aman dari satwa liar itu.
“Ini pertama kali ada beruang muncul di perkebunan dan tentunya sangat mengkhawatirkan,” ucapnya.
Menurutnya, setelah beberapa saat, beruang tersebut akhirnya menjauh dari lokasi kebun. Namun, kekhawatiran belum sepenuhnya hilang karena keesokan paginya satwa yang sama kembali terlihat di sekitar area tersebut.
Bayangan ancaman terus membayangi, mengingat beruang dikenal sebagai satwa buas yang bisa menyerang sewaktu-waktu. Warga pun terpaksa meningkatkan kewaspadaan dan membatasi aktivitas di luar rumah, terutama pada pagi dan sore hari, sembari berharap pihak terkait segera turun tangan sebelum kejadian yang lebih buruk terjadi.
Adwillian berharap Pemerintah Kabupaten Dharmasraya segera turun tangan untuk menangani permasalahan ini secara serius. Ia meminta agar ada langkah cepat sebelum menimbulkan korban jiwa.
“Saya berharap Pemerintah Kabupaten Dharmasraya segera mengatasi masalah ini. Jangan sampai ada manusia yang menjadi korban,” tegas Adwillian menutup keterangannya.
(NT)
.






