Kaba Minang KABAMINANG.com Terdepan Dalam Mengabarkan
MotoGpOLAHRAGA

Marc Márquez Mulai Bersahabat dengan Mandalika, Akhiri Penantian Lewat Kemenangan Sprint

×

Marc Márquez Mulai Bersahabat dengan Mandalika, Akhiri Penantian Lewat Kemenangan Sprint

Sebarkan artikel ini

Mandalika, Kabaminang.com, 10 Oktober 2026 – Sirkuit Mandalika yang selama ini menyimpan banyak cerita pahit bagi Marc Márquez akhirnya menghadirkan senyum kemenangan. Pembalap Ducati Lenovo itu sukses menjuarai Sprint Race MotoGP Indonesia 2026, Sabtu (10/10/2026), sekaligus membuka lembaran baru dalam perjalanannya di lintasan kebanggaan Indonesia tersebut.

Kemenangan ini terasa istimewa. Bukan semata-mata karena Márquez berhasil mengungguli para pesaingnya, tetapi juga karena Mandalika selama beberapa musim terakhir menjadi tempat yang sulit ditaklukkannya. Kecelakaan, kegagalan menyelesaikan balapan utama, hingga cedera pernah mewarnai perjalanannya di Lombok.

Kini, pembalap berjuluk The Baby Alien itu mulai menunjukkan bahwa hubungannya dengan Mandalika bisa berubah. Dari lintasan yang kerap menghadirkan kekecewaan, Mandalika perlahan menjadi panggung tempat ia kembali memperlihatkan ketajamannya.

Dari Rentetan Kesialan Menuju Panggung Kemenangan

Sejak MotoGP Indonesia kembali digelar di Mandalika pada 2022, Márquez belum pernah berhasil menyelesaikan balapan utama di sirkuit tersebut hingga sebelum musim 2026.

Pada 2022, ia mengalami kecelakaan saat sesi pemanasan yang membuatnya tidak dapat mengikuti balapan. Setahun kemudian, kecelakaan kembali menghampirinya pada Sprint Race dan balapan utama. Pada 2024, ia sempat meraih podium ketiga Sprint Race, tetapi belum mampu menuntaskan balapan utama. Musim 2025 pun kembali berakhir dengan cedera setelah insiden di lintasan.

Catatan itu membuat setiap kedatangannya ke Mandalika selalu dibayangi pertanyaan: mampukah Márquez akhirnya mengubah nasibnya di sirkuit ini?

Jawabannya mulai terlihat pada Sabtu siang. Dalam balapan sprint yang berlangsung selama 13 putaran, pembalap Spanyol tersebut bukan hanya bertahan dari tekanan rival, tetapi juga berhasil mengambil kesempatan ketika persaingan di barisan depan memanas.

Lima Lap Terakhir Jadi Titik Balik

Sprint Race Mandalika 2026 berlangsung dramatis sejak awal. Raul Fernández yang memulai balapan dari pole position terlibat insiden di tikungan pertama bersama Marco Bezzecchi. Keduanya gagal melanjutkan perlombaan, membuat persaingan di barisan depan berubah sejak putaran pembuka.

Jorge Martín kemudian mengambil alih pimpinan, sementara Márquez terus membayangi dan menunggu kesempatan untuk menyerang.

Momen penentuan hadir ketika balapan menyisakan lima putaran. Martín memberikan jalan bagi Márquez untuk melewati dirinya, dalam situasi yang berkaitan dengan persoalan tekanan ban. Setelah mengambil posisi terdepan, Márquez berusaha menjaga ritme dan mempertahankan keunggulannya.

Martín sempat berpeluang membalas. Namun, kesalahan pada lap menjelang finis membuatnya melebar dan kehilangan posisi. Márquez pun semakin leluasa mengamankan kemenangan.

Pembalap Ducati Lenovo tersebut finis pertama, diikuti Ai Ogura di posisi kedua dengan selisih 0,509 detik. Fabio Di Giannantonio melengkapi podium ketiga, sedangkan Martín harus puas di urutan keempat.

Bagi Márquez, kemenangan tersebut menjadi kemenangan Sprint pertamanya di Mandalika dan pencapaian penting setelah bertahun-tahun menghadapi kesulitan di sirkuit ini.

Tak Hanya Menang, Márquez Rebut Puncak Klasemen

Hasil manis di Mandalika juga membawa dampak besar terhadap persaingan gelar juara dunia MotoGP 2026.

Tambahan 12 poin dari Sprint Race mengangkat Márquez ke puncak klasemen sementara dengan koleksi 343 poin. Ia kini unggul empat poin atas Martín yang mengumpulkan 339 poin.

Perubahan posisi tersebut membuat persaingan menuju gelar juara semakin menarik. Keunggulan yang sebelumnya berada di tangan Martín kini berpindah kepada Márquez, sementara rangkaian balapan berikutnya masih menyimpan peluang perubahan klasemen.

Márquez sendiri datang ke Indonesia dengan modal kuat setelah tampil impresif di Jepang. Kemenangan di Mandalika mempertegas momentum positifnya, sekaligus menambah tekanan bagi para pesaing dalam perebutan gelar musim ini.

Mandalika Mulai Memberikan Cerita Berbeda

Bagi penggemar MotoGP Indonesia, kemenangan Márquez memiliki daya tarik tersendiri. Nama besar pembalap Spanyol itu sudah lama menjadi pusat perhatian setiap kali datang ke Lombok, tetapi hasil di lintasan tidak selalu berpihak kepadanya.

Sprint Race 2026 kini menghadirkan cerita berbeda. Márquez berhasil berdiri di posisi tertinggi podium, menuntaskan perlombaan tanpa mengulangi kegagalan yang selama ini menghantuinya di Mandalika.

Meski demikian, tantangan belum sepenuhnya selesai. Kemenangan Sprint Race bukan berarti seluruh catatan buruknya di balapan utama otomatis terhapus. Balapan Grand Prix pada Minggu (11/10/2026) masih menjadi ujian berikutnya untuk membuktikan bahwa ia benar-benar mampu menaklukkan Mandalika secara utuh.

Satu hal sudah pasti, Márquez kini memiliki alasan baru untuk tersenyum di Lombok. Sirkuit yang dahulu identik dengan kesialan mulai memberinya hasil yang selama ini dinantikan.

Mandalika belum tentu langsung menjadi lintasan favoritnya, tetapi kemenangan Sprint Race ini menjadi tanda bahwa hubungan keduanya mulai membaik. Dan ketika persaingan gelar juara dunia sedang memanas, kemenangan tersebut datang pada waktu yang sangat berharga bagi sang pembalap Ducati.

“java”