Kabaminang.com – Sawahlunto, Senin 19 Oktober 2026, Dalam upaya mewujudkan Kota Sawahlunto yang harmonis, rukun, dan nyaman di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk, Kantor Kementerian Agama Kota Sawahlunto bekerja sama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Sawahlunto menggelar Dialog Kerukunan Umat Beragama di Hotel Khas Ombilin, Senin (19/10/2026).
Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat silaturahmi, membangun komunikasi lintas agama, serta menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga persatuan dan kedamaian di tengah keberagaman masyarakat Kota Sawahlunto.
Dialog tersebut diikuti sebanyak 50 peserta yang terdiri atas tokoh-tokoh agama Islam, perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, serta tokoh agama Kristen Protestan dan Kristen Katolik. Dari kalangan Islam, peserta berasal dari berbagai organisasi dan lembaga, di antaranya Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), Tarbiyah, Aisyiyah, Perwati, Fatayat, Dewan Dakwah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kantor Urusan Agama (KUA), serta para penyuluh agama Islam.
Drs. H. Syahrul Wirdha, MM: Birokrat dari Sariak Alahan Tigo, Memadukan Kepemimpinan, Ilmu Agama, dan Adat Minangkabau19 Okt 2026›02
Sembilan ASN Dharmasraya Diproses Pemberhentian, Lima Masih Berjalan19 Okt 2026›03
Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Kawal Ibadah Minggu Kasih di Gereja HKBP18 Okt 2026›Wakil Wali Kota: Kerukunan Adalah Fondasi Pembangunan
Dialog Kerukunan Umat Beragama secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Sawahlunto, H. Jeffry Hibatullah, bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sawahlunto, Dr. H. Zulkifli D.Ag., M.M., CWC, serta Kepala Badan Kesbangpol Kota Sawahlunto.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota H. Jeffry Hibatullah mengharapkan agar para tokoh agama mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga, merawat, dan menciptakan kehidupan yang rukun serta harmonis di tengah masyarakat.
Menurutnya, kerukunan umat beragama bukan sekadar hubungan baik antarpemeluk agama, melainkan fondasi penting dalam menciptakan suasana kehidupan yang aman, damai, dan mendukung keberlangsungan pembangunan daerah.
“Tanpa kerukunan umat beragama, kita akan kehilangan arah dan pembangunan akan berjalan lambat,” ujarnya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya membutuhkan dukungan infrastruktur dan program pemerintah, tetapi juga memerlukan suasana sosial yang kondusif, rasa saling percaya, serta kebersamaan seluruh elemen masyarakat.
Para tokoh agama diharapkan dapat terus menjadi penyejuk di tengah masyarakat, mengedepankan dialog dalam menyelesaikan persoalan, serta menanamkan nilai-nilai toleransi dan persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Kemenag Ajak Tokoh Agama Menjadi Teladan
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sawahlunto, Dr. H. Zulkifli D.Ag., M.M., CWC, mengajak seluruh tokoh agama untuk senantiasa menjadi teladan bagi umat masing-masing.
Ia menekankan pentingnya peran tokoh agama dalam memberikan bimbingan, menanamkan nilai-nilai kebaikan, serta menciptakan suasana kehidupan yang menenteramkan.

Menurutnya, tokoh agama memiliki tanggung jawab moral untuk membimbing umat agar senantiasa hidup dalam kedamaian, saling menghormati, dan menjaga hubungan baik dengan sesama, meskipun terdapat perbedaan keyakinan.
Keteladanan para tokoh agama diharapkan mampu memberikan rasa aman dan ketenangan bagi umat, sekaligus memperkuat semangat persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat.
Dengan demikian, kerukunan tidak hanya menjadi slogan dalam berbagai kegiatan seremonial, tetapi benar-benar terwujud melalui sikap, perilaku, dan tindakan nyata di tengah kehidupan masyarakat.
Hadirkan Narasumber Lintas Kelembagaan
Untuk memperdalam pemahaman peserta mengenai pentingnya kerukunan umat beragama, dialog ini menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Ketua FKUB Kota Sawahlunto, Buya H. Zainul Arizal Dt. Bandaro Putiah, Kepala Badan Kesbangpol Kota Sawahlunto, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sawahlunto.
Melalui pemaparan materi dan diskusi bersama, para peserta memperoleh ruang untuk bertukar pandangan, memperkuat pemahaman mengenai toleransi, serta membahas peran strategis tokoh agama dalam memelihara keharmonisan sosial.
Keterlibatan berbagai unsur keagamaan dan kelembagaan tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi dalam menjaga stabilitas kehidupan masyarakat. Pemerintah, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh umat beragama memiliki tanggung jawab bersama untuk memelihara suasana damai di Kota Sawahlunto.
Dialog Berlangsung dalam Suasana Kekeluargaan
Sepanjang kegiatan, Dialog Kerukunan Umat Beragama berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Para peserta mengikuti kegiatan dengan semangat kebersamaan, menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk membangun komunikasi dan persaudaraan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun komitmen bersama untuk terus menjaga kerukunan, menghindari sikap yang dapat memicu perselisihan, serta mengedepankan musyawarah dan dialog dalam menyikapi berbagai persoalan sosial.
Kerukunan umat beragama merupakan modal sosial yang sangat berharga bagi Kota Sawahlunto. Ketika masyarakat hidup rukun, rasa aman dan nyaman akan semakin kuat, persatuan semakin terpelihara, dan pembangunan daerah dapat berjalan dengan dukungan seluruh lapisan masyarakat.
Dari Sawahlunto, pesan kerukunan kembali diteguhkan: perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk saling menghormati, hidup berdampingan, dan bersama-sama membangun kota yang harmonis, rukun, damai, serta nyaman bagi semua.
“MB”







