Kabaminang.com – Dharmasraya. Setelah sukses mengembangkan pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar solar, Nagari Sungai Duo, Kecamatan Sitiung, akan kembali menghadirkan inovasi baru dalam penanganan sampah dan pelestarian lingkungan.
Melalui berbagai program pengelolaan limbah yang berkelanjutan, pemerintah nagari kini memanfaatkan sampah dan limbah tertentu untuk diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis, salah satunya paving blok.
Wali Nagari Sungai Duo, ali Amran, mengatakan inovasi tersebut nantinya merupakan bagian dari upaya pemerintah nagari untuk mengurangi volume sampah sekaligus menciptakan produk yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Kita berencana membangun inovasi. Baru mengelola limbah plastik kaca menjadi di paving blok dan pas bunga, ” ujar Ali Amran, Rabu (17/06/2026).
Menurut Amran, pembuatan paving blok dilakukan dengan memanfaatkan limbah yang telah melalui proses pengolahan dan dicampur dengan sejumlah bahan pendukung lainnya. Melalui proses tersebut, limbah yang sebelumnya tidak memiliki nilai guna dapat diubah menjadi paving blok yang kuat dan layak digunakan untuk berbagai kebutuhan.
Ia menambahkan, jika didukung dengan peralatan yang memadai, proses pembakaran sampah yang dilakukan juga dapat dikendalikan sehingga tidak mencemari lingkungan.
Namun demikian, pengembangan inovasi tersebut masih menghadapi kendala, terutama dari sisi ketersediaan peralatan.
“Saat ini kami masih terbentur masalah anggaran untuk pembelian alat yang dibutuhkan agar produksi paving blok dapat dilakukan secara maksimal,” ujar Ali Amran.
Ia berharap adanya dukungan dari berbagai pihak agar program pengolahan limbah menjadi produk bernilai ekonomis tersebut dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Selain menghasilkan produk yang bermanfaat, program tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya. Dengan memilah dan mengolah sampah, masyarakat dapat ikut berperan dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Kami ingin membangun kesadaran bahwa sampah bukan hanya untuk dibuang, tetapi bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai ekonomi,” katanya.
Program pengelolaan sampah yang dijalankan Nagari Sungai Duo mendapat dukungan dari berbagai pihak karena dinilai mampu mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.
Ke depan, Pemerintah Nagari Sungai Duo berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai inovasi pengelolaan sampah guna mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan produktif.
Dengan berbagai terobosan yang telah dilakukan, Nagari Sungai Duo diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menerapkan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular dan pemberdayaan masyarakat.
“NT”






