Kaba Minang KABAMINANG.com Terdepan Dalam Mengabarkan
DharmasrayaSUMBAR

Karhutla Dharmasraya Terkendali, Kesiapsiagaan Lintas Sektor Diperkuat Hadapi El Nino Godzilla 2026

×

Karhutla Dharmasraya Terkendali, Kesiapsiagaan Lintas Sektor Diperkuat Hadapi El Nino Godzilla 2026

Sebarkan artikel ini

Kabaminang.com – Pulau Punjung. Pemerintah Kabupaten Dharmasraya bersama TNI, Polri dan berbagai unsur terkait terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di tengah musim El Nino Godzilla 2026.

Kolaborasi lintas sektoral yang dilakukan sejak dini tersebut membuahkan hasil. Sejumlah kejadian kebakaran yang muncul di beberapa wilayah Kabupaten Dharmasraya selama periode musim kemarau dapat ditangani dengan cepat sehingga tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar dan tidak sampai membahayakan keselamatan masyarakat.

Kesiapsiagaan tersebut tidak hanya dilakukan melalui penambahan perhatian terhadap personel dan peralatan pemadaman, tetapi juga mencakup pemantauan titik panas, koordinasi dengan TNI dan Polri, kesiapan pemerintah kecamatan dan nagari hingga pelayanan kesehatan masyarakat.

Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, S.H., LL.M., sekitar dua minggu sebelumnya telah menginstruksikan unit-unit kedaruratan di Kabupaten Dharmasraya agar meningkatkan kesiapan menghadapi potensi Karhutla, baik dari sisi personel maupun peralatan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya, Medison, S.Sos., M.Si., melalui Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Dharmasraya, Suherman Junaidi, S.Kom., M.M., saat ditemui di Pulau Punjung, Jumat (4/9/2026), mengatakan peningkatan kesiapsiagaan tersebut merupakan langkah antisipasi pemerintah daerah menghadapi kondisi kemarau dan potensi meningkatnya risiko kebakaran selama musim El Nino 2026.

“Sejak dua minggu lalu Ibu Bupati sudah memerintahkan unit-unit kedaruratan untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Kita tidak ingin menunggu terjadi kebakaran baru bergerak. Kesiapan personel, peralatan dan koordinasi harus dilakukan sejak dini,” ujar Suherman.

Lima Pos Damkar Disiagakan 24 Jam

Pada sektor pemadaman kebakaran, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menyiagakan lima unit kendaraan pemadam kebakaran yang didukung 66 personel.

Kesiapsiagaan tersebut diperkuat melalui lima pos yang beroperasi selama 24 jam. Pos tersebut berada di Pulau Punjung, Blok B Sitiung 1, Timpeh, Koto Baru dan Sungai Rumbai.

Penempatan personel dan peralatan pada sejumlah titik tersebut dilakukan untuk mempercepat mobilisasi ketika terjadi kebakaran. Dengan keberadaan pos di beberapa wilayah, petugas diharapkan dapat segera bergerak menuju lokasi apabila menerima informasi mengenai adanya titik api.

Selain memperkuat kesiapan internal, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya juga terus meningkatkan koordinasi bersama TNI dan Polri.

Apel siaga telah dilaksanakan bersama jajaran kepolisian di Polsek Pulau Punjung, Polsek Koto Agung, Polsek Koto Baru dan Polsek Sungai Rumbai.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan koordinasi antarinstansi sekaligus memastikan adanya respons cepat apabila terjadi Karhutla di wilayah Kabupaten Dharmasraya.

Atas arahan Bupati Annisa Suci Ramadhani, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya bersama Forkopimda juga telah melaksanakan Deklarasi Anti Karhutla.

Deklarasi tersebut menjadi bentuk komitmen bersama untuk memperkuat langkah pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan di daerah.

Deklarasi ditandatangani oleh Wakil Bupati Dharmasraya bersama unsur Forkopimda, camat hingga wali nagari.

Melalui kesepakatan tersebut, seluruh unsur di tingkat kabupaten hingga nagari diharapkan dapat memperkuat pencegahan, meningkatkan kesiapsiagaan serta mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran di wilayah masing-masing.

Titik Panas Dipantau Selama 24 Jam

Upaya pencegahan dan penanganan Karhutla juga dilakukan melalui pemantauan kondisi wilayah.

BPBD dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Dharmasraya disiagakan selama 24 jam untuk memantau perkembangan kondisi wilayah, termasuk informasi mengenai titik panas atau hotspot.

Pemantauan dilakukan dengan memanfaatkan SiPongi+ atau Sistem Pemantauan Karhutla. Data mengenai titik panas yang diperoleh melalui sistem tersebut digunakan sebagai informasi awal yang selanjutnya dapat diverifikasi oleh petugas di lapangan.

Menurut Suherman, sistem pemantauan tersebut membantu pemerintah daerah memperoleh informasi lebih cepat sehingga langkah pengecekan dapat segera dilakukan.

“Dengan pemantauan ini, kita bisa memperoleh informasi titik panas secara cepat dan langsung melakukan pengecekan serta tindakan di lapangan. Jadi tidak harus menunggu laporan dari bawah baru kita bergerak,” jelas Suherman.

Informasi titik panas tersebut tetap menjadi indikasi awal yang membutuhkan verifikasi di lapangan. Petugas kemudian dapat memastikan kondisi sebenarnya sebelum menentukan langkah penanganan.

Layanan Kesehatan Disiagakan 24 Jam

Kolaborasi penanganan Karhutla di Kabupaten Dharmasraya juga diperkuat dari sisi kesehatan masyarakat.

Seluruh unit layanan kesehatan di Kabupaten Dharmasraya disiagakan selama 24 jam untuk mengantisipasi kemungkinan dampak kabut asap terhadap masyarakat.

Kesiapsiagaan tersebut dilakukan karena kondisi kualitas udara di Kabupaten Dharmasraya sejak 23 Agustus 2026 tercatat berada pada kategori Kurang Sehat hingga Tidak Sehat.

Pemerintah daerah secara rutin memperbarui informasi mengenai kondisi kualitas udara sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat agar menggunakan masker ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.

Sebagai bagian dari upaya perlindungan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya juga telah membagikan sekitar 4.000 masker kepada masyarakat.

Selain pembagian masker, edukasi mengenai bahaya Karhutla dan dampak asap terhadap kesehatan juga terus dilakukan.

Pemerintah daerah turut menyiagakan mesin pompa air sebagai langkah antisipasi menghadapi kondisi kekeringan lahan, termasuk pada lahan pertanian.

Sejumlah Kebakaran Berhasil Dikendalikan

Berdasarkan catatan Satpol PP dan Damkar Kabupaten Dharmasraya, selama musim El Nino 2026 terdapat sejumlah kejadian kebakaran yang tersebar di beberapa kecamatan.

Wilayah yang tercatat mengalami kejadian kebakaran antara lain Timpeh, Koto Baru, Koto Besar, Koto Salak dan Sungai Rumbai.

Setiap kejadian tersebut dapat diantisipasi dan dikendalikan melalui respons cepat petugas di lapangan.

Penanganan juga didukung oleh masyarakat serta koordinasi bersama TNI, Polri, pemerintah kecamatan dan pemerintah nagari.

Suherman mengatakan kesiapsiagaan yang telah dibangun sejak awal menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah kebakaran berkembang lebih luas.

“Alhamdulillah, berkat kerja sama semua pihak, setiap kejadian kebakaran yang muncul dapat kita antisipasi dan kendalikan dengan baik sehingga tidak sampai membahayakan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan penanganan tersebut tidak terlepas dari kesiapan personel, ketersediaan peralatan, koordinasi lintas sektoral serta kecepatan petugas dalam merespons setiap indikasi kebakaran.

Karena itu, kesiapsiagaan tetap dipertahankan meskipun sejumlah kejadian kebakaran yang muncul sejauh ini dapat dikendalikan.

Kabut Asap Diduga Berasal dari Luar Dharmasraya

Terkait kondisi kabut asap yang dirasakan masyarakat, Suherman menjelaskan bahwa asap yang menyelimuti Kabupaten Dharmasraya sejak 24 Agustus 2026 tidak seluruhnya berasal dari kejadian Karhutla yang terjadi di wilayah Dharmasraya.

Dugaan tersebut berdasarkan sejumlah indikator di lapangan.

Di antaranya jumlah kejadian kebakaran di Kabupaten Dharmasraya yang relatif sedikit, luas lahan yang terbakar tidak terlalu besar serta kejadian kebakaran yang tidak berlangsung setiap hari.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah daerah menduga sebagian kabut asap yang dirasakan masyarakat merupakan asap kiriman dari wilayah di luar Kabupaten Dharmasraya.

“Kalau kita lihat dari kejadian kebakaran di Dharmasraya, jumlahnya relatif sedikit dan luas lahan yang terbakar juga tidak terlalu besar. Kebakaran juga tidak terjadi setiap hari. Karena itu, asap yang dirasakan masyarakat sejak 24 Agustus lalu diduga merupakan asap kiriman dari luar Kabupaten Dharmasraya,” jelasnya.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan kualitas udara.

Pemantauan juga dilakukan terhadap perkembangan titik panas di wilayah Dharmasraya maupun wilayah sekitarnya.

Langkah tersebut diperlukan untuk mengetahui perkembangan kondisi udara sekaligus mengantisipasi apabila terjadi peningkatan aktivitas kebakaran yang berpotensi memengaruhi kondisi wilayah Dharmasraya.

Hujan Mulai Turun, Pemerintah Berharap Segera Merata

Di tengah kondisi kemarau dan kabut asap tersebut, pemerintah daerah mencatat hujan dengan intensitas ringan, sedang hingga lebat mulai terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Dharmasraya.

Namun, hujan yang turun belum merata dan durasinya juga belum berlangsung cukup lama.

Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah masih mempertahankan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama apabila terdapat wilayah yang masih mengalami kondisi lahan kering.

“Kita mencatat di berbagai wilayah Dharmasraya sudah turun hujan, ada yang intensitasnya ringan, sedang dan bahkan lebat. Tetapi belum merata dan durasinya juga belum terlalu lama. Mudah-mudahan hujan segera turun secara merata sehingga kondisi lahan kembali lebih lembap dan risiko kebakaran dapat semakin ditekan,” harapnya.

Pemerintah Kabupaten Dharmasraya akan terus mempertahankan kesiapsiagaan selama musim El Nino Godzilla 2026.

Langkah tersebut dilakukan melalui pemantauan titik panas, pengecekan langsung ke lapangan, kesiapan personel dan peralatan pemadaman, koordinasi bersama TNI dan Polri, pelayanan kesehatan masyarakat serta edukasi kepada masyarakat.

Suherman menegaskan bahwa pencegahan tetap menjadi langkah utama dalam menghadapi potensi Karhutla.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran. Pemerintah siap, personel siap, peralatan siap, tetapi partisipasi masyarakat juga sangat menentukan. Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar dan segera laporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap yang mencurigakan,” pungkasnya.

“NT” HUT RI ke-81 Kaba Minang