KABAMINANG.com – Nagari Sungai Nanam, Kabupaten Solok, menyimpan potensi besar di sektor pendidikan yang belum tergarap maksimal. Setiap tahun, sekitar 350 siswa lulusan SLTP dari tiga SMP negeri di wilayah tersebut menjadi sumber daya penting bagi pengembangan pendidikan menengah di daerah itu.
Seiring proses pemekaran nagari yang tengah berjalan menjadi empat wilayah, yakni Sungai Nanam Induk, Sungai Nanam Timur, Sungai Nanam Barat, dan Sungai Nanam Selatan, pemerintah daerah berupaya meningkatkan kualitas layanan, termasuk di bidang pendidikan. Nagari ini juga dikenal sebagai kawasan dataran tinggi dengan potensi wisata dan pertanian sayuran.
Namun, dari ratusan lulusan setiap tahun, belum semuanya melanjutkan pendidikan ke sekolah negeri yang tersedia di nagari sendiri, yakni SMAN 2 dan SMKN 2 Lembah Gumanti. Padahal, kedua sekolah tersebut dinilai memiliki fasilitas memadai, tenaga pengajar ASN dan PPPK, serta akses yang mudah dijangkau.
Tokoh masyarakat Sungai Nanam, Salmanir Datuak Bandaro dan Zainal Malin Sulaiman, mengajak masyarakat untuk memprioritaskan pendidikan anak di sekolah negeri setempat.
“Mari kita sekolahkan anak kemenakan ke SMAN 2 atau SMKN 2 Lembah Gumanti. Selain dekat dan terjangkau, kualitas pendidikan tidak diragukan, serta anak tetap dalam pengawasan orang tua,” ujar Salmanir.
Dukungan juga datang dari pemerintah nagari, di antaranya Wali Nagari Sungai Nanam, Delfi, serta jajaran pejabat nagari persiapan pemekaran. Para tokoh masyarakat, baik di kampung halaman maupun di perantauan, turut mendorong langkah ini demi kemajuan pendidikan daerah.
Dengan potensi sekitar 350 lulusan tiap tahun, kedua sekolah tersebut sebenarnya memiliki peluang besar untuk berkembang. Jika sekitar 70 persen lulusan dapat diserap, maka setiap tahun bisa terisi hingga 245 siswa, yang berdampak pada peningkatan fasilitas, tenaga pendidik, serta dukungan dana operasional.
Namun, masih terdapat tantangan berupa persepsi sebagian orang tua yang memilih menyekolahkan anak ke luar daerah. Kondisi ekonomi yang tidak stabil juga kerap menjadi penyebab anak putus sekolah.
Tokoh muda Sungai Nanam, Riki Namzah dan rekan-rekannya, berharap adanya dukungan lebih kuat dari Pemerintah Kabupaten Solok dan Dinas Pendidikan, termasuk kebijakan distribusi siswa dari SMP setempat.
Read More:
- 1 Wakapolda Sumbar Beri Arahan ke Polres Dharmasraya, Tekankan Soliditas dan Profesionalisme
- 2 Wagub DKI Rano Karno Resmikan Gedung Soekarno M. Noor di UIN Bukittinggi, Dukung Status Daerah Istimewa
- 3 Rapat Koordinasi Persiapan Pemberangkatan Jamaah Haji 2026, Kemenag Kabupaten Solok Matangkan Kesiapan Layani 196 Jamaah
Sementara itu, Kepala SMKN 2 Lembah Gumanti, Aviv Andrici, menyampaikan harapan adanya penguatan sarana prasarana seperti laboratorium praktik, bengkel, serta pengembangan teaching factory yang selaras dengan potensi pertanian dan wisata daerah.
Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini SMKN 2 telah mendapatkan izin penambahan jurusan mekanik sepeda motor, serta tengah mengupayakan pembukaan jurusan teknologi seperti servis dan perancangan komputer serta handphone.
Di sisi lain, Kepala SMAN 2 Lembah Gumanti, Boysol Asril, terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui berbagai inovasi, termasuk penyediaan beasiswa dan bantuan bagi siswa kurang mampu.
Tokoh Sumatera Barat sekaligus Ketua PW Muhammadiyah Sumbar, Baktiar, juga mengajak masyarakat untuk mendukung kemajuan sekolah di nagari.
“Jika sekolah ini maju, yang diuntungkan adalah anak kemenakan kita sendiri. Ekonomi nagari akan bergerak, dan generasi muda tetap dekat dengan adat serta keluarga,” ujarnya.
Ajakan serupa disampaikan Masriwal yang berharap SMAN 2 dan SMKN 2 Lembah Gumanti menjadi pilihan utama masyarakat pada penerimaan peserta didik baru tahun ini.
SMKN 2 Lembah Gumanti yang berada di Lipek Pageh menargetkan penerimaan sekitar 150 siswa dengan lima jurusan, sementara SMAN 2 yang berlokasi di Aie Baluluak Sungai Nanam juga menargetkan jumlah siswa serupa dengan enam kelas.
Dengan sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan dunia pendidikan, Sungai Nanam dinilai memiliki peluang besar untuk mencetak generasi muda berkualitas yang mampu bersaing di masa depan.
“MB”







