Kaba Minang KABAMINANG.com Terdepan Dalam Mengabarkan
Kabupaten SolokSUMBAR

Peringatan Maulid Nabi di Nagari Cupak, Ustadz Wawan Syafriandi Ajak Jamaah Wujudkan Cinta Rasulullah dengan Lima Perubahan

×

Peringatan Maulid Nabi di Nagari Cupak, Ustadz Wawan Syafriandi Ajak Jamaah Wujudkan Cinta Rasulullah dengan Lima Perubahan

Sebarkan artikel ini

Kabaminang.com – Cupak. Peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ yang digelar Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Nagari Cupak menjadi momentum untuk kembali menguatkan kecintaan kepada Rasulullah ﷺ. Tidak sekadar mengenang kelahiran Nabi, jamaah diajak menjadikan Maulid sebagai titik awal untuk melakukan perubahan nyata dalam kehidupan, Kamis (03/09/2026).

Pesan tersebut disampaikan Ustadz Wawan Syafriandi, S.Pd., Da’i Muda Solok, dalam tausiah pada kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ di Nagari Cupak.

Dalam ceramahnya, Ustadz Wawan menegaskan bahwa kecintaan kepada Rasulullah ﷺ tidak cukup hanya dengan ucapan. Cinta kepada Nabi harus dibuktikan melalui ketaatan kepada Allah SWT, mengikuti sunnah, meneladani akhlak, serta menghadirkan manfaat bagi kehidupan masyarakat.

Sekretaris Nagari Sampaikan Informasi Pembangunan dan Agenda Keagamaan

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Sekretaris Nagari Cupak, Ibu Fatmawati.

Dalam sambutannya, Ibu Fatmawati menyampaikan sejumlah informasi penting kepada masyarakat Nagari Cupak, di antaranya terkait hibah untuk pembangunan masjid di Aie Angek Sonsang.

Ia juga menyampaikan informasi mengenai pembangunan Kantor Pelayanan Haji dan Umroh Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Solok yang berlokasi di Jorong Pasa Usang, Nagari Cupak.

Selain itu, masyarakat juga diajak bersama-sama menyukseskan MTQ Nasional Tingkat Kecamatan Gunung Talang, dengan Nagari Cupak sebagai tuan rumah.

Informasi tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan sekaligus menjadi ajakan kepada masyarakat untuk terus mendukung pembangunan serta kegiatan keagamaan di Nagari Cupak.

Ustadz Wawan: Bukti Cinta kepada Nabi Harus Melahirkan Perubahan

Memasuki sesi tausiah, Ustadz Wawan Syafriandi, S.Pd. mengajak jamaah merenungkan kembali makna kecintaan kepada Rasulullah ﷺ.

Menurutnya, Rasulullah ﷺ bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk diteladani.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Ahzab ayat 21:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian.”

Berangkat dari ayat tersebut, Ustadz Wawan menyampaikan lima perubahan yang perlu dilakukan sebagai bukti cinta kepada Rasulullah ﷺ.

1. Memperkuat Ketaatan kepada Allah SWT

Perubahan pertama adalah memperkuat ketaatan dan kepatuhan kepada Allah SWT.

Rasulullah ﷺ merupakan teladan utama dalam menjalankan seluruh perintah Allah. Karena itu, semakin seseorang mencintai Rasulullah ﷺ, seharusnya semakin baik pula ketaatannya kepada Allah SWT.

Kecintaan kepada Nabi harus terlihat dalam salat, ibadah, ketaatan, serta usaha meninggalkan berbagai perbuatan yang dilarang Allah SWT.

2. Meningkatkan Semangat Menuntut Ilmu

Perubahan kedua adalah meningkatkan semangat menuntut ilmu dan memperluas wawasan.

Islam menempatkan ilmu pada posisi yang sangat penting. Wahyu pertama yang diterima Rasulullah ﷺ bahkan diawali dengan perintah:

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ

“Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan.”

Ustadz Wawan mengajak jamaah untuk tidak berhenti belajar. Ilmu agama harus terus diperdalam, sementara ilmu pengetahuan yang bermanfaat juga perlu dikembangkan agar umat mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

3. Memperbaiki Akhlak

Perubahan ketiga adalah memperbaiki akhlak.

Rasulullah ﷺ merupakan manusia dengan akhlak yang sangat mulia. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Qalam ayat 4:

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

“Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung.”

Karena itu, mencintai Rasulullah ﷺ berarti berusaha menghadirkan akhlak beliau dalam kehidupan: jujur, amanah, santun, sabar, pemaaf, menghormati sesama, dan menjaga lisan.

4. Memakmurkan Masjid dan Memperkuat Persaudaraan

Perubahan keempat adalah semakin mencintai masjid dan memperkuat persaudaraan umat.

Masjid tidak hanya menjadi tempat melaksanakan salat, tetapi juga tempat membangun kehidupan umat. Masjid perlu dimakmurkan dengan ibadah, pendidikan, kajian, dan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Allah SWT berfirman dalam QS. At-Taubah ayat 18:

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ

“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian.”

Ustadz Wawan juga mengajak jamaah menjaga silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah serta menghindari hal-hal yang dapat memecah persatuan masyarakat.

5. Menjadi Pribadi yang Bermanfaat

Perubahan kelima adalah menjadi pribadi yang memberikan manfaat bagi agama dan masyarakat.

Menurut Ustadz Wawan, seorang muslim hendaknya tidak hanya memikirkan dirinya sendiri. Kehadiran seorang muslim harus mampu memberikan manfaat bagi keluarga, tetangga, lingkungan, dan masyarakat luas.

Semangat berbuat baik harus terus dijaga, karena kehidupan yang terbaik adalah kehidupan yang memberikan manfaat dan meninggalkan kebaikan bagi orang lain.

Maulid Nabi Jangan Berhenti sebagai Seremonial

Ustadz Wawan menekankan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ hendaknya tidak berhenti pada acara seremonial.

Maulid harus menjadi momentum untuk melakukan muhasabah dan perubahan diri.

“Jika kita mengaku mencintai Rasulullah ﷺ, maka mari kita buktikan dengan perubahan. Ibadah diperbaiki, ilmu ditingkatkan, akhlak dibenahi, masjid dimakmurkan, persaudaraan diperkuat, dan kehidupan kita diusahakan agar semakin bermanfaat bagi orang lain.”

Pesan tersebut menjadi inti tausiah yang disampaikan kepada jamaah IPHI Nagari Cupak agar kecintaan kepada Rasulullah ﷺ tidak hanya hadir dalam lisan, tetapi benar-benar tercermin dalam perilaku sehari-hari.

Ketua IPHI Nagari Cupak Berikan Sambutan Terakhir

Setelah tausiah yang disampaikan oleh Ustadz Wawan Syafriandi, S.Pd., rangkaian sambutan kemudian ditutup dengan sambutan Ketua IPHI Nagari Cupak, Bapak H. Samsul Bahri, S.H.

Sambutan Ketua IPHI tersebut menjadi sambutan terakhir dalam rangkaian acara.

Kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ di Nagari Cupak diharapkan tidak hanya mempererat silaturahmi antarjamaah dan masyarakat, tetapi juga mampu menumbuhkan semangat untuk terus memperbaiki diri dan menghidupkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah ﷺ dalam kehidupan.

Karena mencintai Rasulullah ﷺ bukan hanya tentang seberapa sering kita menyebut namanya, tetapi seberapa sungguh kita berusaha mengikuti jalan hidup dan akhlak beliau.

“WRM” HUT RI ke-81 Kaba Minang