DharmasrayaSUMBAR

Protes Jalan Rusak, Warga Ubah Badan Jalan Jadi Kebun Pisang dan Tebu

×

Protes Jalan Rusak, Warga Ubah Badan Jalan Jadi Kebun Pisang dan Tebu

Sebarkan artikel ini

Kabaminang.com – Dharmasraya Kekecewaan warga terhadap kondisi jalan provinsi yang tak kunjung diperbaiki akhirnya diwujudkan dalam aksi unik. Sejumlah warga Jorong Pisang Rebus, Nagari Sitiung, Kecamatan Sitiung, menanam pohon pisang dan tebu di tengah jalan yang dipenuhi lubang sebagai bentuk protes kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Aksi tersebut dilakukan sebagai simbol sindiran sekaligus upaya memberikan peringatan kepada pengguna jalan agar lebih waspada saat melintasi ruas yang mengalami kerusakan parah tersebut.

Warga mengaku kondisi jalan semakin memprihatinkan dari waktu ke waktu. Di sejumlah titik, lubang berukuran besar dan cukup dalam terlihat menganga sehingga membahayakan keselamatan pengendara.

Menurut masyarakat setempat, kerusakan jalan diduga semakin cepat akibat tingginya aktivitas kendaraan bertonase berat yang melintas setiap hari. Salah satunya adalah mobil molen yang mengangkut material pembangunan Sekolah Rakyat di kawasan tersebut.

“Kondisi jalan ini sudah sangat memprihatinkan dan berisiko bagi pengguna jalan. Lubangnya cukup lebar dan dalam, sehingga semakin berbahaya ketika hujan turun karena tertutup genangan air,” kata Rudi Hartono (35), salah seorang warga setempat, Rabu (24/06/2026).

Saat musim hujan, lubang-lubang di badan jalan kerap tertutup genangan air sehingga sulit dikenali oleh pengendara. Kondisi ini meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengguna sepeda motor yang melintas pada malam hari dengan jarak pandang terbatas.

Sebaliknya, ketika cuaca panas, debu dari jalan yang rusak beterbangan dan mengganggu aktivitas masyarakat. Warga mengeluhkan debu tersebut karena dinilai dapat memicu gangguan pernapasan, baik bagi penduduk sekitar maupun pengguna jalan.

“Lubangnya cukup besar. Kalau tidak hati-hati, bisa menyebabkan kerusakan pada kendaraan kami,” kata Kolil, seorang pengendara yang setiap hari melintasi ruas jalan tersebut.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sedikitnya terdapat lima titik jalan berlubang dengan ukuran besar di wilayah Nagari Sitiung. Hingga kini, kerusakan tersebut belum mendapatkan penanganan dari pihak terkait.

Masyarakat berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Barat segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki jalan tersebut sebelum menimbulkan kecelakaan dan kerugian yang lebih besar.

Penanaman pohon pisang dan tebu di tengah jalan menjadi pesan tegas dari warga agar keluhan yang selama ini disampaikan tidak lagi diabaikan dan segera mendapat perhatian serius dari pemerintah.

“NT”