Kaba Minang KABAMINANG.com Terdepan Dalam Mengabarkan
Liga ChampionsOLAHRAGA

PSG Makan Korban Lagi! Setelah Manchester City, Kini Barcelona Tumbang 4-2

×

PSG Makan Korban Lagi! Setelah Manchester City, Kini Barcelona Tumbang 4-2

Sebarkan artikel ini

Paris, Kabaminang.com – Paris Saint-Germain (PSG) kembali menunjukkan taringnya di Liga Champions UEFA 2026/2027. Setelah mempermalukan Manchester City dengan skor 4-2 di Etihad Stadium, juara bertahan asal Prancis itu kembali memakan korban dengan menumbangkan Barcelona 4-2 di Parc des Princes, Selasa (20/10/2026) malam waktu setempat.

Kemenangan beruntun atas dua raksasa Eropa tersebut mempertegas ketajaman PSG di kompetisi elite antarklub Eropa. Kali ini, Barcelona menjadi korban terbaru setelah gagal membendung gelombang serangan Les Parisiens dalam pertandingan yang berlangsung terbuka dan penuh drama.

Dikutip dari laporan pertandingan Sky Sports dan laman resmi PSG, Désiré Doué, Lucas Hernández, Vitinha, serta Fabián Ruiz menjadi pencetak gol kemenangan tuan rumah. Sementara itu, Barcelona membalas melalui Xavi Espart dan Lamine Yamal.

Désiré Doué Buka Jalan Kemenangan

PSG langsung memperlihatkan permainan agresif sejak menit awal. Dukungan publik Parc des Princes membuat tim asuhan Luis Enrique tampil percaya diri dalam meladeni permainan menyerang Barcelona.

Setelah sejumlah peluang tercipta, Désiré Doué memecah kebuntuan pada menit ke-38. Aksinya membawa PSG unggul 1-0 hingga babak pertama berakhir.

Barcelona tidak tinggal diam. Memasuki babak kedua, tim besutan Hansi Flick meningkatkan tekanan dan berhasil menyamakan kedudukan melalui Xavi Espart pada menit ke-55.

Gol tersebut membuat pertandingan kembali terbuka. Kedua tim silih berganti melancarkan serangan, tetapi PSG akhirnya kembali memimpin setelah Lucas Hernández mencetak gol pada menit ke-72 melalui sundulan keras memanfaatkan situasi sepak pojok.

Lamine Yamal Sempat Beri Harapan Barcelona

Barcelona kembali menunjukkan daya juangnya. Pada menit ke-79, Lamine Yamal mencetak gol penyama kedudukan untuk mengubah skor menjadi 2-2.

Namun, harapan tim tamu untuk membawa pulang poin segera mendapat pukulan telak. Hanya berselang dua menit, Vitinha kembali membawa PSG unggul 3-2 pada menit ke-81.

Barcelona yang berusaha mengejar ketertinggalan justru kembali kebobolan. Fabián Ruiz memastikan kemenangan PSG menjadi 4-2 melalui gol pada menit ke-86.

Dua gol dalam fase akhir pertandingan menjadi pembeda utama. PSG mampu menjaga intensitas serangan ketika Barcelona mulai kesulitan mengimbangi tempo permainan.

Manchester City Sudah Tumbang, Kini Barcelona Menyusul

Kemenangan atas Barcelona menjadi lanjutan dari hasil impresif PSG ketika bertandang ke markas Manchester City pada 14 Oktober 2026.

Dalam pertandingan tersebut, PSG juga menang 4-2. Désiré Doué, Ousmane Dembélé, Vitinha, dan Maghnes Akliouche menjadi pencetak gol bagi klub ibu kota Prancis tersebut, sedangkan Erling Haaland mencetak dua gol untuk Manchester City.

Kini, Barcelona mengalami nasib serupa. Dua klub elite Eropa itu sama-sama mencetak dua gol, tetapi keduanya tidak mampu menghentikan produktivitas lini serang PSG.

Hasil tersebut juga menjadi kekalahan pertama Barcelona pada musim ini di semua kompetisi. Sebelum menghadapi PSG, skuad Hansi Flick masih mempertahankan rekor sempurna dalam 11 pertandingan sebelumnya.

Sebaliknya, PSG memperpanjang laju impresifnya di Liga Champions. Berdasarkan hasil tiga pertandingan fase liga, klub asuhan Luis Enrique tersebut mengoleksi sembilan poin dan sementara memimpin klasemen dengan tiga kemenangan.

PSG Kirim Peringatan kepada Rival Eropa

Rangkaian kemenangan atas Manchester City dan Barcelona menjadi sinyal kuat bahwa PSG masih menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan dalam perburuan gelar Liga Champions musim ini.

Ketajaman Désiré Doué, kreativitas Vitinha, serta kontribusi Fabián Ruiz memperlihatkan bahwa ancaman PSG tidak bergantung pada satu pemain saja.

Di sisi lain, Barcelona perlu mengevaluasi organisasi pertahanannya setelah kebobolan empat gol dalam pertandingan di Paris. Kemampuan menyerang mereka tetap terlihat melalui gol Espart dan Yamal, tetapi masalah menjaga konsentrasi pada fase krusial menjadi pekerjaan rumah bagi Hansi Flick.

PSG kini kembali mengirim pesan kepada para pesaingnya: menghadapi Les Parisiens bukan sekadar soal mengimbangi permainan, tetapi juga bertahan menghadapi tekanan hingga peluit akhir.

Setelah Manchester City, Barcelona menjadi korban berikutnya. Jika konsistensi ini terus terjaga, PSG berpeluang menjadi salah satu kandidat kuat untuk kembali mempertahankan mahkota Eropa.

“java”