KABAMINANG.com – Dharmasraya. Tangis pilu ribuan masyarakat menghujam lewat doa, berharap uluran tangan para dermawan datang menghapus luka. Kini, tangis bayi-bayi mungil itu perlahan berubah menjadi senyum ketika sebuah harapan datang menyapu puing-puing bekas bencana.
Di tengah duka yang menimpa Nagari Matua Mudiak, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, kepedulian mengalir dari berbagai penjuru. Salah satunya dari Wali Nagari Koto Beringin, Kecamatan Tiumang, Suherman, yang dengan tulus mengirimkan alat berat milik pribadinya untuk membantu penanganan material bencana di wilayah tersebut.
Suherman mengambil langkah cepat tanpa menunggu perintah. Ia memastikan alat berat itu diberangkatkan pada Sabtu pagi, 06/12/25, dari Dharmasraya menuju lokasi terdampak. Perjalanan panjang itu disambut haru oleh masyarakat setempat yang tengah berjuang memulihkan kondisi pascabencana.
Sesampainya di Nagari Matua Mudiak, alat berat langsung dioperasikan untuk membuka akses yang tertutup material longsor dan membantu membersihkan area pemukiman warga. Aksi ini memberi secercah harapan bagi masyarakat yang sedang dilanda kesulitan.
Menurut warga di lokasi, keberadaan alat berat sangat membantu, terlebih proses penanganan material membutuhkan peralatan yang memadai. Kehadiran bantuan dari Dharmasraya dianggap sebagai bentuk solidaritas nyata dan sangat berarti.
“Terima kasih banyak Pak Wali Suherman,” ucap Lili Kurnia, salah seorang warga yang terkena musibah, dengan mata berkaca-kaca.
Yang membuat banyak pihak terharu, seluruh biaya mobilisasi dan operasional alat berat ditanggung langsung oleh Wali Nagari Suherman. Ia tidak ingin beban masyarakat yang tertimpa musibah semakin berat akibat kendala biaya.
Read More:
- 1 Bupati dan Wakil Bupati Solok Resmi Dilantik Sebagai Ketua Mabicab dan Ketua Kwarcab 0302 Gerakan Pramuka Kabupaten Solok Masa Bakti 2025–2030
- 2 Pemkab Solok Serahkan Dokumen R3P kepada BNPB pada Rakor Sinergitas R3P Sumbar 2025
- 3 Kepala BNN Kabupaten Solok Temu Ramah dengan Wabup Solok, Perkuat Sinergi P4GN
Suherman mengatakan tindakan ini adalah panggilan hati, karena baginya, musibah di tempat lain juga merupakan duka bagi seluruh masyarakat Minangkabau.
“Kita satu ranah, satu kampung besar. Ketika saudara kita ditimpa musibah, sudah seharusnya kita ikut membantu,” ujarnya dengan suara penuh empati.
Ia berharap kehadiran alat berat tersebut bisa mempercepat proses pemulihan, terutama pembukaan akses jalan dan pembersihan rumah warga. Suherman juga memastikan alat berat akan tetap berada di lokasi hingga seluruh pekerjaan penanganan material rampung.
Warga Nagari Matua Mudiak menyampaikan rasa terima kasih dan bangga atas perhatian yang diberikan. Bantuan ini bukan hanya berupa mesin dan tenaga, tetapi juga simbol persaudaraan antarnagari yang tidak terputus oleh jarak.
Di tengah banyaknya tantangan saat bencana, aksi kepedulian seperti ini menjadi pengingat bahwa gotong royong masih menjadi napas utama masyarakat. Langkah Wali Nagari Koto Beringin menjadi inspirasi bahwa satu tindakan kecil dapat memberi perubahan besar bagi mereka yang membutuhkan.
(NT)







