Milan, KABAMINANG.com – Liga Champions. Mimpi buruk kembali menghantami Inter Milan di pentas Liga Champions. Bermain di hadapan publiknya sendiri di Stadion Giuseppe Meazza, San Siro, La Beneamata harus menelan pil pahit usai ditaklukkan Liverpool dengan skor tipis 0-1 pada matchday keenam fase liga, Rabu (10/12/2025) dini hari WIB.
Gol tunggal kemenangan The Reds dicetak oleh Dominik Szoboszlai dari titik putih di menit ke-88, membuyarkan semua upaya tuan rumah sekaligus memperburuk tren negatif yang sedang mereka alami.
Jalannya pertandingan berlangsung sengit dan ketat sejak awal. Inter, yang membutuhkan kemenangan untuk memperbaiki posisi di klasemen, tampil lebih dominan dengan penguasaan bola mencapai 58%.
Mereka berusaha keras membongkar pertahanan rapat Liverpool yang dikomandoi oleh Virgil van Dijk. Nicolo Barella dan Lautaro Martinez beberapa kali memiliki peluang emas, namun finishing yang kurang tajam dan penampilan gemilang kiper Liverpool, Alisson Becker, membuat skor kacamata bertahan hingga babak kedua.
Liverpool sendiri tampil tanpa Mohamed Salah yang absen, namun mereka tetap berbahaya lewat serangan balik cepat. Ancaman terbesar justru datang di pengujung laga.
Wasit menunjuk titik putih setelah bola menyamai tangan pemain Inter di dalam kotak penalti usai situasi kemelut. Szoboszlai, yang dengan tenang maju sebagai eksekutor, sukses menjalankan tugasnya. Bola yang ia lepaskan tak mampu dibendung kiper Inter, Yann Sommer, dan mengubah papan skor menjadi 1-0 untuk kemenangan tim tamu.
Kekalahan ini bukanlah insiden yang berdiri sendiri bagi Inter Milan. Hasil ini menjadi bagian dari periode sulit yang dialami oleh skuad asuhan Simone Inzaghi. Sebelumnya, mereka juga dipaksa menyerah 1-2 dari Atletico Madrid di ajang yang sama dan takluk 0-1 dari rival sekota, AC Milan, di Liga Italia.
Kekalahan dari Liverpool semakin menambah tekanan, terlebih karena terjadi di kandang dan di menit-menit akhir pertandingan, yang menunjukkan adanya masalah konsentrasi dan efektivitas di lini serang.
Ironisnya, hasil ini berbanding terbalik 180 derajat dengan perjalanan mereka musim lalu (2024/2025). Inter Milan tampil sebagai jawara di Eropa dengan menembus partai puncak setelah menyingkirkan Barcelona secara epik lewat agregat 7-6 di semifinal. Namun, mimpi indah mereka kandas di partai final setelah dihantam Paris Saint-Germain (PSG) dengan skor telak 0-5.
Kegagalan meraih gelar tersebut sepertinya masih meninggalkan trauma dan berdampak pada performa tim di musim ini. Harapan untuk kembali berjaya di Eropa kini terancam pupus usai hanya meraih satu kemenangan dari enam laga fase liga.
Kini, tantangan berat menanti Simone Inzaghi dan anak asuhnya. Mereka harus segera bangkit dan memfokuskan energi di kompetisi domestik untuk menjaga asa meraih trofi.
Jadwal mendatang tidak akan lebih mudah, dengan pertandingan penting di Serie A melawan Genoa dan Atalanta, serta partai final Piala Super Italia kontra Bologna. Momentum pemulihan harus segera ditemukan untuk menghentikan tren negatif dan mengembalikan kepercayaan diri para pemain.
Bagi Liverpool, kemenangan ini menjadi modal berharga untuk melanjutkan kampanye Liga Champions mereka, membuktikan bahwa mereka adalah tim yang solid dan mampu menang meski tanpa beberapa pemain kunci.
Sementara bagi Inter, kekalahan dramatis di San Siro ini adalah pengingat keras bahwa jalan untuk kembali ke puncak sepak bola Eropa akan jauh lebih sulit dari yang mereka bayangkan.
(java)







