Kaba Minang KABAMINANG.com Terdepan Dalam Mengabarkan
Kabupaten SolokSUMBAR

Pantang Menyerah, Ismael Koto,SH.Raih Gelar Magister Hukum Setelah Perjalanan Panjang Resmi Wisuda S2.

×

Pantang Menyerah, Ismael Koto,SH.Raih Gelar Magister Hukum Setelah Perjalanan Panjang Resmi Wisuda S2.

Sebarkan artikel ini

Kabaminang.com – Surabaya. 18 Oktober 2026, Semangat pantang menyerah dan tekad untuk terus menuntut ilmu mengantarkan Ismael Koto, SH, meraih gelar Magister Hukum (MH). Di tengah kesibukannya sebagai anggota DPRD Kabupaten Solok, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Solok, Ketua Fraksi Partai Demokrat, serta pelaku usaha, Ismael akhirnya berhasil menuntaskan pendidikan Strata Dua (S2) setelah melalui perjalanan akademik yang cukup panjang.

Ismael Koto resmi mengikuti wisuda Magister Hukum pada Minggu, 18 Oktober 2026, bertempat di Dyandra Convention Center, Surabaya. Momen tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri bagi dirinya, keluarga besar, serta orang-orang yang selama ini memberikan dukungan terhadap perjuangannya dalam menyelesaikan pendidikan.

Keberhasilan itu bukanlah sesuatu yang diraih dalam waktu singkat. Di balik gelar Magister Hukum yang kini disandangnya, terdapat perjalanan panjang, pengorbanan waktu, serta tekad kuat untuk kembali melanjutkan pendidikan yang sempat tertunda akibat berbagai tuntutan pekerjaan dan pengabdian.

Pernah Menempuh Pendidikan di UGM

Sebelum menyelesaikan pendidikan di Universitas Wijaya Putra Surabaya, Ismael Koto pernah menempuh pendidikan Magister di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Bahkan, saat itu pendidikannya telah mendekati tahap akhir.

Namun, dinamika kehidupan dan tanggung jawab pekerjaan membuat perjalanan akademiknya harus terhenti. Kesibukan mengikuti kontestasi Pilkada Kota Solok, ditambah aktivitas mengelola bisnis, menyita banyak waktu dan energi sehingga pendidikan tersebut tidak dapat diselesaikan.

Standar akademik yang harus dipenuhi juga menjadi bagian dari tantangan yang dihadapinya. Meski demikian, pengalaman tersebut tidak membuat Ismael mengubur keinginannya untuk meraih gelar magister.

Sebaliknya, ia menjadikan perjalanan itu sebagai pelajaran berharga bahwa pendidikan membutuhkan kesungguhan, komitmen, dan kemampuan mengatur waktu di tengah berbagai tanggung jawab.

Dengan tekad yang tetap terpelihara, Ismael kemudian melanjutkan pendidikan pascasarjana di Universitas Wijaya Putra, Surabaya, hingga berhasil menyelesaikan seluruh tahapan akademik dan meraih gelar Magister Hukum.

Sebelum wisuda, pada 26 September 2026, Ismael bersama 27 rekan seangkatannya telah sukses mengikuti yudisium Magister Hukum. Yudisium tersebut menjadi penanda keberhasilan mereka dalam menyelesaikan proses pendidikan, sebelum akhirnya mengikuti prosesi wisuda pada 18 Oktober 2026.

Dukungan Keluarga Menjadi Sumber Kekuatan

Bagi Ismael Koto, keberhasilan meraih gelar Magister Hukum bukan sekadar pencapaian akademik. Lebih dari itu, keberhasilan tersebut merupakan pembuktian bahwa perjalanan yang pernah terhenti masih dapat dilanjutkan selama seseorang memiliki kemauan untuk bangkit dan kembali berjuang.

“Alhamdulillah, hari ini saya bisa mengikuti yudisium Magister Hukum di Universitas Wijaya Putra Surabaya. Ini merupakan perjalanan yang cukup panjang bagi saya. Pernah kuliah di UGM dan hampir selesai, tetapi karena mengikuti kontestasi Pilkada Kota Solok serta kesibukan mengurus bisnis, akhirnya tidak bisa saya tuntaskan,” ujar Ismael mengenang perjalanan pendidikannya.

Ia mengakui, dukungan keluarga menjadi salah satu sumber kekuatan yang membuatnya tetap bersemangat menyelesaikan pendidikan di tengah kesibukan sebagai wakil rakyat, politisi, dan pengusaha.

Menurutnya, keberhasilan tidak selalu datang melalui jalan yang mudah. Terkadang seseorang harus menghadapi berbagai hambatan, menunda keinginan, bahkan memulai kembali sesuatu yang pernah diperjuangkan.

Namun, selama tekad masih ada dan kesempatan terbuka, tidak ada alasan untuk berhenti berusaha.

“Saya percaya, dengan semangat dan dukungan keluarga, akhirnya saya bisa sampai pada tahap yudisium ini,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Ismael juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga besarnya, rekan kerja, sesama anggota DPRD Kabupaten Solok, teman-teman satu angkatan, para dosen, rekan bisnis, serta seluruh keluarga besar Partai Demokrat yang telah memberikan doa, dukungan, dan motivasi selama proses pendidikan berlangsung.

Dari Birokrat hingga Anggota DPRD

Perjalanan hidup Ismael Koto tidak hanya diwarnai aktivitas akademik dan dunia usaha. Ia juga memiliki pengalaman panjang dalam pemerintahan sebelum terjun dan aktif dalam dunia politik.

Ismael merupakan alumni Fakultas Hukum Universitas Andalas, Padang, angkatan 1987. Bekal pendidikan hukum tersebut menjadi bagian dari perjalanan intelektualnya, yang kemudian diperkaya melalui pengalaman bekerja di lingkungan pemerintahan dan aktivitas kemasyarakatan.

Dalam perjalanan kariernya sebagai aparatur sipil negara (ASN), Ismael pernah menduduki sejumlah jabatan eselon di beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Solok Selatan. Pengalaman birokrasi itu memberinya kesempatan untuk memahami secara langsung tata kelola pemerintahan, administrasi publik, serta dinamika pelayanan kepada masyarakat.

Setelah menapaki perjalanan sebagai birokrat, Ismael melanjutkan pengabdiannya melalui jalur politik. Saat ini, ia mengemban amanah sebagai anggota DPRD Kabupaten Solok, Ketua Fraksi Partai Demokrat, sekaligus Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Solok.

Di luar aktivitas pemerintahan dan politik, Ismael juga menjalankan kegiatan usaha yang menuntut kedisiplinan, ketekunan, serta kemampuan membagi waktu.

Berbagai tanggung jawab tersebut menjadi tantangan tersendiri ketika ia memutuskan kembali menempuh pendidikan magister. Namun, pengalaman hidup dan dukungan orang-orang terdekat menjadi bekal untuk menyelesaikan pendidikan hingga memperoleh gelar Magister Hukum.

Pendidikan Tidak Mengenal Kata Terlambat

Keberhasilan Ismael Koto meraih gelar Magister Hukum memberikan gambaran bahwa pendidikan merupakan proses panjang yang tidak selalu berjalan sesuai rencana.

Ada kalanya seseorang harus mengutamakan tanggung jawab pekerjaan, keluarga, maupun pengabdian kepada masyarakat. Namun, tertundanya suatu cita-cita tidak berarti cita-cita tersebut harus ditinggalkan untuk selamanya.

Bagi Ismael, perjalanan dari Universitas Gadjah Mada hingga Universitas Wijaya Putra Surabaya menjadi pengalaman yang mengajarkan arti ketekunan, kesabaran, dan keberanian untuk memulai kembali.

Gelar Magister Hukum yang kini diraihnya juga menjadi tambahan bekal intelektual dalam menjalankan tugas sebagai anggota DPRD Kabupaten Solok, khususnya dalam memahami persoalan hukum, pembentukan regulasi, serta penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Sebagai wakil rakyat, pengalaman akademik dan birokrasi merupakan dua hal yang dapat saling melengkapi dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Meski demikian, manfaatnya tentu akan ditentukan oleh bagaimana ilmu dan pengalaman tersebut diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Kini, setelah melewati perjalanan panjang, Ismael Koto dapat tersenyum lega. Keberhasilan ini bukan karena perjalanannya tanpa hambatan, melainkan karena ia memilih untuk kembali bangkit dan menuntaskan pendidikan yang pernah tertunda.

Perjalanan Ismael menjadi pengingat bahwa kesibukan dan tantangan kehidupan tidak harus menjadi akhir dari sebuah cita-cita. Selama ada kemauan, kesempatan untuk belajar dan memperbaiki diri selalu terbuka.

Pantang menyerah, terus berusaha, dan tidak berhenti belajar menjadi pesan penting dari perjalanan Ismael Koto. Sebab, keberhasilan tidak semata-mata diukur dari seberapa cepat seseorang mencapai tujuan, tetapi juga dari kesungguhannya untuk terus melangkah hingga cita-cita yang pernah tertunda akhirnya dapat diwujudkan.

“MB“