KABAMINANG.com – Dharmasraya. Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 1 Sungai Rumbai menjadi sorotan setelah puluhan pelajar mengalami keluhan kesehatan, mulai dari pusing, mual, hingga diare, usai mengonsumsi makanan yang disediakan dapur MBG yang dikelola oleh organisasi Muhammadiyah.
Penjabat Sekretaris Daerah Dharmasraya, Jasman Rizal, menyampaikan bahwa pihak pemerintah daerah belum dapat memastikan sumber gangguan kesehatan yang dialami sebanyak 96 siswa tersebut. Menurutnya, penyebab pasti masih menunggu hasil penelusuran lebih lanjut.
Sebagai tindak lanjut, Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani langsung mengambil langkah cepat dengan memanggil Satuan Tugas MBG. Bupati juga meminta agar dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap proses pengolahan hingga distribusi makanan guna memastikan kejadian serupa tidak terulang.
Proses penelusuran penyebab gangguan kesehatan masih terus berjalan. Tim terkait telah mengamankan sejumlah sampel untuk diperiksa, dan hasil analisis laboratorium diperkirakan baru dapat diketahui dalam kurun waktu satu hari.
Dari pendataan sementara, tercatat beberapa korban harus mendapatkan penanganan medis. Dua orang dirawat di RSUD Sungai Rumbai, sementara lima lainnya ditangani di fasilitas klinik. Selebihnya, puluhan pelajar menjalani pemulihan secara mandiri di rumah.
Meski jumlah yang terdampak cukup banyak, kondisi para korban dinyatakan relatif stabil. Tidak ditemukan pasien dengan kondisi kritis yang membutuhkan penanganan darurat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya menyampaikan bahwa hingga kini pihaknya masih berhati-hati dalam menarik kesimpulan terkait insiden tersebut.
“Kami belum dapat memastikan apakah kejadian ini mengarah pada kasus keracunan atau disebabkan oleh faktor lain,” ujar Yosta Defina saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon.
Ia menjelaskan, pengambilan sampel lanjutan masih dilakukan sebagai bagian dari langkah investigasi medis guna mengetahui sumber pasti gangguan kesehatan yang dialami para pelajar.
Kepolisian juga turut melakukan pemantauan terhadap perkembangan kasus ini. Kapolres Dharmasraya AKBP Kartya Yudarso melalui Kapolsek Sungai Rumbai AKP Agusalem mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan resmi.
Read More:
- 1 Rapat Koordinasi Persiapan Goro Bersama Gubernur Sumbar di Banda Tangah
- 2 Silaturahmi dengan Bank Nagari, Pemkab Solok Perkuat Sinergi Pembangunan dan Apresiasi Dukungan Penanganan Irigasi 6.000 Ha Sawah
- 3 Pemkab Solok Perkuat Pembinaan Atlet Muda, Resmi Buka Pelatihan Instruktur Identifikasi dan Deteksi Bakat Olahraga 2026
“Sampai saat ini belum ada kesimpulan karena hasil uji laboratorium belum keluar. Yang dapat kami pastikan baru adanya keluhan kesehatan yang dialami oleh para siswa,” ungkapnya.
Informasi awal terkait kejadian ini muncul setelah masyarakat menyampaikan laporan adanya sejumlah pelajar yang mengeluhkan kondisi kesehatan mereka secara bersamaan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, aparat kepolisian melalui unsur reskrim turun langsung ke lokasi guna melakukan penanganan awal, termasuk mengamankan sampel untuk kepentingan pemeriksaan laboratorium.
Di sisi lain, Koordinator Daerah MB Muhammadiyah Kabupaten Dharmasraya, Hengki Purnanda, mengonfirmasi bahwa peristiwa tersebut memang terjadi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Hengki menyampaikan bahwa kejadian yang dialami para pelajar saat ini masih diklasifikasikan sebagai gangguan kesehatan, seraya menegaskan bahwa pihaknya bertanggung jawab penuh terhadap situasi yang terjadi.
Ia mengungkapkan bahwa selama pelaksanaan program MBG berlangsung, insiden ini baru pertama kali terjadi sejak dapur MB Muhammadiyah mulai beroperasi sekitar empat pekan terakhir.
Menurutnya, seluruh proses dan hasil pemeriksaan diserahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang guna memastikan apakah kejadian tersebut disebabkan oleh keracunan atau faktor lainnya.
Hengki juga menjelaskan bahwa dapur MBM menjalankan proses pengolahan makanan sesuai prosedur yang ditetapkan, mulai dari waktu memasak dini hari, penyediaan porsi tambahan bagi petugas, hingga koordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan sebagai langkah pencegahan.
“NT”







