Kabaminang.com – Arosuka, 24 September 2026. Di tengah suasana duka akibat bencana banjir galodo yang menghantam kawasan perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok, semangat kebersamaan dan solidaritas terus ditunjukkan jajaran DPRD Kabupaten Solok.
Ketua DPRD Kabupaten Solok, Ivoni Munir, didampingi Wakil Ketua DPRD Muklis bersama sejumlah anggota DPRD, Kamis (24/9/2026), turun langsung melakukan gotong royong (goro) sekaligus meninjau kondisi kompleks Kantor DPRD Kabupaten Solok di Arosuka yang terdampak cukup parah akibat terjangan banjir galodo.
Dengan mengenakan pakaian sederhana dan berbaur bersama jajaran Sekretariat DPRD, pimpinan dan anggota DPRD ikut membersihkan material lumpur, sisa kayu, batu serta berbagai benda yang berserakan akibat terjangan banjir.
Pemkab Dharmasraya Aspal Jalan Pulau Punjung-Lubuk Bulang, Perkuat Akses Menuju Timpeh24 Sep 2026›02
Pimpinan DPRD dan Ketua Fraksi Sepakati Lanjutkan Paripurna APBD TA 2027, Penanganan Pascabencana Jadi Prioritas23 Sep 2026›03
Arus Solok–Padang Kembali Lancar, Polri Bersama Warga Pulihkan Kondisi Jalan23 Sep 2026›Kondisi sejumlah ruangan kantor terlihat porak-poranda. Lumpur dan material banjir memenuhi bagian dalam gedung, sementara sejumlah peralatan dan perlengkapan perkantoran ikut terdampak. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pimpinan DPRD, mengingat kantor DPRD merupakan tempat berlangsungnya berbagai aktivitas kelembagaan dan pelayanan administrasi pemerintahan.
Dalam peninjauan tersebut, Ivoni Munir tidak hanya melihat kondisi fisik bangunan, tetapi juga memberikan perhatian khusus terhadap dokumen, arsip dan administrasi kelembagaan DPRD yang terdampak bencana.
Ia mewanti-wanti Sekretaris DPRD Kabupaten Solok agar langkah penyelamatan dokumen dan arsip dilakukan secepat mungkin dengan melibatkan pihak yang memiliki kompetensi di bidang penyelamatan dan penanganan arsip pascabencana.
Menurutnya, dokumen dan arsip kelembagaan memiliki nilai penting karena menyangkut perjalanan administrasi dan pelaksanaan tugas DPRD yang harus tetap terjaga meskipun kantor mengalami musibah.
“Dokumen dan arsip harus menjadi perhatian. Segera lakukan langkah penyelamatan dan jangan sampai ada yang terabaikan. Kalau membutuhkan tenaga atau pihak yang berkompeten, segera gandeng dan koordinasikan,” demikian penekanan Ivoni kepada jajaran Sekretariat DPRD.
Ia juga mengingatkan agar proses pembersihan tidak dilakukan secara sembarangan, terutama terhadap dokumen yang masih memungkinkan untuk diselamatkan. Penanganan harus dilakukan secara hati-hati dengan memprioritaskan keselamatan manusia sekaligus perlindungan terhadap aset dan arsip negara.
Kehadiran langsung pimpinan DPRD di lokasi menjadi gambaran bahwa musibah yang melanda kompleks perkantoran bukan hanya persoalan kerusakan bangunan, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama untuk segera melakukan pemulihan.
Wakil Ketua DPRD Muklis bersama anggota DPRD yang ikut turun langsung juga menunjukkan solidaritas dan kepedulian terhadap kondisi Sekretariat DPRD. Semangat gotong royong menjadi bagian penting dalam menghadapi situasi pascabencana.
Di tengah lumpur dan puing-puing yang masih memenuhi lingkungan kantor, kebersamaan antara pimpinan, anggota DPRD dan jajaran Sekretariat DPRD terlihat kuat. Semua bergerak sesuai kemampuan masing-masing, membersihkan lingkungan sekaligus memetakan berbagai persoalan yang membutuhkan penanganan lanjutan.
Ivoni Munir menegaskan, penanganan pascabencana harus dilakukan secara bertahap dan terukur, mulai dari penyelamatan dokumen dan arsip, pengamanan aset, pembersihan lingkungan, hingga pendataan kerusakan untuk menentukan langkah pemulihan selanjutnya.
Bagi DPRD Kabupaten Solok, kondisi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas. Di tengah beratnya dampak bencana, semangat untuk bangkit dan kembali menjalankan roda kelembagaan harus tetap dijaga.
Empati, kepedulian dan gotong royong hari ini menjadi energi bersama untuk memulihkan kembali Kantor DPRD Kabupaten Solok pascaterjangan banjir galodo.






