BERITATerkini

Debit Air Sungai Meluas: Jembatan Penghubung di Salayo Putus, Akses Warga Tersendat

×

Debit Air Sungai Meluas: Jembatan Penghubung di Salayo Putus, Akses Warga Tersendat

Sebarkan artikel ini
Jembatan Bawah Kubang di Kenagarian Salayo, Kabupaten Solok, putus total akibat derasnya luapan Sungai Batang Aia Gawan, Jumat (28/11/2025) dini hari. Putusnya jembatan vital ini menghambat akses warga Nagari Kotohilalang ke pusat aktivitas di Jorong Sawah Sudut dan sekitarnya. ( Doc : Kabaminang.com)

KABAMINANG.com – Salayo – Banjir yang masih melanda Kenagarian Salayo, Kabupaten Solok, telah menelan korban berupa infrastruktur vital.

Jembatan Bawah Kubang yang menghubungkan Nagari Kotohilalang dengan Jorong Sawah Sudut, tepatnya di Kenagarian Salayo, resmi putus setelah tidak mampu menahan derasnya arus sungai, Jumat (28/11/2025) dini hari.

Bencana ini disebabkan oleh peningkatan debit air yang terjadi secara bertahap akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah hulu selama tujuh hari berturut-turut.

Peristiwa ini tidak hanya memutus akses transportasi utama bagi ratusan warga, tetapi juga menghentikan pasokan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang pipa distribusinya turut terbawa arus.

Banjir yang terjadi secara perlahan namun pasti. Hujan deras yang terus mengguyur daerah hulu selama seminggu menyebabkan volume air di sungai terus bertambah dan meluap hingga ke pemukiman warga dan badan jalan.

“Air sudah mulai naik sejak beberapa hari lalu, tapi tadi malam puncaknya. Debit air terus bertambah dan arusnya sangat kencang. Kami lihat jembatan itu bergetar dan akhirnya ambrol sekitar pukul satu dini hari,” jelas Azwar (50), seorang warga setempat yang menyaksikan peristiwa tersebut.

Akibat putusnya Jembatan Bawah Kubang, akses bagi warga Nagari Kotohilalang yang ingin menuju pusat kegiatan di Nagari Salayo atau sebaliknya menjadi terputus total. Warga terpaksa harus menempuh jalur alternatif yang jauh lebih memakan waktu, yaitu melalui Jorong Kapondong untuk selanjutnya menuju Katapiang Batu Palano yang masih berada dalam satu wilayah Kenagarian Salayo.

“Sekarang kalau mau ke kota atau ke pasar, kami harus mutar lewat Kapondong. Jaraknya bisa bertambah hingga dua kali lipat dan jalannya juga tidak sebaik jalan utama,” keluh Yeni, seorang warga Kotohilalang.

Hingga kini, banjir masih merendam sejumlah ruas jalan dan permukiman warga di sepanjang bantaran sungai. Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok sebelumnya sudah siaga dilokasi.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada mengingat curah hujan di wilayah hulu masih berpotensi meningkatkan debit air.

(KBM)