Kaba Minang KABAMINANG.com Terdepan Dalam Mengabarkan
DharmasrayaSUMBAR

ISPU Dharmasraya Masuk Kategori Tidak Sehat, Pemkab Sebar 5.000 Masker di Enam Lokasi

×

ISPU Dharmasraya Masuk Kategori Tidak Sehat, Pemkab Sebar 5.000 Masker di Enam Lokasi

Sebarkan artikel ini

Kabaminang.com – Dharmasraya. Pemerintah Kabupaten Dharmasraya kembali mengambil langkah perlindungan masyarakat menyusul memburuknya kualitas udara akibat kabut asap. Sebanyak 5.000 masker dibagikan kepada masyarakat di sejumlah titik pada Selasa (6/10/2026).

Pembagian masker dilakukan oleh Dinas Kesehatan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dharmasraya sebagai respons terhadap kondisi udara yang kembali berada pada level tidak sehat.

Pada Selasa siang, nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kabupaten Dharmasraya tercatat mencapai 136. Angka tersebut masuk dalam kategori Tidak Sehat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya, Yosta Defina, mengatakan pembagian masker dilaksanakan di enam titik yang menjadi lokasi pelayanan kepada masyarakat.

Enam lokasi tersebut berada di depan RSUD Sungai Dareh, halaman Kantor Bupati Dharmasraya, Sikabau, Koto Baru, Sungai Rumbai dan Tiumang.

Menurut Yosta, langkah tersebut dilakukan berdasarkan arahan Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani untuk mengurangi risiko paparan udara tidak sehat terhadap masyarakat, khususnya mereka yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan.

“Karena kualitas udara di Kabupaten Dharmasraya kembali memburuk, atas arahan Ibu Bupati kita kembali membagikan masker kepada pengguna jalan,” ujar Yosta.

Upaya perlindungan masyarakat tidak hanya dilakukan melalui pembagian masker di enam titik tersebut. Dinas Kesehatan juga telah meminta seluruh Puskesmas di Dharmasraya melakukan langkah serupa di wilayah kerja masing-masing.

Dengan demikian, distribusi masker diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas, terutama ketika kondisi udara masih belum membaik.

Yosta juga mengingatkan masyarakat untuk mengurangi kegiatan di luar ruangan selama kualitas udara berada dalam kategori Tidak Sehat. Bagi warga yang harus keluar rumah, penggunaan masker dan konsumsi air putih yang cukup dianjurkan.

“Apabila terpaksa harus beraktivitas di luar, gunakan masker dan banyak minum air putih,” katanya.

Selain itu, masyarakat diminta tidak mengabaikan gejala kesehatan yang dapat muncul akibat paparan udara yang buruk. Beberapa keluhan yang perlu diperhatikan antara lain batuk, pilek, sakit tenggorokan, sesak atau kesulitan bernapas hingga iritasi mata.

Jika mengalami gejala tersebut, masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.

“Apabila terasa gejala ISPA, iritasi mata dan gejala lainnya, silakan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Dharmasraya terbuka 24 jam,” ujar Yosta.

Di sisi lain, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Dharmasraya, Suherman Junaidi, menyampaikan hasil pemantauan terkait titik panas atau hotspot di wilayah Dharmasraya.

Menurutnya, sejak 23 September 2026 hingga saat ini tidak lagi terpantau adanya hotspot di wilayah Kabupaten Dharmasraya.

“Sejak 23 September sampai saat ini tidak lagi terpantau hotspot di Kabupaten Dharmasraya,” kata Junaidi.

Berdasarkan kondisi tersebut, Junaidi menyebut kabut asap yang dirasakan masyarakat saat ini diduga berasal dari paparan asap yang terbawa dari daerah lain.

Meski demikian, BPBD bersama instansi terkait tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan kualitas udara sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Dharmasraya.

Pemerintah Kabupaten Dharmasraya mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada selama kualitas udara belum kembali membaik. Warga juga diminta membatasi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker ketika berada di luar rumah, serta tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara terbuka.

“NT”