Dharmasraya, Kabaminang.com – Akses masyarakat di Kecamatan Asam Jujuhan, Kabupaten Dharmasraya, semakin membaik setelah rehabilitasi jalan Sungai Limau–Batu Kangkung sepanjang 1.330 meter rampung dikerjakan pada tahun anggaran 2026.
Proyek yang bersumber dari APBD Kabupaten Dharmasraya tersebut menelan anggaran sebesar Rp1 miliar. Pekerjaan meliputi penanganan jalan dengan lebar 3,8 meter dan ketebalan aspal mencapai 5 sentimeter. Pelaksanaannya dipercayakan kepada CV Pesona Riski.
Namun, pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut tidak berhenti sampai di situ. Pemerintah Kabupaten Dharmasraya telah menyiapkan anggaran Rp8 miliar pada 2027 untuk melanjutkan peningkatan konektivitas antara Nagari Sungai Limau dan Nagari Sinamar.
DPRD Kabupaten Solok Sahkan APBD Tahun Anggaran 2027, Pemulihan Pascabencana dan Pemerataan Pembangunan Jadi Prioritas05 Nov 2026›02
Bahasa Minangkabau Diuji di Panggung Generasi Muda, FTBI Dharmasraya Hadirkan Puluhan Siswa05 Nov 2026›03
PERISAI Resmi Diluncurkan, 52 Nagari di Dharmasraya Didorong Lebih Siaga Hadapi Risiko Hukum05 Nov 2026›Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Dharmasraya, Zakirman, melalui Kabid Bina Marga Willy Kurniawan, menyebut pembangunan tersebut merupakan bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan infrastruktur masyarakat di wilayah Asam Jujuhan.
Ia menjelaskan, perhatian terhadap pembangunan di kawasan itu juga terlihat dari beberapa kunjungan kerja Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani. Dalam kunjungan tersebut, bupati mendengarkan secara langsung berbagai aspirasi warga, termasuk persoalan akses jalan yang selama ini menjadi kebutuhan penting masyarakat.
Menurut Willy, masukan dari masyarakat menjadi salah satu pertimbangan pemerintah daerah dalam menyusun skala prioritas pembangunan.
“Peningkatan infrastruktur jalan di Asam Jujuhan menjadi salah satu perhatian Bupati. Aspirasi masyarakat yang disampaikan saat kunjungan kerja menjadi masukan penting dalam menentukan prioritas pembangunan daerah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, alokasi Rp8 miliar untuk tahun 2027 diharapkan dapat memperkuat hubungan antarwilayah nagari sekaligus mempermudah aktivitas masyarakat.
“Pada tahun 2027, telah dianggarkan Rp8 miliar untuk menuntaskan konektivitas Nagari Sungai Limau dengan Sinamar. Ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah agar akses masyarakat semakin baik dan pembangunan dapat dirasakan secara merata,” katanya.
Sejumlah Proyek Lain Ikut Berjalan
Selain pembenahan akses jalan, pemerintah daerah juga menjalankan beberapa kegiatan pembangunan lainnya di Kecamatan Asam Jujuhan sepanjang 2026.
Di Nagari Alahan Nan Tigo, pemerintah mengalokasikan Rp92,7 juta untuk pembangunan fasilitas umum berupa toilet dan tempat salat. Sementara itu, pembangunan kantor beserta ruangan tahanan Polsubsektor Asam Jujuhan mendapat anggaran sebesar Rp1,7304 miliar.
Perbaikan akses menuju kawasan Alahan Nan Tigo–Lubuk Besar juga mendapat dukungan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) TKA senilai Rp2,6 miliar. Dana tersebut digunakan untuk pengerasan jalan sepanjang delapan kilometer serta pembangunan jalan beton atau rigid beton sepanjang 500 meter.
Di sektor perdagangan, pembangunan los pasar Nagari Alahan Nan Tigo turut masuk dalam agenda pembangunan dengan alokasi anggaran Rp346 juta.
Rangkaian proyek tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan di Asam Jujuhan tidak hanya diarahkan pada peningkatan kualitas jalan, tetapi juga menyentuh fasilitas pelayanan masyarakat dan sarana ekonomi nagari.
Dengan berlanjutnya pembangunan pada 2027, pemerintah daerah menargetkan akses antarwilayah semakin terhubung sehingga mobilitas warga, distribusi hasil ekonomi, dan pemerataan pembangunan dapat berjalan lebih baik.
“NT”







