Kaba Minang KABAMINANG.com Terdepan Dalam Mengabarkan
Kabupaten SolokSUMBAR

Kajian Penuh Makna di Masjid Raya Jabal Nur, Ustadz Wawan Syafriandi DA’I Muda Solok Kupas Cara Pandang Muslim terhadap Dunia

×

Kajian Penuh Makna di Masjid Raya Jabal Nur, Ustadz Wawan Syafriandi DA’I Muda Solok Kupas Cara Pandang Muslim terhadap Dunia

Sebarkan artikel ini

Kabaminang.Com – Bukit Tandang 5/7/2026, Suasana khusyuk dan penuh kehangatan menyelimuti Masjid Raya Jabal Nur, Nagari Bukit Tandang, Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok, Sabtu (4/7/2026), saat ratusan jamaah menghadiri kegiatan dakwah yang diselenggarakan oleh Rumah Zakat bersama Berkat Umat.

Kegiatan kajian tersebut juga dihadiri oleh Relawan Inspirasi Rumah Zakat, Bapak Arif Fariansyah, M.Pd, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pembinaan masyarakat melalui dakwah dan pendidikan keagamaan.

Dalam kegiatan tersebut, Ustadz Wawan Syafriandi, S.Pd, Da’i Muda Solok sekaligus lulusan Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Mahmud Yunus Batusangkar, menyampaikan ceramah selama kurang lebih 30 menit dengan tema “Cara Pandang Seorang Muslim Terhadap Dunia.”

Sejak awal penyampaian materi, Ustadz Wawan mengajak jamaah untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan melaksanakan seluruh perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Menurutnya, kehidupan dunia hanyalah tempat persinggahan yang penuh ujian, sedangkan kehidupan akhirat merupakan tujuan utama setiap orang yang beriman.

“Dunia bukanlah tujuan akhir kehidupan, melainkan tempat Allah menguji setiap hamba-Nya. Jangan sampai kita terlalu sibuk mengejar dunia hingga melupakan bekal menuju kehidupan yang kekal,” ujar Ustadz Wawan di hadapan jamaah.

Dalam ceramahnya, ia menjelaskan bahwa setiap manusia memiliki ujian yang berbeda-beda. Orang kaya diuji dengan hartanya, orang miskin dengan kesabarannya, pejabat dengan amanahnya, pedagang dengan kejujurannya, guru dengan ilmunya, dan orang tua dengan tanggung jawab mendidik anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang beriman dan berakhlak mulia.

Mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Mulk ayat 2, ia menegaskan bahwa kehidupan dan kematian diciptakan sebagai ujian untuk mengetahui siapa yang paling baik amalnya.

Selain sebagai tempat ujian, dunia juga merupakan ladang amal. Ustadz Wawan mengingatkan bahwa setiap kebaikan, sekecil apa pun, akan mendapatkan balasan dari Allah SWT. Sebaliknya, dosa yang dianggap ringan namun dilakukan terus-menerus dapat mengeraskan hati dan menjauhkan seseorang dari rahmat-Nya.

Ia mengajak seluruh jamaah untuk memanfaatkan waktu dengan memperbanyak ibadah, membaca Al-Qur’an, menjaga shalat berjamaah, memperbanyak sedekah, mempererat silaturahmi, serta menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama.

Tidak hanya itu, Ustadz Wawan juga menekankan bahwa seluruh nikmat yang dimiliki manusia, seperti harta, jabatan, ilmu, keluarga, dan usia, hanyalah amanah dari Allah SWT yang suatu saat akan dimintai pertanggungjawaban.

Sebagai teladan, ia mengangkat kisah Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang dikenal sangat amanah dalam menjaga hak-hak umat. Kisah tersebut menjadi pelajaran bahwa seorang muslim harus bersikap jujur, adil, dan berhati-hati dalam menjalankan setiap amanah.

Menjelang akhir ceramah, Ustadz Wawan mengajak jamaah untuk melakukan muhasabah diri. Ia mengingatkan agar umat Islam tidak hanya mempersiapkan kehidupan dunia yang sementara, tetapi juga memperbanyak bekal untuk kehidupan akhirat yang kekal.

“Jadikan dunia berada di tangan kita, bukan di dalam hati kita. Carilah rezeki yang halal, namun jangan pernah meninggalkan shalat, Al-Qur’an, sedekah, dan majelis ilmu. Itulah bekal terbaik ketika kita kembali menghadap Allah SWT,” pesannya.

Kegiatan dakwah yang berlangsung dengan tertib dan penuh kekhusyukan tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Kehadiran Relawan Inspirasi Rumah Zakat, Bapak Arif Fariansyah, M.Pd, turut memperkuat sinergi dakwah dan pemberdayaan masyarakat yang diusung Rumah Zakat. Melalui kolaborasi Rumah Zakat dan Berkat Umat, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat syiar Islam, meningkatkan semangat masyarakat dalam menuntut ilmu agama, serta membangun generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.(KBM)