BERITATerkini

Tradisi Mangalah Warnai Kemeriahan Lebaran di Nagari Gantung Ciri, Diharapkan Jadi Agenda Tahunan

×

Tradisi Mangalah Warnai Kemeriahan Lebaran di Nagari Gantung Ciri, Diharapkan Jadi Agenda Tahunan

Sebarkan artikel ini

Gantung Ciri, KABAMINANG.comDalam rangka memeriahkan Hari Raya Idul Fitri 1446 H, masyarakat Nagari Gantung Ciri, Kecamatan Kubung, menggelar kegiatan Mangalah, sebuah tradisi menangkap ikan secara tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Kegiatan ini bukan hanya menjadi momen untuk berkumpul dan bersenang-senang, namun juga menjadi bentuk pelestarian budaya serta ajang mempererat silaturrahmi antarwarga. 3 April 2025

Mangalah dimulai pada pukul 10.00 WIB dengan menutup saluran air irigasi dan mengalihkan aliran air ke arah lain. Setelah Sholat Zuhur, kegiatan dimulai dengan penuh semangat. Masyarakat dari berbagai kalangan mulai dari anak-anak, para lelaki, hingga ibu-ibu  ikut serta dalam kegiatan ini.

Mereka saling berebut menangkap ikan dengan alat-alat tradisional seperti jala, ember, dan tangan kosong, diiringi gelak tawa dan sorak sorai yang menciptakan suasana penuh keceriaan.

Wali Nagari Gantung Ciri, Zulhendri, turut hadir dan menyampaikan bahwa kegiatan Mangalah ini akan berlangsung hingga hari Minggu. Hal ini berkaitan dengan agenda pelepasan bibit ikan yang dijadwalkan pada hari Senin mendatang. Dalam kesempatan itu, Zulhendri juga menegaskan komitmen pemerintah nagari untuk menjaga kelestarian lingkungan perairan.

“Setelah ini, setiap aktivitas menangkap ikan yang menggunakan sentrum atau potasium akan diberikan sanksi tegas, siapa pun pelakunya. Kita ingin menjaga habitat ikan tetap alami dan lestari untuk generasi yang akan datang,” tegas Zulhendri.

Kemeriahan Mangalah kali ini tak lepas dari antusiasme masyarakat yang sangat tinggi. Salah seorang warga yang ikut serta, Uwek, menyampaikan harapannya agar kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda tahunan Nagari Gantung Ciri.

“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat. Selain jadi ajang hiburan, juga menjadi wadah silaturrahmi masyarakat dari berbagai lapisan. Ini juga bisa menarik para perantau untuk pulang kampung, bahkan berpotensi menjadi daya tarik wisata ke depan,” ujar Uwek.

Dukungan serupa juga datang dari Ketua Pemuda Gantung Ciri, Luthfi Satya, yang memberikan apresiasi atas partisipasi aktif masyarakat dalam Mangalah kali ini.

“Ini bukti kekompakan dan semangat kebersamaan warga kita. Ke depan, kegiatan ini akan kita jadikan agenda tahunan pemuda nagari. Kami akan bersinergi dengan semua pihak untuk menjadikannya lebih meriah dan profesional,” kata Luthfi.

Kegiatan Mangalah tidak hanya menghidupkan kembali kearifan lokal, tetapi juga menjadi momentum penting untuk menyatukan masyarakat dalam suasana lebaran yang penuh berkah.

Tradisi ini menjadi simbol semangat gotong-royong, keberlanjutan budaya, dan kecintaan masyarakat pada lingkungan. Harapannya, dengan dukungan semua pihak, tradisi Mangalah bisa menjadi ikon budaya tahunan Nagari Gantung Ciri yang membanggakan.

(RA)