BERITATerkini

Selokan Tersumbat, Air Masuk ke Kelas SMKN 2 Lembah Gumanti, Sekolah Butuh Penanganan Cepat

×

Selokan Tersumbat, Air Masuk ke Kelas SMKN 2 Lembah Gumanti, Sekolah Butuh Penanganan Cepat

Sebarkan artikel ini


Hujan Deras Picu Air Masuk ke Ruang Kelas

KABAMINANG.com – Lembah Gumanti. Hujan dengan intensitas tinggi di Nagari Sungai Nanam dalam beberapa hari terakhir menyebabkan air masuk ke sejumlah ruang kelas di SMKN 2 Lembah Gumanti yang berada di Lipek Pageh. Kamis 23 April 2026

Air meluap ke dalam kelas karena selokan di sekitar sekolah tertimbun tanah sehingga aliran air tidak berjalan lancar. Akibatnya, air melimpah dan langsung masuk ke dalam ruangan saat hujan turun deras.

Ganggu Proses Belajar dan Fasilitas Sekolah

Kondisi tersebut mengganggu aktivitas belajar mengajar. Selain itu, air juga berpotensi merusak berbagai fasilitas sekolah seperti meja, kursi, serta perangkat elektronik yang digunakan dalam proses pembelajaran.

Pihak sekolah menilai kondisi ini perlu segera ditangani. Mereka menekankan pentingnya perbaikan sistem drainase agar kejadian serupa tidak terus berulang saat hujan turun.

Sekolah Ajukan Proposal Perbaikan

Kepala sekolah, Aviv Andrici, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengajukan proposal perbaikan drainase ke dinas terkait.

Namun, ia menjelaskan bahwa proses realisasi membutuhkan waktu karena harus melalui tahapan administrasi dan penganggaran yang cukup panjang.

Ia juga mengajak semua pihak untuk ikut berpartisipasi dalam penanganan awal. Menurutnya, langkah cepat sangat dibutuhkan sambil menunggu bantuan resmi dari pemerintah.

Dorong Gotong Royong untuk Penanganan Darurat

Ketua Ikatan Keluarga Kenagarian Sungai Nanam (IKKSN), Salmanir Datuak Bandaro, menyarankan langkah cepat melalui gotong royong bersama masyarakat.

Ia menilai kondisi ini sudah masuk kategori darurat sehingga membutuhkan tindakan langsung di lapangan agar dampak tidak semakin meluas.

Usulan Peminjaman Truk Sampah

Ia juga menyarankan agar pihak sekolah berkoordinasi dengan pemerintah nagari. Komunikasi dapat dilakukan dengan Pj. Wali Nagari Persiapan Sungai Nanam Timur, Al-Masra, serta Wali Nagari Induk Sungai Nanam, Delfi.

Tujuannya untuk meminjam mobil truk sampah milik BUMNAG guna mengangkut timbunan tanah dari selokan yang tersumbat.

Selain itu, ia juga mendorong komite sekolah agar aktif berkomunikasi dengan pihak nagari untuk mempercepat proses penanganan.

Harapan Sinergi Semua Pihak

Pihak sekolah berharap adanya kerja sama antara sekolah, komite, pemerintah nagari, dan para perantau. Sinergi ini dinilai penting untuk menyelesaikan masalah dalam waktu cepat.

Dengan langkah bersama, aliran air di selokan diharapkan kembali normal sehingga ruang kelas tetap aman saat hujan turun.

Minta Perhatian Pemerintah Daerah

Sekolah juga berharap pemerintah daerah, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Dinas Pendidikan Kabupaten Solok, serta DPRD dapat turun langsung melihat kondisi tersebut.

Apalagi sebelumnya sekolah ini juga terdampak longsor. Kondisi ini menambah urgensi penanganan agar lingkungan sekolah tetap aman dan layak digunakan.

Butuh Solusi Jangka Pendek dan Panjang

Pihak sekolah menilai penanganan darurat melalui gotong royong harus segera dilakukan. Namun, mereka juga tetap menunggu solusi jangka panjang dari pemerintah melalui perbaikan permanen.

Dengan kombinasi langkah cepat dan dukungan pemerintah, sekolah berharap masalah drainase dapat terselesaikan secara menyeluruh.

“MB”