KABAMINANG.com – Padang, 13 Januari 2026. Kemarahan meledak dari Andre Rosiade, penasihat utama Semen Padang FC, setelah tim Kabau Sirah menelan kekalahan memalukan 2-3 dari Persis Solo di Stadion Haji Agus Salim pada Minggu malam, 11 Januari 2026.
Kekalahan ini di matchday ke-17 Liga 1 2025/2026 semakin menjerumuskan Semen Padang ke zona degradasi, memicu ultimatum keras dari Rosiade yang siap “cuci gudang” seluruh skuad dan manajemen.
Jalannya Pertandingan Singkat
Semen Padang sempat unggul cepat melalui gol tunggalnya, tapi Persis Solo bangkit ganas dengan tiga gol balasan, termasuk brace dari striker andalan mereka, sebelum tuan rumah mencoba comeback sia-sia.
Suporter Spartacks yang memadati stadion kecewa berat melihat performa tim yang disebut “angin-anginan” oleh Rosiade, yang menyoroti kegagalan pelatih Dejan Antonic dalam mengatur strategi.
Ledakan Kemarahan Andre Rosiade
Melalui postingan Instagram resmi Semen Padang FC, Rosiade tak segan mencurahkan frustrasinya:
“Cuci gudang! Saya siapkan dana kompensasi untuk pemecatan massal. Kesabaran saya sudah habis!”
Read More:
Ia menuding pemain kurang disiplin, “tuli” terhadap instruksi, dan manajemen gagal rekrut pemain berkualitas. Rosiade bahkan sudah telepon langsung Dejan Antonic dan direktur teknis Yeyen Tumena untuk rapat darurat evaluasi total skuad.
Ancaman Degradasi dan Langkah Selanjutnya
Dengan kekalahan ini, Semen Padang kini terjebak di papan bawah klasemen, mengulang mimpi buruk kekalahan kandang sebelumnya seperti dari Madura City 1-5 pada Desember 2025.
Rosiade tegas:
jika manajemen tak berani ambil langkah radikal, ia ancam tarik dukungan finansial dan ganti seluruh jajaran. Pengamat bola Sumbar menilai ultimatum ini bisa jadi titik balik atau bom waktu bagi klub berjuluk Elang Minang ini.
Semen Padang dijadwalkan bertanding lagi akhir pekan depan, tapi sorotan kini tertuju pada respons manajemen terhadap amarah Rosiade. Apakah “cuci gudang” benar-benar terjadi?
“java”







