Kaba Minang KABAMINANG.com Terdepan Dalam Mengabarkan
Kabupaten SolokSUMBAR

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SDN 15 Koto Anau, Ustadz Wawan Syafriandi Ajak Siswa Lakukan 5 Perubahan

×

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SDN 15 Koto Anau, Ustadz Wawan Syafriandi Ajak Siswa Lakukan 5 Perubahan

Sebarkan artikel ini

Kabaminang.com – Kabupaten Solok. SDN 15 Koto Anau, Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok, menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di halaman SDN 15 Koto Anau tersebut diikuti keluarga besar sekolah dengan penuh khidmat dan semangat.

Dalam kegiatan tersebut, hadir sebagai penceramah Ustadz Wawan Syafriandi, S.Pd., yang dikenal sebagai Da’i Muda Solok. Ustadz Wawan Syafriandi merupakan alumni Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Mahmud Yunus Batusangkar dan saat ini mengabdikan diri sebagai guru di MAN 2 Solok.

Mengusung tema “Semoga Keteladanan Rasulullah SAW Menjadi Inspirasi untuk Kita”, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum untuk mengajak para peserta didik agar tidak hanya mengenal Rasulullah SAW melalui kisah dan sejarah perjuangannya, tetapi juga berusaha meneladani ajaran dan akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Sekolah: Maulid Nabi Momentum Meneladani Rasulullah

Sebelum penyampaian tausiyah, kegiatan diawali dengan sambutan Kepala SDN 15 Koto Anau, Fitri Yanti, S.Pd.

Dalam sambutannya, Fitri Yanti menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.

Ia berharap peringatan Maulid Nabi menjadi momentum bagi para siswa untuk semakin mengenal, mencintai, dan meneladani Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga anak-anak kita dapat mengambil pelajaran dari keteladanan Rasulullah SAW dan menerapkannya dalam kehidupan, baik di sekolah, di rumah, maupun di tengah masyarakat,” ujarnya.

Kepala sekolah juga mengajak para siswa untuk mengikuti kegiatan dengan baik serta mengamalkan ilmu dan nasihat yang diperoleh, sehingga tumbuh menjadi generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

Maulid Nabi, Momentum untuk Berubah Menjadi Lebih Baik

Dalam tausiyahnya, Ustadz Wawan Syafriandi menyampaikan materi bertajuk “5 Perubahan yang Harus Kita Lakukan sebagai Bukti Pengakuan Cinta dan Menjadi Umat Nabi Muhammad SAW.”

Ia menjelaskan bahwa peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

“Kalau kita benar-benar mencintai Nabi Muhammad SAW, maka cinta itu harus dibuktikan dengan perubahan dalam kehidupan kita,” ungkap Ustadz Wawan di hadapan para siswa.

1. Lebih Taat kepada Allah SWT

Perubahan pertama yang disampaikan adalah meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT. Para siswa diajak untuk menjaga salat lima waktu, rajin berdoa, bersyukur atas nikmat Allah SWT, serta menjauhi segala bentuk perbuatan yang dilarang oleh agama.

Menurut Ustadz Wawan, kecintaan kepada Rasulullah SAW harus dibuktikan dengan mengikuti ajaran yang beliau bawa, yaitu ajaran Islam yang mengajak umat untuk beribadah dan taat kepada Allah SWT.

2. Rajin Belajar dan Menuntut Ilmu

Perubahan kedua adalah meningkatkan semangat dalam belajar dan menuntut ilmu. Para siswa diingatkan agar memiliki semangat dalam mengejar cita-cita serta menggunakan waktu dengan kegiatan yang bermanfaat.

Selain belajar di sekolah, para peserta didik juga diajak untuk memperbanyak membaca, menghafal Al-Qur’an, serta mendengarkan dan melaksanakan nasihat dari guru dan orang tua.

3. Memperbaiki Akhlak

Selanjutnya, perubahan ketiga adalah memperbaiki akhlak. Dalam penyampaiannya, para siswa diajak untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dengan membiasakan diri berkata jujur, bersikap sopan, tidak berkata kasar, tidak mengejek teman, serta menjauhi segala bentuk perilaku perundungan atau bullying.

“Anak yang hebat bukan hanya anak yang pintar, tetapi anak yang pintar dan memiliki akhlak yang baik,” pesan Ustadz Wawan.

4. Berbakti kepada Orang Tua dan Menghormati Guru

Perubahan keempat adalah berbakti kepada orang tua dan menghormati guru. Para siswa diingatkan tentang besarnya jasa orang tua yang telah merawat, membesarkan, dan memberikan kasih sayang kepada mereka.

Selain itu, para peserta didik juga diajak untuk menghormati para guru yang telah mendidik, memberikan ilmu, serta membimbing mereka dalam perjalanan pendidikan.

5. Lebih Giat Mengaji dan Membaca Al-Qur’an

Sementara itu, perubahan kelima yang menjadi penekanan dalam tausiyah tersebut adalah membiasakan diri untuk lebih giat mengaji dan membaca Al-Qur’an setiap hari.

Para siswa diajak untuk mulai mendekatkan diri kepada Al-Qur’an. Tidak harus langsung membaca dalam jumlah yang banyak, tetapi yang terpenting adalah dilakukan secara rutin dan istiqamah.

“Jangan sampai kita setiap hari punya waktu untuk bermain, tetapi tidak punya waktu untuk membuka dan membaca Al-Qur’an,” pesan Ustadz Wawan Syafriandi.

Ia juga mengajak para siswa untuk memanfaatkan waktu setelah salat Magrib maupun waktu-waktu lainnya untuk mengaji dan membaca Al-Qur’an bersama keluarga.

Semangat Mencintai Rasulullah SAW

Penyampaian tausiyah tersebut mendapat perhatian dan antusiasme dari para peserta. Melalui kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, para siswa diharapkan dapat mengambil pelajaran dari kehidupan Rasulullah SAW serta menerapkan ajaran dan keteladanannya dalam kehidupan sehari-hari.

Di penghujung kegiatan, para siswa diajak untuk bersama-sama menguatkan semangat cinta kepada Rasulullah SAW melalui seruan penuh semangat:

NABI MUHAMMAD RASULKU!
NABI MUHAMMAD IDOLAKU!
NABI MUHAMMAD PANUTANKU!
AKHLAKNYA TELADANKU!
SUNNAHNYA PEDOMAN HIDUPKU!

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SDN 15 Koto Anau diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi benar-benar menjadi momentum pembentukan karakter peserta didik.

Melalui keteladanan Rasulullah SAW, para siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang beriman, berakhlak mulia, rajin belajar, berbakti kepada orang tua, menghormati guru, mencintai Al-Qur’an, serta menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan.

” WRM” HUT RI ke-81 Kaba Minang