KABAMINANG.com – Koto Baru, 16 Januari 2026. Meski air mata duka perlahan mengering dan aktivitas masyarakat Kabupaten Solok mulai kembali normal pasca banjir besar sebulan lalu, jejak trauma masih membekas di hati para korban. Terutama warga di Nagari Saniangbaka dan Koto Sani, Kecamatan X Koto Singkarak, hingga wilayah Paninggahan, Muara Pingai, Aie Dingin, Subarang Danau, Kecamatan Danau Kembar, yang luluh lantak akibat bencana alam terbesar dalam kurun waktu 50 tahun terakhir.
Sebagai wujud empati dan kepedulian kemanusiaan, Kantor Kementerian Haji dan Umrah (KemenHaj) Kabupaten Solok turun langsung ke lokasi bencana untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak paling parah. Kehadiran KemenHaj bukan sekadar membawa bantuan, tetapi juga menghadirkan harapan dan kekuatan moral bagi para korban.
Isak Tangis Hj. Nur’aini, Rumah dan Kenangan yang Terenggut
Momen haru terjadi saat rombongan KemenHaj Kabupaten Solok yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor, Sesmadewita, S.Sos.I, M.AP, mengunjungi Hj. Nur’aini, jamaah haji tahun 2024 asal Koto Sani.
Dengan suara bergetar dan air mata yang tak tertahan, Hj. Nur’aini menceritakan kondisi rumahnya yang rusak parah dan tidak lagi layak dihuni.
“Rumah ambo rusak parah, indak bisa ditempati lai do nak. Kini ambo terpaksa manumpang di rumah adiak-adiak. Mohon doakan ambo kuat yo nak,” tuturnya lirih dalam bahasa Minang, sarat kesedihan.
Kunjungan tersebut turut didampingi jajaran KemenHaj Kabupaten Solok, yakni Masriwal, S.AP, H. Dodi Waldi, M.A, Yemi Wahyuni, M.A, Titin Yuntrisna, S.Pd, dan Rina Elvira, S.Sos, serta beberapa tokoh masyarakat Saniangbaka dan pengurus PC Muhammadiyah Kecamatan X Koto Singkarak. Bagi Hj. Nur’aini, perhatian dan sentuhan kemanusiaan itu menjadi penguat di tengah keterpurukan.
“Terima kasih banyak kepada Bapak Kepala Kantor dan rombongan yang telah sudi mengunjungi saya,” ucapnya penuh haru.
Bantuan Modal Usaha untuk Warga Saniangbaka
Aksi nyata KemenHaj Kabupaten Solok juga diwujudkan melalui penyaluran bantuan modal usaha dan paket sembako kepada lima Kepala Keluarga (KK) di Nagari Saniangbaka yang mengalami kerugian berat akibat banjir.
Bantuan ini diharapkan menjadi pemantik kebangkitan ekonomi warga, agar mereka dapat kembali mandiri setelah usaha dan mata pencaharian sempat terhenti.
Read More:
- 1 Jenderal Humas Pulang Kampung: Kisah Brigjen Pol. Ricky Yanuarfi, dari Komandan Menwa UIN hingga Kepala BNNP Sumbar
- 2 Satlantas Polres Dharmasraya Gelar Patroli Cegah Balap Liar Jelang Berbuka Puasa
- 3 Kejari Dharmasraya Sosialisasikan Program Jaksa Sahabat Guruku, 200 Kepala Sekolah Hadir
Bagi para korban, kehilangan rumah bukan hanya kehilangan bangunan fisik, tetapi juga lenyapnya tempat berlabuh kenangan dan harapan keluarga. Dalam kondisi seperti itu, uluran tangan dan kepedulian sesama menjadi kekuatan utama untuk bertahan dan bangkit.
KemenHaj Hadir sebagai Wujud Empati dan Kemanusiaan
Kepala Kantor KemenHaj Kabupaten Solok, Sesmadewita, S.Sos.I, M.AP, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral, persaudaraan, serta empati kemanusiaan.
“Badai pasti berlalu. Namun selama proses itu berlangsung, kami ingin hadir agar masyarakat terdampak tidak merasa berjuang sendirian.
Ini tentang kemanusiaan dan persaudaraan yang melampaui tugas kedinasan.
Tidak dilihat dari jumlah bantuannya, tetapi dari rasa kepedulian. Apalagi KemenHaj baru dua bulan hadir di Kabupaten Solok,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sesmadewita juga menyampaikan terima kasih dan doa kepada para dermawan yang telah mempercayakan penyaluran bantuan melalui KemenHaj Kabupaten Solok. Bantuan tersebut berasal dari karyawan PT Pama Persada Nusantara Kalimantan Timur melalui Iwan Chaniago, serta Hj. Hasnah (Dagang) di Jakarta.
Melalui aksi kemanusiaan ini, KemenHaj Kabupaten Solok berharap semangat para korban banjir dapat kembali tumbuh. Sebab di balik setiap musibah, selalu ada hikmah dan tangan-tangan peduli yang siap menopang, agar kehidupan tetap dapat dijalani dengan tegar dan lapang jiwa.
“MB”







