Kaba Minang KABAMINANG.com Terdepan Dalam Mengabarkan
POJOK OPINI

Kenapa AC Milan dan Inter Masih Satu Stadion? Ini Alasan Panjang di Balik San Siro

×

Kenapa AC Milan dan Inter Masih Satu Stadion? Ini Alasan Panjang di Balik San Siro

Sebarkan artikel ini

Kabaminang.com – Milan. AC Milan dan Inter Milan masih menjadi dua klub besar Eropa yang berbagi satu stadion. Hingga musim 2026/2027, keduanya masih memainkan pertandingan kandang di Stadion Giuseppe Meazza atau yang lebih dikenal sebagai San Siro.

Namun, kondisi tersebut bukan karena kedua klub tidak memiliki keinginan untuk mempunyai stadion sendiri. Justru sebaliknya, rencana pembangunan stadion baru sudah dibicarakan selama bertahun-tahun. Masalahnya, proses tersebut menghadapi berbagai hambatan administratif dan perdebatan mengenai masa depan San Siro.

AC Milan bahkan sudah berupaya membangun stadion baru di Milan sejak sekitar 2015, tetapi rencana tersebut berkali-kali menghadapi kesulitan administratif. Sementara itu, proyek stadion baru yang sebelumnya dirancang bersama Inter juga mengalami perjalanan panjang.

Salah satu persoalan terbesar adalah status San Siro sendiri. Stadion tersebut bukan sekadar bangunan olahraga biasa. Pemerintah Kota Milan dan otoritas terkait mempertimbangkan nilai arsitektur serta sejarah Meazza, sehingga rencana pembongkaran stadion lama menjadi isu yang sensitif.

Dalam perjalanan proyek, muncul pula proses untuk menentukan perlindungan terhadap bagian-bagian San Siro yang dianggap memiliki nilai arsitektural. Perdebatan mengenai apakah stadion lama dapat dihancurkan atau harus dipertahankan ikut membuat proses pembangunan stadion baru berjalan lebih panjang.

Karena proses di Milan berjalan lambat, kedua klub sempat mengeksplorasi lokasi alternatif. AC Milan mengembangkan rencana di San Donato, sedangkan Inter pernah mengkaji kawasan Rozzano sebagai lokasi stadion baru.

Kini situasinya mulai berubah.

Pada 5 November 2025, AC Milan dan Inter akhirnya menyelesaikan pembelian kompleks San Siro beserta kawasan di sekitarnya dari Pemerintah Kota Milan. Akuisisi tersebut dilakukan melalui perusahaan Stadio San Siro S.p.A., yang dimiliki oleh kedua klub.

Artinya, mereka tidak lagi hanya berbicara mengenai keinginan membangun stadion baru. Proyek tersebut sudah memasuki tahapan konkret.

Tetapi stadion baru belum bisa langsung dibangun. Pemerintah Kota Milan pada Maret 2026 masih menjalankan proses perencanaan dan penilaian lingkungan sebelum tahapan persetujuan proyek pembangunan dapat diselesaikan.

Rencana saat ini mencakup pembangunan stadion baru sekaligus penataan kembali kawasan San Siro. Pemerintah Kota Milan menyebut proses persetujuan diarahkan agar pekerjaan konstruksi dapat dimulai pada paruh kedua 2027.

Selama proses tersebut berjalan, AC Milan dan Inter tetap menggunakan San Siro. Bahkan pada musim 2026/2027, kedua klub masih mengatur pertandingan kandang mereka di stadion tersebut, sementara kawasan sekitar stadion mulai mengalami penyesuaian untuk mendukung pekerjaan proyek baru.

Ada alasan lain mengapa kedua klub sangat serius ingin memiliki stadion modern. Menurut Presiden Inter Giuseppe Marotta, San Siro sudah terlalu tua dan membutuhkan banyak perawatan. Ia juga menilai pendapatan dari stadion saat ini jauh tertinggal dibandingkan klub-klub besar Eropa yang memiliki stadion modern dengan fasilitas komersial lebih lengkap.

Jadi, AC Milan dan Inter sebenarnya sudah lama ingin keluar dari ketergantungan terhadap San Siro. Hanya saja, perjalanan menuju stadion baru tersandung persoalan lokasi, regulasi, proses administratif, serta perdebatan mengenai masa depan stadion bersejarah tersebut.

Kini jalan keluarnya mulai terlihat. Kedua klub sudah menguasai kompleks San Siro dan menyiapkan stadion baru di kawasan yang sama. Jika seluruh proses berjalan sesuai target, pembangunan stadion baru dapat dimulai pada paruh kedua 2027.

Untuk sementara, San Siro masih menjadi rumah bersama bagi dua rival sekota tersebut. Dua klub, satu stadion, dan sebuah proyek baru yang masih menunggu giliran untuk benar-benar berdiri.

“java” HUT RI ke-81 Kaba Minang