Kabaminang.com, Solok – Rumah Zakat dan BUMMAS Berkah Ummat Sinergi menggelar peringatan Isra Mi’raj 1446 H di Masjid Raya Jabal Nur, Nagari Bukit Tandang, Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
Acara yang diselenggarakan pada Sabtu (1/2) ini menghadirkan pendakwah muda Ustadz Wawan Syafriandi, S.Pd sebagai penceramah utama.
Peringatan Isra Mi’raj ini menjadi momentum istimewa bagi umat Islam untuk mengenang perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW.
Acara yang dihadiri oleh masyarakat sekitar Bukit Tandang ini berlangsung khidmat di Masjid Raya Jabal Nur yang megah.

Ustadz Wawan Syafriandi, lulusan UIN Mahmud Yunus Batusangkar jurusan Pendidikan Agama Islam, dalam tausiyahnya memaparkan sejarah perjalanan agung Nabi Muhammad SAW pada malam Isra Mi’raj secara terperinci.
Beliau menjelaskan bahwa peristiwa Isra dimulai ketika Rasulullah SAW ditemui Malaikat Jibril dan melakukan perjalanan dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina.
“Di Masjidil Aqsa, Rasulullah SAW bertemu dengan para nabi terdahulu dan memimpin mereka dalam shalat berjamaah. Ini merupakan simbol persatuan umat Islam yang sangat bermakna,” jelas Ustadz Wawan di hadapan jamaah.
Lebih lanjut, dai muda asal Solok ini menguraikan perjalanan Mi’raj Rasulullah SAW menembus tujuh lapis langit.
Read More:
- 1 Lagi-Lagi Sungai Batang Hari Makan Korban, Bocah 11 Tahun di Pulau Punjung Tewas Tenggelam
- 2 Jelang Ramadan 1447 H, Polres Dharmasraya Gelar Operasi Pekat 14 Hari
- 3 Kasus Gangguan Kesehatan Pelajar, Kinerja SPPI Dapur MBG Sungai Rumbai Diminta Dievaluasi
“Di setiap lapisan langit, Rasulullah SAW bertemu dengan para nabi. Di langit pertama dengan Nabi Adam AS, langit kedua dengan Nabi Isa AS dan Nabi Yahya AS, langit ketiga dengan Nabi Yusuf AS, langit keempat dengan Nabi Idris AS, langit kelima dengan Nabi Harun AS, langit keenam dengan Nabi Musa AS, dan di langit ketujuh bertemu dengan Nabi Ibrahim AS,” paparnya.
Puncak perjalanan Mi’raj adalah ketika Rasulullah SAW menghadap Allah SWT di Sidratul Muntaha. Pada kesempatan itulah Allah SWT memberikan perintah shalat lima waktu kepada umat Islam.
“Awalnya, perintah shalat adalah 50 kali sehari semalam, namun atas saran Nabi Musa AS dan dengan kasih sayang Allah SWT, akhirnya ditetapkan menjadi lima waktu dengan pahala 50 waktu,” tambah Ustadz Wawan.
Dalam ceramahnya, Ustadz Wawan juga menekankan tiga hikmah utama dari peristiwa Isra Mi’raj. Pertama, pentingnya memiliki keimanan yang kuat dalam meyakini keajaiban dan kebesaran Allah SWT.
Kedua, kewajiban menjaga shalat lima waktu sebagai tiang agama yang merupakan hasil utama dari perjalanan Isra Mi’raj. Ketiga, urgensi membersihkan hati dan pikiran dalam beribadah kepada Allah SWT.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Rumah Zakat dan BUMMAS Berkah Ummat Sinergi mendapat sambutan positif dari masyarakat Bukit Tandang. Peringatan Isra Mi’raj ini tidak hanya menjadi wadah untuk mengenang perjalanan suci Rasulullah SAW, tetapi juga momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan umat Islam, khususnya dalam melaksanakan ibadah shalat lima waktu.
(WRM)







