AROSUKA 30 Oktober 2026, Kabaminang.com.Perjalanan panjang dalam dunia birokrasi pemerintahan telah mengantarkan Drs. Muhammad AlFajri pada sebuah amanah penting, yakni menjabat sebagai Sekretaris DPRD Kabupaten Solok. Berbekal pengalaman panjang di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), Al-Fajri dikenal sebagai sosok pamong yang memiliki kemampuan komunikasi lugas, bersahabat, ramah tamah, dan mudah tersenyum.

Di mana pun bertugas, ia berusaha membangun hubungan baik dengan lingkungan kerja. Sikap terbuka, sederhana, serta kedekatannya dengan para staf menjadikan Al-Fajri sebagai sosok yang disenangi dan dihormati oleh bawahannya.
Polres Solok Kota Gelar Binrohtal, Hadirkan Ustadz Wawan Syafriandi, S.Pd., Guru MAN 2 Solok Singkarak29 Okt 2026›Perjalanan pengabdiannya dimulai pada 1 Februari 1989, ketika ia resmi menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Semangat untuk meningkatkan kapasitas diri membawanya melanjutkan pendidikan tugas belajar di APDN Bukittinggi.
Pada tahun 1992, ia mengawali penugasan di Kabupaten Lima Puluh Kota. Tidak berhenti sampai di situ, pada tahun 1995 Al-Fajri kembali melanjutkan pendidikan ke Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) Jakarta untuk meraih gelar sarjana.
Tahun 1998 menjadi babak baru dalam perjalanan kariernya ketika ia pindah dan mengabdikan diri di Kabupaten Solok.
Pengalaman pemerintahan di daerah ini semakin memperkaya perjalanan profesionalnya. Pada tahun 2003, Al-Fajri dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Camat Lembah Gumanti. Setahun kemudian, tepatnya 2004, ia dipercaya menjadi Camat Pantai Cermin, sebelum selanjutnya menjabat Camat X Koto Diatas pada tahun 2006.
Kariernya terus berkembang. Tahun 2006 ia dipercaya memimpin bidang Inforkomp, kemudian pada 2009 mendapat amanah di KPPT, dan tahun 2011 bertugas di KP3M.
Pada tahun 2013, Al-Fajri kembali memperoleh kepercayaan sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok. Pengalaman berikutnya berlanjut di lingkungan Dinas Sosial sebagai Kepala Bidang Penanganan Kemiskinan, kemudian Sekretaris Dinas Pariwisata, dan pada tahun 2022 kembali bertugas di Dinas Sosial.
Selanjutnya, pada tahun 2023, ia dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Solok.
Puncak perjalanan panjang pengabdiannya dalam birokrasi pemerintahan kembali menghadirkan tantangan baru. Pada 15 Desember 2025, Drs. Muhammad Al-Fajri resmi dipercaya menjabat sebagai Sekretaris DPRD Kabupaten Solok hingga sekarang.
Sekretaris DPRD, Amanah dan Tantangan yang Menyenangkan
Bagi Al-Fajri, menjadi Sekretaris DPRD bukan sekadar perpindahan jabatan, melainkan sebuah tantangan sekaligus kesenangan tersendiri.
Menurutnya, DPRD merupakan lembaga yang memiliki karakteristik berbeda dibandingkan OPD lainnya. Pimpinan dan anggota DPRD merupakan representasi masyarakat yang berasal dari berbagai latar belakang, pengalaman, serta warna pemikiran politik yang beragam.
“Justru di situlah letak kekayaan pengalaman dan pergaulan kita. Kita berhadapan dengan banyak karakter, pemikiran, serta pengalaman yang berbeda. Itu menjadi pembelajaran tersendiri bagi saya,” ungkap Al-Fajri saat berbincang di ruang kerjanya di Arosuka, Jumat (30/10/2026).
Ia menjelaskan, Sekretariat DPRD memiliki posisi strategis dalam mendukung kelancaran tugas-tugas kedewanan, baik dalam bidang administrasi, persidangan, keuangan, maupun fasilitasi kegiatan pimpinan dan anggota DPRD.
Karena itu, menurutnya, pola komunikasi yang baik menjadi salah satu kunci utama dalam menjalankan tugas.
Sekretariat DPRD harus mampu menjadi jembatan komunikasi dan koordinasi antara lembaga legislatif dengan pemerintah daerah. Dalam menjalankan fungsi tersebut, terdapat dua sisi pertanggungjawaban yang harus dipahami dengan baik.
“Secara operasional, kita bertanggung jawab kepada Pimpinan DPRD, sementara secara administratif kita bertanggung jawab kepada Bupati Solok sebagai atasan kita. Kedua hubungan ini harus berjalan dengan baik, profesional, dan saling mendukung,” jelasnya.
Komunikasi dan Pelayanan Menjadi Kunci
Al-Fajri menilai, salah satu hal yang memudahkan dirinya menjalankan tugas di Sekretariat DPRD saat ini adalah pengalaman para pimpinan DPRD yang sudah cukup matang dalam pemerintahan maupun dunia politik.
Menurutnya, pimpinan DPRD Kabupaten Solok saat ini memiliki pengalaman di bidang pemerintahan dan telah melalui beberapa periode pengabdian. Kondisi tersebut tentu menjadi modal positif dalam membangun komunikasi, koordinasi, serta sinergi kelembagaan.
Baginya, tugas Sekretariat DPRD bukan hanya menyelesaikan urusan administrasi dan rutinitas perkantoran, tetapi juga memastikan seluruh kebutuhan kelembagaan DPRD dapat terlayani dengan baik.
Ia ingin membangun lingkungan kerja yang harmonis, mengedepankan komunikasi, serta menciptakan suasana kerja yang saling menghargai antara pimpinan, anggota DPRD, pejabat struktural, dan seluruh staf Sekretariat DPRD.
Al-Fajri juga mengingatkan bahwa menjadi aparatur pemerintah berarti harus siap memberikan pelayanan kepada siapa pun tanpa membeda-bedakan latar belakang.
“Jangan pernah lelah melayani dengan baik kepada siapa pun. Itulah esensi kita sebagai aparatur pemerintah. Pelayanan harus menjadi prioritas, bukan sekadar kewajiban karena jabatan,” pesannya.
Ia juga menyampaikan bahwa semangat pelayanan tersebut sejalan dengan arah kepemimpinan Pemerintah Kabupaten Solok di bawah Bupati Jon Firman Pandu, S.H., dan Wakil Bupati H. Candra, S.Hi., yang mengedepankan prinsip melayani masyarakat dengan baik.
Pamong yang Terus Belajar dan Mengabdi
Jika melihat perjalanan kariernya sejak 1989, Al-Fajri merupakan salah satu sosok birokrat yang telah melewati berbagai dinamika pemerintahan. Mulai dari pengalaman di tingkat kecamatan, memimpin perangkat daerah, mengelola pelayanan publik, hingga kini mengemban amanah di lembaga legislatif.
Pengalaman panjang tersebut menjadi modal penting untuk memahami bagaimana roda pemerintahan berjalan, bagaimana membangun koordinasi antarlembaga, serta bagaimana menghadirkan pelayanan administrasi yang profesional.
Namun, bagi seorang pamong, perjalanan pengabdian tidak semata-mata diukur dari berapa banyak jabatan yang pernah diduduki, melainkan bagaimana setiap amanah dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Sosok Drs. Muhammad Al-Fajri memberikan gambaran bahwa pengalaman, komunikasi, keramahan, dan kemauan untuk terus belajar merupakan bekal penting dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Kini, di Sekretariat DPRD Kabupaten Solok, perjalanan panjang itu berlanjut. Dengan pengalaman yang telah ditempa selama puluhan tahun, ia diharapkan mampu memperkuat pelayanan administrasi dan fasilitasi kedewanan, sekaligus menjaga hubungan harmonis antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Solok.
Sebab, pada akhirnya, jabatan boleh berganti, tempat pengabdian bisa berpindah, tetapi semangat seorang pamong tetaplah sama: hadir untuk melayani, bekerja dengan ketulusan, dan mengabdi demi kemajuan daerah. (MB)





