Kabaminang.com – Dharmasraya. Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Dharmasraya semakin mengkhawatirkan. Kondisi kualitas udara yang dinilai tidak sehat membuat pemerintah daerah mengambil langkah cepat dengan meliburkan kegiatan sekolah untuk sementara waktu.
Kebijakan tersebut diberlakukan bagi peserta didik PAUD, TK, SD, dan SLTP sederajat, sebagai upaya mengurangi risiko gangguan kesehatan, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Berdasarkan rilis Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya hingga Kamis (10/9/2026), kondisi kualitas udara menunjukkan keadaan yang semakin tidak sehat.
Kondisi kabut asap juga mulai dirasakan langsung masyarakat. Selain mengganggu aktivitas, asap membuat mata perih dan pernapasan terasa sesak.
“Memang pedih di mata, Pak, napas juga dibuat sesak,” kata Ruminah, 56 tahun, salah seorang orangtua wali murid, Kamis (10/9/2026).
Menurut Ruminah, keputusan pemerintah daerah meliburkan sekolah merupakan langkah yang tepat mengingat kondisi udara yang kurang baik serta jarak pandang yang terbatas.
“Kasihan kita dengan anak-anak. Kami saja orangtua sudah dibuat tidak nyaman, apalagi siswa,” ujarnya.
Sekolah Diliburkan Dua Hari
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Dharmasraya, Bobby Perdana Riza, mengatakan kegiatan sekolah mulai diliburkan pada Kamis hingga Jumat.

“Mengingat kondisi udara memang tidak baik, maka sekolah mulai dari PAUD hingga SLTP kita liburkan sementara waktu,” katanya.
Bobby menjelaskan, keputusan tersebut merupakan hasil rapat bersama seluruh Forkopimda dan Bupati Dharmasraya pada Rabu (9/9/2026) malam.
“Hari ini, Surat Edaran kita buat, mengingat rapat selesai pada pukul 21.00 WIB malam,” jelasnya.
Menurut Bobby, peserta didik direncanakan kembali mengikuti kegiatan sekolah pada Senin mendatang apabila kondisi kualitas udara sudah membaik.
Namun, apabila kualitas udara masih berada dalam kondisi mengkhawatirkan, masa libur sekolah dapat diperpanjang.
“Jika belum juga baik, maka libur sekolah akan kita perpanjang. Ini libur sekolah pertama kali bagi SD dan SLTP, sedangkan PAUD dan TK sudah yang kedua kalinya,” ungkap Bobby.
Belajar Tetap Berjalan di Rumah
Meski kegiatan belajar di sekolah diliburkan, Bobby meminta orangtua tetap mendampingi anak-anak belajar dari rumah.
Ia juga mengimbau agar aktivitas anak di luar rumah dikurangi dan anak-anak tidak berkeliaran di tengah kondisi kabut asap.
“Belajar tetap, tetapi di rumah didampingi para orangtua masing-masing, dan mengurangi aktivitas anak di luar rumah,” pintanya.
Bobby berharap seluruh masyarakat ikut menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan maupun lahan.
Menurutnya, upaya tersebut penting untuk membantu memulihkan kualitas udara sehingga aktivitas masyarakat, khususnya dunia pendidikan dan anak-anak, dapat kembali berjalan dengan aman.









