Kabaminang.com – Kabupaten Solok. SMKN 1 Singkarak menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan sekaligus membentuk karakter generasi muda yang berakhlak dan bijak dalam menghadapi perkembangan zaman.
Dalam kesempatan tersebut, Plt. Kepala SMKN 1 Singkarak, Mairiswen, S.Ag., mengingatkan para siswa agar lebih bijak dalam membuat dan menggunakan media sosial. Para pelajar diajak untuk berpikir terlebih dahulu sebelum membuat maupun membagikan suatu konten, serta memanfaatkan media sosial untuk hal-hal yang positif, edukatif, dan memberikan manfaat.
Ia juga mengingatkan siswa agar tidak membuat maupun menyebarkan konten yang dapat merugikan diri sendiri ataupun orang lain, seperti penghinaan, perundungan, provokasi, serta informasi yang belum terbukti kebenarannya.
Pesan tersebut kemudian menjadi bagian penting dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi. Melalui tausiyahnya, Ustadz Wawan Syafriandi, S.Pd., Da’i Muda Solok, mengajak para siswa untuk tidak menjadikan Maulid Nabi Muhammad ﷺ sekadar kegiatan seremonial.
Menurutnya, peringatan kelahiran Rasulullah ﷺ seharusnya menjadi momentum untuk melakukan perubahan dalam kehidupan, khususnya bagi generasi muda.
Ada empat perubahan yang perlu dilakukan sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah ﷺ.
Pertama, meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT. Generasi muda diajak untuk menjaga salat, membaca Al-Qur’an, serta menjauhi berbagai perbuatan yang dilarang agama.
Kedua, bersemangat dalam menuntut ilmu dan menambah wawasan. Sebagai siswa SMK, para pelajar tidak hanya dituntut memiliki pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang dapat menjadi bekal untuk menghadapi masa depan.
Ketiga, memperbaiki akhlak. Para siswa diajak meneladani akhlak Rasulullah ﷺ dengan menghormati orang tua dan guru, menyayangi teman, serta menjauhi perundungan (bullying), perkataan kasar, kekerasan, dan berbagai perilaku negatif lainnya.
Keempat, memakmurkan masjid. Masjid diharapkan menjadi tempat bagi generasi muda untuk memperkuat iman, menuntut ilmu, membangun persaudaraan, sekaligus mendapatkan lingkungan pergaulan yang positif.
Dengan demikian, peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ di SMKN 1 Singkarak diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Momentum tersebut diharapkan menjadi titik awal perubahan bagi para siswa untuk tumbuh menjadi generasi yang lebih taat, berilmu, berakhlak mulia, dekat dengan masjid, serta bijak dalam memanfaatkan teknologi dan media sosial.
Pada akhirnya, kecintaan kepada Rasulullah ﷺ tidak cukup hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga melalui upaya untuk mengikuti dan menerapkan teladan beliau dalam kehidupan sehari-hari.









