— Sesi 1 —

Jam menunjukkan pukul 22.00 WIB. Sebuah warung kopi kecil di pinggir jalan masih ramai. Empat orang warga duduk mengelilingi satu meja.

Udin mengeluarkan ponselnya, lalu mengetuk pelan ke meja.
Udin: "Bang, berita hari ini sudah baca?"
Buyuang: "Berita yang mana? Tiap hari berita banyak banar."
— Sesi 2 —

Udin menunjukkan layar HP-nya ke Buyuang dan Rajo.
Udin: "Ini! Katanya ada proyek baru di kampung sebelah."
Rajo: "Proyek lagi? Proyek yang kemarin aja belum selesai."
Mereka semua tertawa kecil.
— Sesi 3 —

Pemilik warung, Uni Mira, datang membawa nampan kopi.
Uni Mira: "Sudahlah kalian bahas proyek terus. Kopinya diminum, nanti dingin."
Buyuang: "Uni, kalau kopinya dingin masih bisa dipanaskan."
Rajo: "Kalau janji pejabat yang dingin, bisa dipanaskan juga?"
Semua langsung tertawa.
— Sesi 4 —

Tawa perlahan berhenti. Udin kembali melihat layar ponselnya dengan serius.
Udin: "Tapi serius. Kalau berita ini benar, kita harus tahu proyeknya apa, dan uangnya dari mana."
Rajo: (mengangguk) "Nah, itu baru pertanyaan."
— Sesi 5 —

Jam menunjukkan 22.47 WIB. Warung mulai sepi. Udin berdiri sambil memasukkan ponselnya ke saku.
Udin: "Besok kita cari informasinya."
Buyuang: "Cari informasi atau cari masalah?"
Udin: "Kalau informasinya jelas, kita dapat jawaban. Kalau tidak jelas... berarti ada yang harus ditanyakan."
— Sesi 6 —

Udin berdiri, memberi hormat kecil ke Pak Datuak dan Uni Mira.
Udin: "Pak Datuak, mohon doanya. Uni, kopi sisanya bayar besok."
Pak Datuak: (mengangguk bijak) "Hati-hati di jalan, anak muda. Cari yang benar, jangan yang enak."
Uni Mira: (tersenyum tipis) "Hati-hati di jalan, Nak."
— Sesi 7 —
Udin berjalan keluar warung, melambaikan tangan ke belakang. Sepeda motornya menderu pelan, menjauh dari cahaya warung, meninggalkan tiga orang yang masih bertahan di meja.
— BERSAMBUNG KE EPISODE 2 —
"Proyek Ada, Papan Informasinya Mana?"
Episode 1: TAMAT
Karakter: Udin, Buyuang, Rajo, Uni Mira, Pak Datuak
Karakter: Udin, Buyuang, Rajo, Uni Mira, Pak Datuak
