Kabaminang.com – Atalanta, Piala Dunia 2026. Tim nasional Argentina kembali membuktikan mental juara mereka. Dalam laga semifinal Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Mercedes-Benz Stadium, Georgia, Rabu malam waktu setempat, Albiceleste berhasil menumbangkan rival abadi mereka, Inggris, dengan skor tipis 2-1 melalui drama comeback yang luar biasa.
Babak Pertama: Kebuntuan dan Tensi Tinggi
Pertandingan dimulai dengan tensi yang sangat tinggi. Sejak peluit pertama dibunyikan, kedua tim memperagakan permainan fisik yang keras. Inggris, di bawah asuhan Thomas Tuchel, tampil sangat disiplin dalam bertahan, membuat lini tengah Argentina yang dikomandoi Alexis Mac Allister kesulitan mengalirkan bola.
Tidak ada gol yang tercipta hingga turun minum. Kedua tim sama-sama minim menciptakan peluang bersih sehingga babak pertama berakhir dengan skor 0-0.
Satresnarkoba Polres Solok Tangkap Terduga Pengedar Sabu dan Ganja di Kubung17 Jul 2026›02
DPRD Kabupaten Solok Apresiasi Jawaban Pemerintah Daerah atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi, Lanjutkan Pembahasan Ranperda di Tingkat Pansus17 Jul 2026›03
Stefano Lilipaly Resmi Gabung Semen Padang, Kabau Sirah Bertabur Bintang17 Jul 2026›Inggris Mengejutkan Lebih Dulu
Memasuki babak kedua, Inggris tampil lebih berani menekan. Hasilnya terlihat pada menit ke-55. Melalui skema serangan balik cepat, Morgan Rogers melepaskan umpan silang akurat yang berhasil disambar Anthony Gordon.
Sontekan Gordon bersarang di pojok gawang Emiliano Martinez dan membawa The Three Lions unggul 1-0, membuat pendukung Inggris bergemuruh.
Sihir Lionel Messi dan Kebangkitan Argentina
Tertinggal satu gol membuat Argentina tampil habis-habisan. Pelatih Lionel Scaloni memasukkan Lautaro Martinez untuk menambah daya dobrak. Namun, sosok pembeda tetaplah sang kapten, Lionel Messi.
Pada menit ke-85, Messi menunjukkan visinya yang luar biasa. Ia memberikan umpan pendek yang membelah pertahanan Inggris kepada Enzo Fernandez. Dari luar kotak penalti, Enzo melepaskan tembakan melengkung yang gagal dijangkau Jordan Pickford. Skor pun berubah menjadi 1-1.
Saat laga seolah akan berlanjut ke babak tambahan waktu, keajaiban kembali terjadi pada masa injury time (90+2′). Messi kembali menjadi aktor intelektual dengan mengirimkan umpan lambung terukur ke jantung pertahanan Inggris. Lautaro Martinez memenangi duel udara dan menyundul bola masuk ke gawang.
Stadion bergemuruh. Argentina berbalik unggul 2-1 pada menit-menit akhir pertandingan.
Menuju Final Bersejarah
Hingga wasit meniup peluit panjang, skor tetap bertahan untuk kemenangan Argentina. Dengan hasil ini, Argentina resmi melaju ke final Piala Dunia 2026 untuk mempertahankan gelar juara mereka.
Di partai puncak, Argentina akan menghadapi Spanyol dalam laga yang diprediksi menjadi salah satu final terbaik dalam sejarah Piala Dunia.
Sementara itu, mimpi “It’s Coming Home” bagi Inggris kembali harus terkubur. Harry Kane dan kawan-kawan akan bertanding memperebutkan posisi ketiga melawan Prancis.
Susunan Pemain
Inggris (4-2-3-1): Pickford; Walker, Stones, Guehi, Shaw; Rice, Mainoo; Saka, Bellingham, Gordon; Kane.
Argentina (4-3-3): E. Martinez; Molina, Romero, Lisandro Martinez, Tagliafico; De Paul, Enzo, Mac Allister; Messi, Alvarez, Di Maria (Lautaro 70′).
“java”






