Sijunjung, KABAMINANG.com – Kebakaran hebat melanda kawasan Pasar Sungai Tambang, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, pada Kamis malam (05/03/2026). Peristiwa tersebut menghanguskan empat unit ruko dan menyebabkan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Kapolres Sijunjung Willian Harbensyah melalui Kapolsek Kamang Baru Syafrinaldi membenarkan kejadian tersebut.
“Peristiwa kebakaran tersebut terjadi ketika sebagian warga sedang melaksanakan salat tarawih,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Jumat (06/03/2026).
Menurut keterangan polisi, informasi awal mengenai kebakaran berasal dari laporan masyarakat yang melihat kobaran api di salah satu ruko di kawasan pasar tersebut. Api dengan cepat membesar dan melahap sejumlah bangunan yang berada berdekatan.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, api pertama kali terlihat berasal dari sebuah warung santan. Dalam waktu singkat, api menyambar bangunan di sekitarnya hingga merambat ke warung bakso mi ayam, sebuah rumah permanen, serta kios pangkas rambut.
Melihat kobaran api yang semakin membesar, warga bersama personel Polsek Kamang Baru langsung berupaya melakukan pemadaman secara manual untuk mencegah api meluas ke bangunan lainnya.
Read More:
- 1 Polsek Pulau Punjung Berbagi Takjil, Wujud Kepedulian di Bulan Suci Ramadhan
- 2 Angin Kencang dan Hujan Es Landa Sungai Dareh, Dua Rumah Warga Rusak Tertimpa Pohon
- 3 Hari Pertama Pesantren Ramadhan SDN 01 Saok Laweh Hadirkan Da'i Muda Solok
Sementara itu, salah seorang warga segera menghubungi petugas pemadam kebakaran Kabupaten Sijunjung guna meminta bantuan penanganan kebakaran yang semakin sulit dikendalikan.
Tidak lama berselang, dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian dan langsung melakukan proses pemadaman bersama warga dan aparat kepolisian.
Setelah berjibaku memadamkan api selama beberapa waktu, petugas akhirnya berhasil menjinakkan kobaran api sekitar pukul 23.15 WIB sehingga tidak merembet lebih luas ke bangunan lain di kawasan pasar tersebut.
Dari hasil penyelidikan awal, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik yang menimbulkan percikan api di kios penjual santan. Percikan tersebut kemudian menyambar bagian bangunan lainnya yang mudah terbakar.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut menyebabkan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Polisi juga telah memasang garis polisi di lokasi kejadian untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut serta mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam penggunaan instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha.
“NT”







