Kabaminang.com – Liga Champions, Giuseppe Sinigaglia. Como 1907 mengawali debutnya di Liga Champions dengan kemenangan meyakinkan setelah mengalahkan RB Leipzig 4-1 di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Jumat (11/9/2026) dini hari WIB.
Como tampil dominan sejak menit awal dan langsung memberikan tekanan kepada pertahanan Leipzig. Bermain di hadapan pendukung sendiri, tim asuhan Cesc Fabregas tersebut mampu mengontrol pertandingan sekaligus menciptakan sejumlah peluang berbahaya.
Kemenangan ini menjadi momen bersejarah bagi Como karena merupakan penampilan perdana klub asal Italia itu di kompetisi antarklub tertinggi Eropa. Como sebelumnya berhasil lolos ke Liga Champions setelah finis di posisi empat Serie A musim lalu.
Baturina Catat Sejarah
Como membuka keunggulan pada menit ke-15 melalui Martin Baturina. Gelandang asal Kroasia itu memanfaatkan umpan dari lini depan sebelum menuntaskan peluang dengan penyelesaian kaki kanan dari jarak dekat.
Gol tersebut memiliki arti khusus karena Baturina tercatat sebagai pemain yang mencetak gol pertama Como dalam sejarah Liga Champions.
Leipzig berusaha merespons melalui serangan dari sisi sayap. Namun, Como tetap tampil lebih efektif dan mampu menjaga intensitas permainan. Penjaga gawang Leipzig, Maarten Vandevoordt, beberapa kali harus melakukan penyelamatan untuk mencegah tuan rumah memperlebar keunggulan.
Menjelang akhir babak pertama, Como akhirnya mencetak gol kedua. Martin Baturina kembali memainkan peran penting lewat umpan terobosan yang kemudian dikonversi Anastasios Douvikas menjadi gol pada menit ke-38.
Como menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0. Berdasarkan statistik pertandingan, tuan rumah memiliki penguasaan bola berimbang, tetapi lebih efektif dalam menciptakan peluang dan mencatatkan expected goals sebesar 2,30 berbanding 1,42 milik Leipzig.
Como Menjauh
Memasuki babak kedua, Leipzig mencoba tampil lebih agresif. Wakil Jerman itu meningkatkan tekanan dan berusaha memanfaatkan ruang di belakang lini pertahanan Como.
Namun, upaya tersebut justru membuka ruang bagi Como untuk melakukan serangan balik. Pada menit ke-54, Assane Diao memperbesar keunggulan tuan rumah menjadi 3-0.
Diao menerima bola dalam situasi menyerang sebelum melepaskan tendangan kaki kanan yang tidak mampu dibendung Vandevoordt. Gol tersebut membuat Como semakin percaya diri, sementara Leipzig berada dalam tekanan besar.
Leipzig baru mampu memperkecil ketertinggalan pada menit ke-58 melalui Andrija Maksimovic. Pemain tersebut melepaskan tembakan kaki kiri dari luar kotak penalti yang mengarah ke sudut gawang Como.
Skor berubah menjadi 3-1 dan Leipzig sempat memiliki harapan untuk mengejar. Akan tetapi, Como mampu meredam momentum tim tamu dengan memperketat pertahanan dan mengontrol tempo pertandingan.
Perrone Sempurnakan Kemenangan
Cesc Fabregas melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menjaga energi tim. Salah satu pemain pengganti, Máximo Perrone, kemudian memastikan kemenangan Como pada menit ke-90.
Nico Paz memberikan umpan terobosan kepada Perrone yang bergerak masuk ke area penalti. Perrone kemudian melepaskan tembakan kaki kiri dan mengubah skor menjadi 4-1.
Gol tersebut sekaligus menutup pesta Como pada malam bersejarah di Stadion Giuseppe Sinigaglia. Hingga peluit panjang berbunyi, Leipzig tidak mampu mencetak gol tambahan.
Como mengakhiri pertandingan dengan enam tembakan tepat sasaran dari total 14 percobaan. Sementara itu, Leipzig menghasilkan empat tembakan tepat sasaran dari jumlah percobaan yang sama.
Fabregas Ingatkan Pemain
Meski meraih kemenangan besar, Cesc Fabregas meminta para pemain Como tidak terlalu lama larut dalam euforia. Pelatih asal Spanyol itu menilai perjalanan di Serie A tetap menjadi prioritas penting bagi klub.
“Rasa bahagia ini mungkin hanya bertahan lima menit. Setelah itu kami harus memikirkan pertandingan melawan Parma,” ujar Fabregas.
Fabregas menilai kemenangan atas Leipzig merupakan hasil dari kerja keras tim sejak musim lalu. Namun, ia mengingatkan skuadnya bahwa tantangan akan semakin berat karena Como harus tampil di dua kompetisi dengan jadwal yang padat.
“Kami adalah tim muda dan energi Liga Champions memberikan dorongan besar. Tetapi kami harus tetap rendah hati dan siap bermain maksimal setiap tiga hari,” katanya.
Fabregas juga menjelaskan keputusannya mengubah pendekatan taktik ketika Leipzig mulai meningkatkan tekanan. Como tidak terus memaksakan permainan menyerang, tetapi berusaha mengontrol pertandingan dengan memperkuat lini belakang.
Menurutnya, menjadi tim dominan bukan berarti selalu menyerang. Como harus mampu membaca situasi dan menyesuaikan sistem permainan agar keunggulan tetap terjaga.
Baturina Jadi Pemain Terbaik
Penampilan Martin Baturina mendapat apresiasi besar. Selain mencetak gol pembuka, ia juga memberikan assist untuk gol Douvikas.
UEFA menilai Baturina mampu mendikte permainan dari lini tengah. Pergerakannya juga menciptakan keunggulan jumlah pemain bagi Como sehingga tim tuan rumah dapat menguasai pertandingan.
Baturina dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam laga tersebut. Ia mengaku sangat bahagia karena gol pertamanya di Liga Champions datang dalam pertandingan bersejarah bagi Como.
“Rasanya luar biasa bisa mencetak gol pertama saya di Liga Champions untuk Como, tetapi ini berkat seluruh tim,” kata Baturina.
Ia menambahkan, para pemain Como berusaha memperlakukan pertandingan tersebut seperti laga biasa agar tidak terbebani atmosfer Liga Champions.
Klasemen dan Laga Berikutnya
Kemenangan atas Leipzig membuat Como mengoleksi tiga poin dan menempati posisi kelima klasemen sementara fase liga Liga Champions 2026-2027. Leipzig berada di peringkat ke-32 tanpa poin.
Pada pertandingan berikutnya, Como dijadwalkan menghadapi Feyenoord. Sementara itu, RB Leipzig akan bertandang ke markas PSV Eindhoven pada matchday kedua.









