Kabaminang.com – Arosuka, Kepedulian tidak selalu hadir dalam bentuk kata-kata. Bagi Ketua DPRD Kabupaten Solok, Ivoni Munir, S.Farm., Apt., kepedulian diwujudkan dengan hadir langsung di tengah masyarakat ketika musibah bencana melanda.
Sejak awal peristiwa bencana yang menerjang sejumlah wilayah Kabupaten Solok, Ivoni Munir terlihat berada bersama masyarakat. Di tengah kondisi yang penuh keprihatinan, ia tidak memilih untuk hanya memantau dari kejauhan, tetapi turun langsung melihat kondisi warga, mendengarkan keluhan serta kebutuhan masyarakat terdampak.
Hari demi hari dilalui dengan kepedulian yang sama. Meski kondisi di lapangan tidak mudah dan membutuhkan tenaga serta waktu, Ivoni tetap berupaya hadir dan memberikan dukungan. Baginya, masyarakat yang sedang tertimpa musibah membutuhkan kebersamaan, perhatian dan tindakan nyata.
Kepedulian tersebut kemudian diwujudkan dengan membantu menghadirkan satu unit ekskavator, dump truck, colt, serta sejumlah unit kendaraan dan peralatan lainnya untuk membantu proses penanganan di lokasi terdampak.
Peralatan tersebut sangat berarti bagi masyarakat, terutama dalam membantu membersihkan material bencana, membuka akses, mengangkut material lumpur maupun membantu berbagai kebutuhan penanganan pascabencana.
Sikap Ivoni Munir memperlihatkan bahwa tugas sebagai wakil rakyat bukan hanya berada di ruang sidang atau menghadiri agenda kelembagaan. Ketika masyarakat menghadapi masa sulit, keberadaan seorang wakil rakyat di tengah-tengah mereka menjadi bentuk solidaritas yang memiliki makna tersendiri.
“Tidak ada istilah lelah ketika masyarakat sedang membutuhkan. Yang terpenting bagaimana kita bersama-sama membantu meringankan beban warga dan mempercepat proses pemulihan,” demikian semangat yang tergambar dari kepedulian Ivoni Munir dalam menghadapi bencana.
Di tengah lumpur, puing dan suasana duka, sosok Ivoni Munir memilih untuk tetap berada di tengah masyarakat. Bukan sekadar datang melihat, tetapi ikut memikirkan solusi dan membantu menghadirkan sarana yang dibutuhkan.
Bencana memang meninggalkan luka dan kerugian. Namun, di balik musibah itu juga terlihat kuatnya rasa kebersamaan. Kepedulian, gotong royong dan kehadiran para pemimpin bersama masyarakat menjadi kekuatan penting untuk bangkit kembali.
Karena bagi masyarakat yang sedang tertimpa musibah, terkadang yang paling mereka butuhkan bukan hanya bantuan, tetapi keyakinan bahwa mereka tidak berjalan sendirian.









