Kabaminang.com – Kota Solok. SDN 13 Simpang Rumbio, Kota Solok, menggelar kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Babussalam Batu Gadang, Simpang Rumbio, Kota Solok, tersebut diikuti oleh keluarga besar SDN 13 Simpang Rumbio dengan penuh semangat dan kekhidmatan.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah untuk Membangun Generasi Berkarakter Islami dan Berprestasi.”
Hadir sebagai penceramah dalam kegiatan tersebut, Ustadz Wawan Syafriandi, S.Pd., Da’i Muda Solok. Dalam tausiyahnya, Ustadz Wawan mengajak para siswa untuk menjadikan peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi sebagai momentum untuk mengenal, mencintai, dan meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Ustadz Wawan Syafriandi, S.Pd., merupakan alumni Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Mahmud Yunus Batusangkar dan saat ini mengabdikan diri sebagai guru di MAN 2 Solok.
Sebelum penyampaian tausiyah, kegiatan diawali dengan sambutan Kepala SDN 13 Simpang Rumbio, Hj. Eva Yulia, S.Pd.
Dalam sambutannya, Hj. Eva Yulia, S.Pd., menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan hanya menjadi kegiatan rutin tahunan, tetapi harus menjadi sarana untuk memperkenalkan sosok Rasulullah SAW kepada generasi muda serta menanamkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sejak usia dini.
“Melalui peringatan Maulid Nabi ini, kita berharap anak-anak semakin mengenal Rasulullah SAW, mencintai beliau, serta berusaha meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Hj. Eva Yulia, S.Pd.
Ia berharap nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dapat diterapkan oleh para siswa, baik ketika berada di sekolah, di rumah, maupun di tengah masyarakat.
Kepala SDN 13 Simpang Rumbio tersebut juga mengajak seluruh peserta didik untuk menjadi generasi yang tidak hanya memiliki kecerdasan dalam bidang pendidikan, tetapi juga memiliki akhlak mulia, sikap disiplin, tanggung jawab, serta semangat dalam meraih prestasi.
“Anak-anak kita adalah generasi penerus. Karena itu, selain harus rajin belajar dan berprestasi, mereka juga harus memiliki iman dan akhlak yang baik,” pesannya.
Hj. Eva Yulia, S.Pd., juga mengajak para siswa untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh dan mengambil pelajaran dari tausiyah yang disampaikan.
Ia berharap kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat menjadi salah satu langkah dalam membentuk peserta didik SDN 13 Simpang Rumbio menjadi generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, berkarakter Islami, dan berprestasi.
MAULID NABI, MOMENTUM MELAKUKAN 5 PERUBAHAN
Dalam penyampaian tausiyahnya, Ustadz Wawan Syafriandi, S.Pd., mengajak para siswa untuk menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.
Ia menegaskan bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak cukup hanya diucapkan melalui lisan, tetapi harus dibuktikan dengan mengikuti ajaran dan meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau kita benar-benar mencintai Nabi Muhammad SAW, maka cinta itu harus dibuktikan dengan perubahan dalam kehidupan kita,” ujar Ustadz Wawan di hadapan para peserta.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Wawan mengajak para siswa untuk melakukan lima perubahan penting sebagai bukti kecintaan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.
1. LEBIH TAAT KEPADA ALLAH DAN RASUL-NYA
Perubahan pertama adalah meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW. Para siswa diajak untuk menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya.
Salah satu bentuk ketaatan yang paling utama adalah menjaga salat lima waktu dan tidak meninggalkannya. Ustadz Wawan mengingatkan para siswa agar membiasakan diri melaksanakan salat tepat waktu sejak usia dini.
“Jangan tinggalkan salat. Salat adalah kewajiban dan menjadi salah satu bukti ketaatan kita kepada Allah SWT,” pesannya.
Selain menjaga salat, para siswa juga diajak untuk mengikuti ajaran dan sunah Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
2. SEMANGAT DALAM BELAJAR DAN MENUNTUT ILMU
Perubahan kedua adalah meningkatkan semangat dalam belajar dan menuntut ilmu.
Para siswa diajak untuk memiliki cita-cita serta bersungguh-sungguh dalam belajar. Mereka juga diingatkan agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan dan mampu memanfaatkan waktu dengan kegiatan yang bermanfaat.
Ustadz Wawan menegaskan bahwa generasi Muslim harus menjadi generasi yang rajin belajar, memiliki wawasan luas, serta berusaha meraih prestasi.
“Menjadi anak saleh tidak berarti kita boleh malas belajar. Anak Muslim harus memiliki semangat dalam menuntut ilmu dan berusaha meraih cita-cita,” ungkapnya.
3. MEMILIKI AKHLAK YANG BAIK DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Perubahan ketiga adalah memperbaiki dan membiasakan akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Para siswa diajak untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dengan berkata jujur, bersikap sopan, menghormati orang lain, menyayangi teman, serta menjauhi perilaku mengejek dan perundungan.
Menurut Ustadz Wawan, kecerdasan harus diiringi dengan akhlak yang baik.
“Anak yang hebat bukan hanya anak yang pintar, tetapi anak yang memiliki akhlak yang baik,” pesannya.
Akhlak mulia tersebut harus dibiasakan, baik ketika berada di sekolah, di rumah, maupun di tengah masyarakat.
4. BERBAKTI KEPADA ORANG TUA DAN MENGHORMATI GURU
Perubahan keempat adalah meningkatkan sikap berbakti kepada orang tua dan menghormati guru.
Para siswa diingatkan tentang besarnya jasa orang tua yang telah merawat, membesarkan, serta memberikan kasih sayang kepada mereka.
Selain itu, para peserta didik juga diajak untuk menghormati dan memuliakan guru yang telah memberikan ilmu serta membimbing mereka dalam perjalanan pendidikan.
Ustadz Wawan mengajak para siswa untuk membiasakan diri berbicara dengan sopan kepada orang tua dan guru, mendengarkan nasihat mereka, serta menjalankan hal-hal baik yang diajarkan.
5. RAJIN MENGAJI UNTUK MEMBACA, MEMAHAMI, DAN MENGAMALKAN AL-QUR’AN
Perubahan kelima adalah membiasakan diri untuk rajin mengaji dan dekat dengan Al-Qur’an.
Para siswa diajak untuk tidak hanya belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga berusaha memahami isi dan mengamalkan ajaran yang terkandung di dalamnya.
Menurut Ustadz Wawan, Al-Qur’an harus menjadi pedoman dalam kehidupan seorang Muslim.
“Jangan sampai kita setiap hari memiliki waktu untuk bermain, tetapi tidak memiliki waktu untuk membuka dan membaca Al-Qur’an,” pesannya.
Ia mengajak para siswa untuk meluangkan waktu setiap hari untuk mengaji, membaca Al-Qur’an, memahami maknanya sesuai kemampuan, serta berusaha mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
SEMANGAT MENJADIKAN RASULULLAH SEBAGAI TELADAN
Di penghujung kegiatan, suasana semakin semangat ketika para siswa bersama-sama diajak untuk memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Dengan penuh semangat, para peserta mengikuti seruan:
NABI MUHAMMAD RASULKU!
NABI MUHAMMAD IDOLAKU!
NABI MUHAMMAD PANUTANKU!
AKHLAKNYA TELADANKU!
SUNAHNYA PEDOMAN HIDUPKU!
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SDN 13 Simpang Rumbio ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi benar-benar menjadi momentum pembentukan karakter peserta didik.
Melalui lima perubahan yang disampaikan dalam tausiyah tersebut, para siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang lebih taat kepada Allah dan Rasul-Nya, semangat dalam belajar, memiliki akhlak yang baik, berbakti kepada orang tua dan menghormati guru, serta rajin mengaji untuk membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an.
Dengan demikian, tema “Meneladani Akhlak Rasulullah untuk Membangun Generasi Berkarakter Islami dan Berprestasi” tidak hanya menjadi slogan dalam kegiatan Maulid Nabi, tetapi dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.









