BERITATerkini

Perantau Minang dari Jambi Terpesona Keindahan Sungai Nanam dan Alam Sumatera Barat

×

Perantau Minang dari Jambi Terpesona Keindahan Sungai Nanam dan Alam Sumatera Barat

Sebarkan artikel ini

KABAMINANG.com – Dharmasraya — Perantau Minang asal Jambi mengungkapkan kekaguman mereka terhadap keindahan alam Sumatera Barat saat pulang kampung dalam momentum Idulfitri 1447 H.

Rombongan yang dipimpin Ir. Hj. Yulma Erita, perantau asal Nagari Sungai Nanam, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, memanfaatkan momen tersebut untuk melepas rindu sekaligus menjelajahi kampung halaman yang telah lama ditinggalkan.

Kunjungan mereka diawali dengan singgah di TK dan SD Islam Sarbainah Sukarami Arosuka serta Tugu Ayam Arosuka. Perjalanan yang awalnya sekadar pulang kampung pun berubah menjadi pengalaman yang membekas.

Hamparan sawah hijau, udara sejuk pegunungan, serta panorama alam yang masih asri membuat rombongan terpesona.

“Rasanya berbeda sekali. Walaupun saya sudah lama merantau, keindahan alam di sini tidak pernah berubah, bahkan terasa semakin memikat,” ujar Yulma Erita.

Dalam perjalanan tersebut, Yulma Erita didampingi Masriwal, S.AP, tokoh muda asal Sungai Nanam sekaligus pendiri dan pembina Yayasan TK dan SD Islam Sarbainah Sukarami Arosuka serta sejumlah lembaga pendidikan dan keagamaan lainnya.

Rombongan juga mengunjungi berbagai destinasi wisata unggulan di Sumatera Barat, seperti Kelok Sembilan, Jam Gadang Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Danau Singkarak, Danau Kembar Alahan Panjang, hingga kawasan Gunung Talang dengan hamparan kebun teh dan udara sejuk khas pegunungan.

Yulma Erita menilai, Kabupaten Solok, khususnya Nagari Sungai Nanam, memiliki potensi besar sebagai kawasan wisata agro.

“Daerah ini bisa dikembangkan menjadi wisata aneka sayuran dataran tinggi, seperti bawang merah, cabai, tomat, kentang, hingga wortel. Jika didukung infrastruktur jalan dan irigasi yang baik, tentu akan menjadi daya tarik wisata tersendiri,” ujarnya.

Ia juga menyoroti potensi Alahan Panjang dengan keindahan danau, kebun stroberi, udara dingin, serta kuliner khas seperti lamang hitam yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Menurutnya, sebagai perantau, ia merasa bangga menjadi bagian dari Minangkabau yang kaya akan alam dan budaya.

“Walaupun kami lahir dan besar di perantauan, kami akan terus ikut mempromosikan keindahan Ranah Minang dan berkontribusi untuk pembangunan kampung halaman,” tambahnya.

Masriwal turut menyampaikan harapan agar perantau Minang tidak melupakan asal-usul dan terus berkontribusi bagi daerah.

“Sumatera Barat memiliki potensi wisata yang luar biasa. Sinergi antara ranah dan rantau selama ini sudah terbangun dengan baik dan diharapkan terus meningkat,” ujarnya.

Sementara itu, Darmuji Jais, M.Pd, didampingi istrinya Gustini Rina, SH, menyebut perjalanan tersebut bukan sekadar kunjungan, tetapi juga refleksi untuk menjaga hubungan dengan akar budaya.

“Di sini kami merasa pulang, bukan hanya secara tempat, tetapi juga secara hati. Kami akan terus memberikan dukungan bagi kemajuan pendidikan dan keagamaan di kampung halaman,” ujarnya.

Di akhir kunjungan, rombongan perantau berharap Pemerintah Kabupaten Solok terus meningkatkan pembangunan, terutama di bidang infrastruktur jalan, irigasi, fasilitas umum, pendidikan, serta pelestarian adat dan budaya di nagari-nagari.

Mereka juga berharap berbagai daerah yang terdampak musibah dapat segera pulih dan bangkit, serta situasi dunia menjadi lebih damai.

“NB”