Kaba Minang KABAMINANG.com Terdepan Dalam Mengabarkan
DharmasrayaSUMBAR

ISPU Dharmasraya Turun ke 113, Warga Tetap Diminta Waspada

×

ISPU Dharmasraya Turun ke 113, Warga Tetap Diminta Waspada

Sebarkan artikel ini

Kabaminang.com – Dharmasraya. Kabar sedikit melegakan datang dari kondisi kualitas udara di Kabupaten Dharmasraya. Setelah sehari sebelumnya Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) berada di angka 130, pada Kamis (10/9/2026) indeks tersebut turun menjadi 113.

Meski mengalami penurunan, kualitas udara Dharmasraya masih berada dalam kategori tidak sehat. Masyarakat pun diminta tetap waspada, terutama kelompok yang rentan terhadap dampak pencemaran udara.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Dharmasraya, Yosta Defina, mengatakan pihaknya menerima informasi perkembangan ISPU dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sebagai bahan pemantauan kondisi udara.

Menurutnya, kondisi udara yang masih berada pada kategori tidak sehat perlu mendapat perhatian karena dapat memengaruhi kesehatan masyarakat.

“Informasi terkait ISPU terlebih dahulu kami terima dari DLH. Untuk kondisi yang tidak sehat, tentu menjadi perhatian kami, terutama terhadap masyarakat yang rentan,” kata Yosta Defina.

Puskesmas Berikan Edukasi

Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Dharmasraya melalui seluruh puskesmas terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai dampak buruk kualitas udara serta cara mengurangi risiko gangguan kesehatan.

“Kami melalui masing-masing puskesmas terus memberikan edukasi kepada masyarakat. Salah satunya mengimbau agar kegiatan di luar ruangan dikurangi,” ujarnya.

Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada kelompok rentan. Masyarakat juga diminta menghindari aktivitas di luar rumah yang tidak mendesak ketika kualitas udara berada dalam kondisi tidak sehat.

Dinkes mengingatkan masyarakat agar tidak lengah meskipun angka ISPU mengalami penurunan. Sebab, kondisi kualitas udara dapat berubah dari hari ke hari dan kembali meningkat sewaktu-waktu.

1.260 Kasus ISPA dalam 15 Hari

Di tengah kondisi kualitas udara yang masih menjadi perhatian, Dinkes Dharmasraya juga terus memantau perkembangan gangguan kesehatan masyarakat.

Berdasarkan pencatatan selama 15 hari, tercatat 1.260 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Dharmasraya.

Dari 11 kecamatan, kasus ISPA tertinggi tercatat di wilayah Kecamatan Pulau Punjung.

Berdasarkan kelompok usia, sebanyak 269 kasus terjadi pada usia 0–5 tahun, 171 kasus pada usia 6–9 tahun, 123 kasus usia 10–18 tahun, 591 kasus usia 19–59 tahun, serta 112 kasus pada kelompok lansia berusia 60 tahun ke atas.

Kelompok usia 19–59 tahun menjadi kelompok dengan jumlah kasus ISPA paling banyak berdasarkan pencatatan tersebut.

Dinkes Dharmasraya mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondisi tubuh dan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.

Masyarakat juga diminta mengikuti edukasi dan arahan petugas kesehatan melalui puskesmas serta memantau pembaruan ISPU setiap hari.

Penurunan ISPU dari 130 menjadi 113 menjadi perkembangan positif. Namun, karena angka tersebut masih berada dalam kategori tidak sehat, kewaspadaan tetap diperlukan untuk melindungi kesehatan masyarakat.

“NT” HUT RI ke-81 Kaba Minang