Kabaminang.com – Montegi, MotoGP. Marc Márquez tampil sebagai pemenang MotoGP Jepang 2026 setelah menaklukkan Jorge Martín dalam balapan utama di Mobility Resort Motegi, Minggu (4/10/2026).
Pembalap Ducati Lenovo tersebut merebut kemenangan setelah terlibat duel ketat dengan Martín hingga pertengahan balapan. Márquez menyelesaikan perlombaan 24 lap dengan catatan waktu 41 menit 31,467 detik.
Jorge Martín finis di posisi kedua dengan selisih 1,363 detik. Sementara itu, Marco Bezzecchi mengamankan podium ketiga dengan jarak 2,252 detik dari sang pemenang.
Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Taklukkan Thailand Lewat Adu Penalti05 Okt 2026›02
Semangat Tak Surut di Tengah Sisa Bencana, Sekwan Apresiasi Kekompakan Sekretariat DPRD Kabupaten Solok05 Okt 2026›03
Kabupaten Solok Matangkan Persiapan Dan Support Penuh PORPROV Cabang Karate.05 Okt 2026›Kemenangan tersebut membuat persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin ketat. Marc Márquez kini hanya tertinggal dua poin dari Jorge Martín yang masih memimpin klasemen sementara.
Martín memulai balapan dari pole position. Pembalap Aprilia itu melakukan start dengan baik dan langsung mempertahankan posisi terdepan selepas lampu hijau menyala.
Marc Márquez berada tepat di belakangnya, sedangkan Marco Bezzecchi menempati posisi ketiga. Pedro Acosta yang mengawali balapan dari baris depan justru kehilangan beberapa posisi dan turun ke peringkat kelima pada akhir lap pertama.
Alex Márquez juga sempat berada di barisan depan. Namun, pembalap Gresini tersebut harus menjalani hukuman double long lap penalty sehingga posisinya mulai merosot.
Alex menyelesaikan long lap pertama pada lap kelima dan hukuman kedua pada lap ketujuh. Situasi itu membuatnya kehilangan banyak waktu dan posisi dalam persaingan.
Memasuki lap kedua, Pedro Acosta kembali kehilangan posisi. Enea Bastianini, Raúl Fernández, dan Ai Ogura secara bertahap menyalip pembalap KTM tersebut hingga Acosta turun ke posisi kedelapan.
Jorge Martín masih memimpin ketika balapan memasuki lap kelima. Namun, keunggulannya atas Marc Márquez sangat tipis, hanya sekitar 0,4 detik.
Keduanya mencatat waktu lap yang hampir sama, yakni sekitar 1 menit 43,6 detik. Bezzecchi masih membayangi di posisi ketiga dengan jarak sekitar 0,6 detik dari Márquez.
Pada fase ini, dua kandidat juara dunia mulai menjauh dari rombongan. Bezzecchi masih menjaga posisi ketiga, tetapi kecepatannya tidak cukup untuk terus menempel Martín dan Márquez.
Memasuki lap ke-10, jarak Bezzecchi dari dua pembalap terdepan sudah melebar menjadi sekitar 1,9 detik. Di sisi lain, Márquez terus menekan Martín dan beberapa kali mencatatkan waktu lap tercepat.
Momen penting terjadi pada lap ke-11. Marc Márquez akhirnya melancarkan serangan di Tikungan 9.
Pembalap bernomor 93 itu masuk dari sisi dalam, mengerem dengan berani, lalu menempatkan Ducati-nya tepat di apex tikungan. Martín tidak mampu menutup jalur dan harus menyerahkan posisi pertama kepada rivalnya.
Manuver tersebut menjadi titik balik balapan. Setelah mengambil alih posisi terdepan, Marc Márquez langsung berusaha membangun jarak dari Martín.
Pada awal lap ke-15, Márquez sudah unggul sekitar 0,8 detik. Bezzecchi dan Bastianini mulai mencatat waktu yang lebih cepat dibandingkan Martín.
Jorge Martín belum menyerah. Pada lap ke-16, pembalap Aprilia tersebut mencatat waktu lebih cepat daripada Márquez dan berhasil memangkas sebagian jarak.
Keunggulan Marc Márquez menyusut menjadi sekitar 0,7 detik. Martín kembali menjaga tekanan pada lap berikutnya, tetapi jarak tersebut belum cukup dekat untuk melancarkan serangan langsung.
Márquez kemudian merespons dengan mencatat lap tercepat, yakni 1 menit 43,291 detik. Keunggulannya kembali melebar menjadi sekitar 1,2 detik.
Persaingan di barisan depan kemudian berubah menjadi duel pengelolaan ban dan konsistensi. Márquez tidak lagi memaksakan manuver, sedangkan Martín berusaha menjaga ritme agar tidak tertinggal terlalu jauh.
Persaingan sengit juga terjadi untuk memperebutkan podium terakhir. Marco Bezzecchi sempat terlihat aman di posisi ketiga, tetapi Enea Bastianini tampil sangat cepat pada lap-lap terakhir dan terus memangkas jarak.
Bastianini mencatat empat lap tercepat secara beruntun. Pada lap terakhir, pembalap KTM Tech3 itu sudah berada sangat dekat di belakang Bezzecchi.
Bezzecchi mampu bertahan dengan tenang dan menutup celah hingga garis finis. Ia akhirnya mempertahankan posisi ketiga, sedangkan Bastianini harus puas finis keempat.
Drama lain terjadi pada lap ke-20. Alex Márquez mengalami kecelakaan di area Tikungan 13 dan 14.
Insiden tersebut memunculkan yellow flag di sektor terkait. Alex Márquez akhirnya gagal menyelesaikan balapan, sama seperti Diogo Moreira yang lebih dahulu tidak finis setelah lap kedelapan.
Di bagian tengah rombongan, Ai Ogura juga terlibat persaingan menarik dengan Pedro Acosta. Pembalap tuan rumah tersebut berhasil menyalip Acosta dan merebut posisi keenam.
Marc Márquez akhirnya melintasi garis finis di posisi pertama tanpa mendapat gangguan berarti pada lap terakhir.
Jorge Martín mengamankan posisi kedua, sedangkan Marco Bezzecchi melengkapi podium. Kemenangan ini membuat Márquez meraih kemenangan ganda di Jepang setelah sebelumnya juga menjuarai Sprint Race pada Sabtu (3/10/2026).
Hasil tersebut belum cukup untuk menggeser Martín dari puncak klasemen. Namun, selisih keduanya kini hanya dua poin menjelang seri berikutnya di Indonesia.
MotoGP 2026 akan berlanjut ke Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, pada 9–11 Oktober 2026.
“java”






