KABAMINANG.com, Solok, 25 September 2025 — Kecamatan X Koto di Atas, Kabupaten Solok, dikenal sebagai wilayah administratif yang memiliki keistimewaan tersendiri dibanding kecamatan lain. Hal ini dikarenakan posisinya yang berbatasan langsung dengan tiga daerah, yaitu Kota Solok, Kabupaten Tanah Datar, dan Kota Sawahlunto. Peran strategis ini membuat keberadaan kantor camat menjadi pusat layanan pemerintahan yang sangat penting, baik dari segi administrasi, sosial, budaya, maupun pelayanan masyarakat.
Namun, kondisi Kantor Camat X Koto di Atas saat ini dinilai sudah sangat membutuhkan perhatian. Camat X Koto di Atas, Marizal, S.Sos, didampingi Sekretaris Camat Nofriandi Putra, SE, ME, saat ditemui di ruang kerjanya menyampaikan bahwa gedung kantor camat sudah saatnya direnovasi.
“Sejak dibangun sampai sekarang belum ada pergantian atap. Karena dimakan usia, banyak yang sudah bocor, lapuk, bahkan gonjongnya pun rusak,” ungkap Marizal.
Lebih lanjut ia menjelaskan, salah satu prioritas renovasi adalah penggantian atap seng yang kondisinya sudah tidak layak. Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak sangat penting agar rencana perbaikan ini segera terealisasi.
Read More:
- 1 Satlantas Polres Dharmasraya Gelar Patroli Cegah Balap Liar Jelang Berbuka Puasa
- 2 Jenderal Humas Pulang Kampung: Kisah Brigjen Pol. Ricky Yanuarfi, dari Komandan Menwa UIN hingga Kepala BNNP Sumbar
- 3 Safari Ramadhan Sumbar 1447 H di Danau Kembar Solok, Masjid Ar Rahman Terima Hibah Rp50 Juta
Marizal juga menyampaikan rasa syukurnya karena rencana renovasi telah mendapat perhatian dari Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Medison, yang juga Ketua TAPD, saat melakukan kunjungan kerja pada 17 September 2025 lalu. Dukungan tersebut semakin diperkuat oleh Andi, sehingga menambah keyakinan pihak kecamatan untuk segera menindaklanjuti renovasi.
“Mudah-mudahan renovasi ini bisa segera terwujud dalam waktu dekat demi kelancaran pelayanan kepada masyarakat,” harap Marizal.
Renovasi Kantor Camat X Koto di Atas diharapkan tidak hanya memperbaiki fasilitas fisik, tetapi juga meningkatkan kenyamanan dan kualitas pelayanan administrasi bagi masyarakat di wilayah perbatasan strategis tersebut.
(MB)







