Kabaminang.com – Dharmasraya. Pemerintah Kabupaten Dharmasraya mengalihkan kegiatan belajar mengajar ke rumah setelah kualitas udara di wilayah tersebut masuk kategori tidak sehat.
Pembelajaran jarak jauh mulai diterapkan pada Selasa (6/10/2026). Kebijakan ini berlaku sementara bagi peserta didik sembari pemerintah daerah memantau perkembangan kondisi udara.
Keputusan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi agar siswa tidak terlalu lama berada di luar ruangan. Kabut asap yang menyelimuti Dharmasraya disebut berasal dari wilayah sekitar.
Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Taklukkan Thailand Lewat Adu Penalti05 Okt 2026›02
Semangat Tak Surut di Tengah Sisa Bencana, Sekwan Apresiasi Kekompakan Sekretariat DPRD Kabupaten Solok05 Okt 2026›03
Kabupaten Solok Matangkan Persiapan Dan Support Penuh PORPROV Cabang Karate.05 Okt 2026›Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Dharmasraya, Bobby Perdana Riza, mengatakan kebijakan itu dijalankan berdasarkan instruksi Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani.
Menurut Bobby, siswa telah dipulangkan pada Senin (5/10/2026). Selanjutnya, proses pembelajaran dilanjutkan melalui metode jarak jauh dari kediaman masing-masing.
“Untuk sementara anak-anak belajar dari rumah mulai besok. Pelaksanaannya akan kami evaluasi sambil melihat perkembangan kualitas udara,” kata Bobby.
Penerapan kebijakan tersebut tidak hanya menyasar sekolah yang berada di bawah Dinas Pendidikan Kabupaten Dharmasraya. Pemerintah daerah juga melakukan koordinasi dengan Kantor Kementerian Agama dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 5.
Koordinasi itu mencakup madrasah aliyah serta satuan pendidikan SMA dan SMK. Dengan demikian, langkah perlindungan terhadap siswa dapat diterapkan secara serentak di berbagai jenjang pendidikan.
Data Dinas Lingkungan Hidup Dharmasraya menunjukkan kualitas udara masih mengkhawatirkan. Pengukuran pada Senin pukul 10.00 WIB mencatat nilai ISPU 113 dan AQI 159.
Kedua indikator tersebut menunjukkan udara berada dalam status tidak sehat. Paparan asap dalam kondisi seperti ini berpotensi mengganggu kesehatan, terutama bagi anak-anak dan kelompok yang memiliki sensitivitas terhadap pencemaran udara.
Meski kabut asap cukup terasa, hasil pemantauan tidak menemukan titik panas di wilayah Dharmasraya. Titik panas masih terdeteksi di daerah sekitar dan diduga menjadi sumber asap yang terbawa menuju Dharmasraya.
Pemerintah daerah belum memastikan kapan kegiatan belajar tatap muka kembali digelar. Keputusan tersebut akan disesuaikan dengan hasil pemantauan udara dan situasi terbaru di lapangan.
Sekolah tetap diminta menjaga keberlangsungan kegiatan akademik selama PJJ. Guru akan menyampaikan materi dan tugas melalui sarana pembelajaran yang telah disiapkan masing-masing satuan pendidikan.
Orang tua juga diminta mendampingi anak selama mengikuti pembelajaran dari rumah. Selain memastikan kegiatan belajar berjalan, orang tua diimbau membatasi aktivitas anak di luar ruangan sampai kualitas udara kembali membaik.
“NT”






